#1
TOPSKOR   |   Harian Olahraga Pertama di Indonesia
WAWANCARA EKSKLUSIF - Lorenzo: Saya Tak Pindah ke Honda karena Uang
17 June 2019 11:00 WIB
MONTMELO – Jorge Lorenzo mengalami masa sulit bersama Repsol Honda. Bayangkan, juara dunia MotoGP tiga kali itu baru meraih 19 poin dari enam lomba awal dan belum pernah finis di urutan 10 besar, musim ini. Lorenzo pun mengunjungi markas besar Honda di Tokyo, Jepang, demi meyakinkan para teknisi.

Pembalap asal Spanyol tersebut mengatakan kunjungannya ke Negeri Sakura untuk mempercepat modifikasi RC213V. Ini karena Honda diklaim Lorenzo tak puas dengan hasil yang didapatkannya. Berikut petikan wawancaranya dengan La Gazzetta dello Sport:

Anda sudah berbicara dengan Presiden Honda, Yoshishige Nomura….


Baca Juga :
- Jeda Musim Panas, Marquez Masih Jadi Favorit
- Sirkuit Silverstone Sulitkan Pembalap MotoGP

Ia sangat mendukung, kami sering berkomunikasi melalui telepon dan pesan singkat. Ia memahami situasi dan ingin memberi solusi teknik. Jika memutuskan untuk bergabung dengan Honda selama dua tahun, itu karena saya tahu bisa berprestasi dengan motor ini. Bukan karena uang. Saya punya cukup uang untuk hidup dengan tenang.

Lalu, apakah Anda minta dibuatkan motor khusus?

Katakan saja, saat ini, saya mengenakan sepatu yang sempurna bagi Marc Marquez. Tapi, sedikit lebih kecil dan tak begitu sesuai untuk saya. Sementara di sisi lain, saya harus berlomba maraton. Sebelumnya, saya memenangi lima gelar dan banyak lomba. Tapi, saat ini tak berhasil tampil baik. Jika punya sepatu lebih nyaman, mungkin bisa mendekati posisi terdepan.

Awal tahun ini, cedera sempat membuat Marc “terisolir”. Tapi, ia punya pilihan teknik yang ternyata lebih sesuai dengan gayanya….

Hal sama dilakukan Rossi dan saya ketika masih dengan Yamaha. Membuat motor lebih mudah dan tepat. Sebaliknya, Honda bekerja ke arah berlawanan, cara berkendara dan gaya Marquez telah menekankan pilihan tertentu. Jika tak melakukan kesalahan, motor ini sangat sempurna untuknya.

Kabar mengatakan kunjungan Anda ke Jepang untuk memutus kontrak….

Itu sangat menjengkelkan. Untuk menciptakan sensasi terkadang orang-orang membuat hal yang menyakitkan dengan cara berbohong.

Ini merupakan musim terburuk Anda?

Apa lagi yang bisa dilakukan?

Bagaimana menyikapi situasi ini?

Saya tak bilang bahwa saya tak khawatir. Saya memikirkannya sepanjang hari. Tapi, ada momen untuk semuanya. Berlatih, tidur, bersenang-senang, meski belakangan ini jarang terjadi.

Anda menyesali perpindahan dari Ducati?

Selama tidak mencoba motor, kita tidak akan tahu apa yang akan kita hadapi. Apakah ada kegugupan, apakah mesin sesuai... Tapi, mungkin semuanya tak seburuk yang dibayangkan.

Marc terus memberikan kritik….

Menurut saya, ia tidak harus khawatir karena prioritas Honda adalah dirinya. Jadi, bisa tetap tenang karena ialah yang akan selalu membuat perkembangan. Tapi, saya suka Honda melakukan hal maksimal untuk memuaskan semua pembalapnya. Tak ada risiko. Jika semua berjalan sesuai harapan, hasil pembalap kedua juga akan membaik dan mungkin bisa membantu Marc.

Bagaimana hubungan kalian berdua?

Ia pembalap yang hebat. Normalnya, kami bekerja sama dengan waktu yang sangat terbatas. Tapi, di tiap putaran ada acara yang kami datangi. Jadi, kami banyak bicara dan memiliki hubungan bagus.

Berapa lama waktu yang dibutuhkan untuk bangkit seperti tahun lalu?

Sejak lomba di Sirkuit Jerez, Spanyol, mesin lebih baik. Mengubah suspensi depan, sasis motor, jadi banyak hal yang berfungsi lebih baik. Kami akan terus berusaha menyelesaikan bagian penting dari teka teki ini. Saya tak akan bilang yang mana, kalian akan menyadari.*

MONTMELO – Jorge Lorenzo mengalami masa sulit bersama Repsol Honda. Bayangkan, juara dunia MotoGP tiga kali itu baru meraih 19 poin dari enam lomba awal dan belum pernah finis di urutan 10 besar, musim ini. Lorenzo pun mengunjungi markas besar Honda di Tokyo, Jepang, demi meyakinkan para teknisi.

Pembalap asal Spanyol tersebut mengatakan kunjungannya ke Negeri Sakura untuk mempercepat modifikasi RC213V. Ini karena Honda diklaim Lorenzo tak puas dengan hasil yang didapatkannya. Berikut petikan wawancaranya dengan La Gazzetta dello Sport:

Anda sudah berbicara dengan Presiden Honda, Yoshishige Nomura….

Ia sangat mendukung, kami sering berkomunikasi melalui telepon dan pesan singkat. Ia memahami situasi dan ingin memberi solusi teknik. Jika memutuskan untuk bergabung dengan Honda selama dua tahun, itu karena saya tahu bisa berprestasi dengan motor ini. Bukan karena uang. Saya punya cukup uang untuk hidup dengan tenang.

Lalu, apakah Anda minta dibuatkan motor khusus?

Katakan saja, saat ini, saya mengenakan sepatu yang sempurna bagi Marc Marquez. Tapi, sedikit lebih kecil dan tak begitu sesuai untuk saya. Sementara di sisi lain, saya harus berlomba maraton. Sebelumnya, saya memenangi lima gelar dan banyak lomba. Tapi, saat ini tak berhasil tampil baik. Jika punya sepatu lebih nyaman, mungkin bisa mendekati posisi terdepan.

Awal tahun ini, cedera sempat membuat Marc “terisolir”. Tapi, ia punya pilihan teknik yang ternyata lebih sesuai dengan gayanya….

Hal sama dilakukan Rossi dan saya ketika masih dengan Yamaha. Membuat motor lebih mudah dan tepat. Sebaliknya, Honda bekerja ke arah berlawanan, cara berkendara dan gaya Marquez telah menekankan pilihan tertentu. Jika tak melakukan kesalahan, motor ini sangat sempurna untuknya.

Kabar mengatakan kunjungan Anda ke Jepang untuk memutus kontrak….

Itu sangat menjengkelkan. Untuk menciptakan sensasi terkadang orang-orang membuat hal yang menyakitkan dengan cara berbohong.

Ini merupakan musim terburuk Anda?

Apa lagi yang bisa dilakukan?

Bagaimana menyikapi situasi ini?

Saya tak bilang bahwa saya tak khawatir. Saya memikirkannya sepanjang hari. Tapi, ada momen untuk semuanya. Berlatih, tidur, bersenang-senang, meski belakangan ini jarang terjadi.

Anda menyesali perpindahan dari Ducati?

Selama tidak mencoba motor, kita tidak akan tahu apa yang akan kita hadapi. Apakah ada kegugupan, apakah mesin sesuai... Tapi, mungkin semuanya tak seburuk yang dibayangkan.

Marc terus memberikan kritik….

Menurut saya, ia tidak harus khawatir karena prioritas Honda adalah dirinya. Jadi, bisa tetap tenang karena ialah yang akan selalu membuat perkembangan. Tapi, saya suka Honda melakukan hal maksimal untuk memuaskan semua pembalapnya. Tak ada risiko. Jika semua berjalan sesuai harapan, hasil pembalap kedua juga akan membaik dan mungkin bisa membantu Marc.

Bagaimana hubungan kalian berdua?

Ia pembalap yang hebat. Normalnya, kami bekerja sama dengan waktu yang sangat terbatas. Tapi, di tiap putaran ada acara yang kami datangi. Jadi, kami banyak bicara dan memiliki hubungan bagus.


Baca Juga :
- Ada yang Ingat Marco Melandri? Sahabat Valentino Rossi Ini Umumkan Pensiun
- MotoGP Ceko Jadi Ajang Comeback Lorenzo dari Cedera

Berapa lama waktu yang dibutuhkan untuk bangkit seperti tahun lalu?

Sejak lomba di Sirkuit Jerez, Spanyol, mesin lebih baik. Mengubah suspensi depan, sasis motor, jadi banyak hal yang berfungsi lebih baik. Kami akan terus berusaha menyelesaikan bagian penting dari teka teki ini. Saya tak akan bilang yang mana, kalian akan menyadari.*PAOLO IANIERI

BERITA TERKAIT

Total Komentar 0
Tulis Komentar +
ARTIKEL SEBELUMNYA