#1
TOPSKOR   |   Harian Olahraga Pertama di Indonesia
Sarri Disambut Dingin Tifosi Juve
17 June 2019 12:43 WIB
TURIN – Chelsea FC mengabulkan permintaan Maurizio Sarri untuk menghentikan kontrak yang masih tersisa dua tahun, Minggu (16/6). Di saat bersamaan, Juventus FC mengumumkan kalau pelatih tersebut sudah resmi menukangi hingga 30 Juni 2022.

Kisah Massimiliano Allegri saat pertama kali menggantikan Antonio Conte sepertinya kembali terulang. Sarri pun mendapat sambutan dingin dari tifosi. Mungkin kondisinya lebih parah, sebab di masa lalu dia pernah membesut SSC Napoli yang jadi musuh bebuyutan I Bianconeri. Di media sosial bergema komentar, “Sarri bukan pelatih kami.”

Pelatih baru itu tampaknya harus mengikuti cara Allegri, cuek dengan komentar buruk dan fokus membangun tim papan atas Eropa. Permainan berbahaya dan produksi gol tinggi yang menjamin kemenangan terbukti ampuh untuk menaklukkan suporter.


Baca Juga :
- De Ligt Mendarat di Turin, Ini Klausul Rilis Kontraknya dengan Juventus
- Penampakan Matthijs De Ligt Mendarat di Turin

Jadi musim depan, Sarri perlu merakit mesin gol yang cepat panas. Mengingat ada lima stok penyerang (mungkin ditambah Mauro Icardi) dengan karakter berbeda, pelatih harus menetapkan hierarki saat tim tampil di kompetisi berbeda.

Cristiano Ronaldo

Sarri ingin mendapuk CR7 sebagai pemain nomor sembilan. Striker asal Portugal itu mematikan di area penalti tapi lemah saat ada di luar daerah kekuasaannya. Sejak main bareng Karim Benzema, Ronaldo sering bergerak melebar ke kiri. Memang tidak secepat winger murni tapi dia lebih efektif. Pelatih mungkin bisa memainkannya dengan dua pemain sayap yang gesit dan punya teknik bagus.

Gonzalo Higuain dan Mario Mandzukic
Il Pipita dan Mandzukic adalah pemain nomor 9 paling klasik dalam tim inti Juve. Hanya saja, striker asal Kroasia itu melakukan pekerjaan dalam fase bertahan yang tidak dapat dijalankan Higuain. Sebaliknya pemain yang musim lalu dipinjamkan ke Chelsea tersebut dapat melakukan manuver lebih baik dan mencetak lebih banyak gol.

Sarri merupakan kunci sukses Higuain, sementara pelatih asal Napoli itu perlu mengenal Mandzukic. Namun tak menutup kemungkinan mereka dilepas kalau Juve mendapat striker baru.

Paulo Dybala
Mengenai pemain falso9, Sarri pernah meminta Dries Mertens main di jantung lini serangan, bukan di kiri. Solusi ini mungkin bisa diaplikasikan di Turin dengan Dybala. La Joya memiliki teknik untuk bisa main dengan semua, tidak perlu mencari bola di tengah lapangan tinggal fokus pada gawang.


Baca Juga :
- Taktik Lampard seperti Bunglon
- Insigne: Saya Ingin di Napoli Seumur Hidup

Moise Kean
Suporter sudah mengenal kelebihan Kean: fisik, tembakan, dapat menyerang jauh ke depan. Akan sangat menarik melihat bagaimana permainan remaja 19 tahun itu bersama Sarri: seorang pelatih yang mampu menyuguhkan permainan paling indah di Seri A. Hanya ada satu kendala, yakni perpanjangan kontrak.

Mauro Icardi
Sarri sempat mengincar Icardi ketika melatih The Blues dan sekarang memikirkannya lagi. Maurito memiliki keunikan tersendiri ketika main di area. Keraguannya adalah bermain dengan Ronaldo, terutama dalam formasi dengan tiga penyerang. Pertanyaannya, apakah perlu mempelajari formasi 4-3-1-2, dengan Federico Bernardeschi atau Aaron Ramsey sebagai trequartista?* Dari Berbagai Sumber

BERITA TERKAIT

Total Komentar 0
Tulis Komentar +
ARTIKEL SEBELUMNYA