#1
TOPSKOR   |   Harian Olahraga Pertama di Indonesia
Saatnya Punya Akademi Sepak Bola Indonesia
14 June 2019 04:03 WIB
SASUOLO, klub Seri A memiliki Mapei Football Center. Di Seoul, Korea Selatan, ada tempat bernama International Football Education (IFE) yang berdiri sejak 2008. Di sana tempat memberikan pendidikan kepada pelajar di Korea Selatan. Di Barcelona, tentu ada La Masia. Dan, Atalanta terkenal dengan Bergamo Club Academy.

Hingga kini, Atalanta dikenal sebagai The Italian Talent Factory. Selanjutnya, pada 2017 lalu, Federasi Sepak Bola Korea (KFA) menunjuk Park Ji Sung sebagai Kepala yang bertanggung jawab terhadap generasi muda pemain Korea Selatan. Kini, dua tahun kemudian, Korea Selatan berhasil ke final Piala Dunia U-20 2019. Sabtu (15/6), Korsel akan menghadapi Ukraina dalam final Piala Dunia U-20.

Demikianlah, itu adalah contoh acak. Korsel memang sudah melangkah sangat jauh. Jepang juga sudah melangkah lebih jauh. Semua itu diraih boleh jadi dalam waktu yang tidak terlalu lama.Tapi bukan instan. Semua ada prosesnya. Dan, lebih penting lagi, semua ada tempatnya. Ada yang disebut dengan “center”, atau “pusat”.


Baca Juga :
- Ketika Bale Kembali Menguji Zidane
- Tetap Semangat dan Terus Berjuang

Jepang sudah melakukan ini sejak 20 tahun lalu. Ketika mereka menciptakan program masa depan tersebut, banyak negara Asia yang meragukannya. Namun, kini mereka mulai sedikit demi sedikitmemetik buahnya. Bagaimana dengan kita, Indonesia? Untuk sementara, kita hanya menyaksikan melesatnya Jepang dan Korea Selatan.

Ada yang menilai bahwa ini bukan soal tempat. Bukan tentang sebuah akademi. Sepertinya, pendapat tersebut harus dikaji kembali. Bagaimanapun, ada syarat untuk sebuah proyek jangka panjang. Perlu dilembagakan, dan sesuatu yang dilembagakan perlu tempat. Jadi, meski memang agak terlambat, sepertinya ide untuk membuat “Football Center Indonesia” atau sebut saja, Pusat Akademi Sepak Bola Indonesia, harusnya segera dibangun.


Baca Juga :
- Selama Belum Meraih Gelar Liga Primer…
- Tanpa Pogba Harus Cukup bagi Zidane

Indonesia memiliki sejumlah bekal untuk membentuknya. Dari sejumlah pelatih berpengalaman yang memahami dan sangat peduli dengan usia muda seperti Fakhri Husaini atau Indra Sjafri. Di Indonesia juga memiliki sejumlah kompetisi usia muda yang melibatkan berbagai sekolah sepak bola. Kegairahan sepak bola usia muda sangat besar di Tanah Air. Kompetisi akar rumput tersebut pun juga sebagai modal ke jalur Pusat Akademi Sepak Bola Indonesia, lembaga yang memang belum ada.*Irfan Sudrajat


 

BERITA TERKAIT

Total Komentar 0
Tulis Komentar +
ARTIKEL SEBELUMNYA