#1
TOPSKOR   |   Harian Olahraga Pertama di Indonesia
Musim Penentu Lautaro
18 June 2019 12:06 WIB
MILAN – Ini adalah musim penentu bagi Lautaro Martinez. Debut awal striker muda tersebut di Seri A bisa dibilang positif. Pemain 21 tahun tersebut sudah beradaptasi dengan baik dengan kultur FC Internazionale dan memikul beban berat ketika Mauro Icardi absen.

Raihan sembilan gol di musim lalu tidak buruk untuk mengawali petualangannya. Ketika menyaksikan performanya, tifosi yakin kalau pemain asal Argentina tersebut bisa mewakili masa depan Inter. Jadi tugasnya kini adalah merebut perhatian pelatih anyar Antonio Conte.

Meski ada keinginan klub untuk memboyong Edin Dzeko dan Romelu Lukaku, tapi Lautaro tidak peduli. Dia siap bekerja keras dan bersaing dengan mereka untuk satu tempat utama di sektor depan.  Selain itu, pemain nomor 10 tersebut ingin dapat mengudeta Icardi dari hierarki tertinggi skuatnya.


Baca Juga :
- Insigne: Saya Ingin di Napoli Seumur Hidup
- Giampaolo Ingin Piatek seperti Quagliarella

Satu-satunya cara untuk mewujudkan keinginan tersebut adalah bekerja keras dan secepatnya memahami konsep Conte. Ya, ide permainan tecnico lulusan Universitas degli Studi di Foggia tersebut berbeda dari pendahulunya Luciano Spalletti.

Apabila Lautaro dapat berpartner dengan Edin Dzeko, maka serangan Inter niscaya lebih berbahaya. Striker yang kini masih dimiliki AS Roma tersebut fleksibel dan paham cara bermain sebagai penyerang lubang.

Lautaro terikat kontrak dengan Inter sampai tahun 2023 tapi dengan gaji 'kecil' sebesar 1,5 juta euro (sekira Rp24,1 miliar). Klub tidak terburu-buru merealisasikan rencana pembaruan komitmen dengan pemain. Mungkin keputusan diambil setelah melihat performa dan kepribadian matang pemuda berjuluk Il Toro itu.

Berdasarkan fakta, prestasi Lautaro moncer justru di tahun kedua bergabung dengan sebuah klub. Contohnya kala memperkuat Racing Club, musim 2016/17. Di tahun debutnya, pesepak bola kelahiran Bahia Blanca itu hanya mengumpulkan 8 gol dari 18 penampilan. Lalu di tahun berikutnya, dia menggelontorkan 18 gol (plus 5 umpan) dengan jumlah laga yang sama.

Wanda Provokatif

Di sisi lain, Inter akan menunggu situasi Icardi. Mereka masih berharap barter dengan striker Juventus FC Paulo Dybala dapat dieksekusi. Sebaliknya penyerang dan agennya Wanda Nara bersikukuh untuk bertahan.  Namun, hingga kini tidak ada komunikasi antara wanita tersebut, Maurito dan Conte.


Baca Juga :
- Ramsey Datang untuk Melayani Ronaldo
- Blueprint Permainan Inter Sudah Tergambar

Kemarin Wanda menjawab pertanyaan tentang pelatih baru dengan kalimat provokatif. “Lepaskan Icardi secara gratis,” ujarnya. Tentu saja petinggi klub tidak senang mendengarnya. Mereka ingin menyelesaikan operasi mercato pemain tanpa sorotan publik.

Selain Juve, konon Atletico Madrid juga menyukainya. Berdasarkan perjanjian, klausul pelepasan senilai 110 juta euro (sekira Rp1,8 triliun) jatuh tempo pertengahan Juli. Jadi para peminat Icardi bisa melakukan pendekatan lebih gencar setelah itu. Dalam kasus, tidak ada satu pun kesepakatan yang tercapai antara pemain dan klub baru, maka Conte wajib memanggil Maurito ke pemusatan latihan. Hal ini dilakukan untuk menghindari tuntutan hukum.* Dari Berbagai Sumber

BERITA TERKAIT

Total Komentar 0
Tulis Komentar +
ARTIKEL SEBELUMNYA