#1
TOPSKOR   |   Harian Olahraga Pertama di Indonesia
Messi, Coutinho, dan James
17 June 2019 04:03 WIB
LIONEL Messi dan Philippe Coutinho melakoni debut Piala Amerika 2019 dengan hasil berbeda. Messi, bersama timnas Argentina, takluk dari Kolombia, sedangkan sehari sebelumnya, Coutinho membawa timnas Brasil menang atas Bolivia. Keduanya pemain Barcelona dengan kondisi yang berbeda di klub Los Azulgrana tersebut. Messi menjadi bagian penting dari sukses Barca meraih gelar La Liga sementara Coutinho justru hanya pemain yang seringkali diisukan akan dijual.

Keduanya sama-sama dari Barcelona namun kini menghadapi situasi yang berbeda. Messi membawa ketidakpastian ke timnas Argentina khususnya setelah kekalahan tersebut. Hasil Tim Tango pun membuat langkah mereka lolos ke perempat final akan semakin sulit. Sedangkan Coutinho justru menciptakan situasi yang lebih positif. Jika Messi terancam gagal lagi di Piala Amerika, Coutinho justru semakin tumbuh menjadi pemimpin rekan setimnya setelah absennya Neymar.

Perbandingan yang mencolok juga terjadi jika mengetengahkan antara Messi dan James Rodriguez. Keduanya mengenakan nomor 10 di tim masing-masing. Dan, lagi, James merupakan pemain yang statusnya “tersisih”. Bayern Muenchen, memutuskan tidak akan memperpanjang masa pinjam James Rodriguez. Kini, gelandang timnas Kolombia tersebut masuk dalam target klub Seri A, Napoli.


Baca Juga :
- Magnet Besar Maguire dan De Ligt
- Griezmann Lebih Loyal dibanding Neymar

Jika memang jadi, Napoli akan menjadi klub ketujuh dalam karier James setelah Envigado, Banfield, Porto, Monaco, Real Madrid, dan Muenchen. Statusnya saat ini masih sebagai pemain Madrid. Meski demikian, akan sulit bagi James untuk berharap mendapatkan tempat dalam starter Madrid asuhan Zinedine Zidane karena di sana sudah ada bintang baru lainnya, Eden Hazard.


Baca Juga :
- Inter Bukan Hanya Icardi
- Griezmann Melengkapi Barcelona

Namun, Piala Amerika 2019 memang baru awal. Masih akan banyak peluang yang bisa dimanfaatkan masing-masing. Kekalahan Argentina tentu bukan akhir dari perjalanan Messi bersama Tim Tango. Mereka masih bisa bangkit untuk membangun kembali peluang ke perempat final. Meski demikian, tentu pula, fakta bahwa kemenangan Brasil dan dua gol yang diciptakan Coutinho mengangkat kembali kepercayaan diri sang pemain. Hal yang sama pun berlaku bagi James Rodriguez.

Inilah yang membuat Piala Amerika spesial. Messi justru menghadapi tantangan yang sangat sulit. Dia tidak memiliki kekuatan seperti yang dirasakannya di Barcelona. Sedangkan untuk Coutinho dan James, Piala Amerika mereka jadikan sebagai momen untuk menjawab semua kritik. Apalagi, jika keduanya mampu mempertahankan penampilan terbaik sepanjang ajang ini bergulir.*Irfan Sudrajat

BERITA TERKAIT

Total Komentar 0
Tulis Komentar +
ARTIKEL SEBELUMNYA