#1
TOPSKOR   |   Harian Olahraga Pertama di Indonesia
Jorginho Nyaris Berhenti Jadi Pesepakbola karena Ditipu Agen
17 June 2019 15:11 WIB
SEPAKBOLA merupakan olahraga yang sangat menarik. Dalam arti, banyak anak-anak di kolong langit yang bermimpi bisa menjadi pemain profesional. Utamanya, mereka yang berasal Brasil yang sejak lama disebut sebagai gudang talenta berbakat. Banyak pemain hebat berasal dari Negeri Samba dan merintis karier dari sepakbola jalanan.

Di sisi lain, perjalanan Jorge Luiz Frello Filho sedikit berbeda. Pemain yang lebih dikenal sebagai Jorginho ini merantau ke Italia pada usia 15 tahun. Dia mencoba peruntungan di Negeri Piza sedini mungkin. Semuanya dimulai bersama tim muda Hellas Verona setelah potensinya dipantau salah satu agen di Brasil.

Sayangnya, tinggal di negera orang pada usia belia tidak mudah dan belum menjamin kesuksesan bisa langsung diraih. Hal itu yang dirasakan pula oleh Jorginho. Selama nyaris dua tahun, dia hanya punya bekal 20 euro (sekitar Rp 322 ribu) per pekan.


Baca Juga :
- Taktik Lampard seperti Bunglon
- Wilder Punya Keahlian Mengangkat Kasta Sebuah Tim

“Awalnya, ketika pindah ke Italia, saya merasa sangat mudah untuk menjalani mimpi. Semuanya terasa baru. Hingga, saya harus melakoni rutinitas sehari-hari. Latihan, sekolah, dan rumah,” Jorginho, mengisahkan.

Gelandang 27 tahun ini menyebut, bukan tim junior Verona yang diperkuatnya. Melainkan, tim lokal bernama Baretti yang berkecimpung di Seri C1/C2. Nah, di klub itulah, Jorginho bertemu sesama pemain Brasil bernama Rafael yang berposisi sebagai kiper. Mereka bicara banyak sampai soal pendapatan 20 euro per pekan yang diterima Jorginho.

“(Rafael) mengatakan, ‘Tunggu sebentar. Ada sesuatu yang tidak beres tentang hal itu,’ Lalu, dia mengajukan beberapa pertanyaan. Ternyata, agen saya telah mengambil uang saya. Saya tidak tahu apa-apa tentang itu,” ujar pemain Chelsea tersebut.

Seketika, Jorginho nyaris menyerah akibat merasa hancur. Pria kelahiran 20 Desember 1991 ini pun menelepon keluarganya sambil menangis karena ingin pulang. Hingga, sang ibu memberi nasehat yang membuat motivasi Jorginho untuk melanjutkan mimpinya terus berlanjut.

“Ibu saya berkata, ‘Jangan pikirkan itu. Kamu sudah sangat dekat (dengan impian sebagai pesepakbola). Kamu telah berada di Italia. Kami tak akan membiarkanmu kembali. Kamu harus bertahan dan bekerja keras.’ Jadi, saya tetap tinggal,” lanjut Jorginho yang sempat dipinjamkan Verona ke Sambonifacese di Serie C2 sebelum gabung dengan SSC Napoli.


Baca Juga :
- Raih Kemenangan Perdana, Lampard Beri Semangat Pemain Muda Chelsea
- Puji Profesionalitas Pulisic, Lampard: Jalan dia Cuma Satu, Jadi Pemain Sukses Chelsea!

Perlahan tapi pasti, pernyataan sang bunda membuatnya sadar. Jadi pemain profesional itu tidak mudah. Namun, Jorginho sukses melakoninya dengan baik. Napoli mendatangkannya pada 18 Januari 2014. Bersama I Partenopei, kualitas dan namanya terus melambung hingga membuat Chelsea tergoda untuk merekrutnya.

The Blues tak segan merogoh 50 juta paun (sekitar Rp 905 miliar) saat mendatangkannya pada 14 Juli 2018. Harga mahal yang dikeluarkan Chelsea dibayar lunas Jorginho dengan penampilan impresif. 54 pertandingan menjadi bukti krusialnya peran Jorginho di Stamford Bridge. Ia turut mengantar Chelsea menjuarai Liga Europa 2018/19.* CHOIRUL HUDA

BERITA TERKAIT

Total Komentar 0
Tulis Komentar +
ARTIKEL SEBELUMNYA