#1
TOPSKOR   |   Harian Olahraga Pertama di Indonesia
Pembukaan Liga 2 2019 Berlangsung di Balikapapan adalah Hoax
18 June 2019 09:23 WIB
JAKARTA – Pada Minggu (16/6), tersiar kabar bahwa pembukaan Liga 2 2019, Sabtu (22/6) nanti, akan berlangsung di Balikpapan. Ini cukup mengejutkan, sebab sebelumnya telah dikabarkan bahwa Stadion Brawijaya, Kediri, menjadi lokasi seremoni pembukaan kompetisi kasta kedua sepak bola nasional tersebut.

Kabar tersebut dianggap hoax oleh pelaksana tugas Direktur PT Liga Indonesia Baru (LIB), Dirk Soplanit. Ditemui dalam acara pelepasan saham Bali United di Bursa Efek Indonesia, Senin (17/6) pagi, Dirk menegaskan bahwa Kediri tetap menjadi kota tempat pertandingan pertama Liga 2 musim ini.

Dirk menjelaskan, tim verifikasi LIB sudah meninjau langsung Stadion Brawijaya. Dari peninjauan tersebut, Brawijaya dianggap layak untuk laga pembuka. Bahkan, Panpel Persik sudah melakukan persiapan secara maksimal, termasuk izin keramaian, sambil menunggu rekomendasi kompetisi dari Badan Olahraga Profesional Indonesia (BOPI).


Baca Juga :
- Jadi Pelatih PSIM, Aji Santoso Janji Main Cantik
- TVN: Topskor Indonesia Melakukan Serangkaian Uji Coba Sebelum ke Cina

“Tetap di sana (Kediri). Siapa bilang (di Balikpapan)? Katanya ada info dari orang LIB? Siapa? Kami sudah sepakat dengan 23 klub waktu managers meeting, semua jadwal sudah tersusun. Dari BOPI juga mengatakan sudah siap. Jadi, tidak ada masalah dengan Kediri sebagai tempat pembukaan Liga 2,” kata Dirk.

Sekretaris Jendral (Sekjen) BOPI Sandi Suwardi Hasan, juga mengkonfirmasi bahwa pihaknya tidak mendapat kabar soal perubahan venue laga pembuka. Ia menyebut hal tersebut sebagai ranah LIB. Tetapi, Sandi ingin LIB juga profesional dengan jadwal yang sudah disusun sehingga tidak kembali mengalami perubahan.

“Saya kira venue sudah bagus dan mainnya juga sore. Tapi kami minta karena itu disiarkan secara langsung, lampu agar disiapkan. Kemudian, saya minta kepada Panpel untuk tidak main-main. Kami meminta juga kepada Kediri, suporternya membuat pernyattan agar tidak kisruh. Over all mereka sudah siap menjadi tuan rumah,” ujar Sandi.

Sementara itu, mengenai subsidi dari LIB kepada klub, dipastikan lebih kecil. Sama seperti subsidi kepada kontestan Liga 1 2019 yang juga menurun dibanding Liga 1 2018, subsidi untuk tim-tim Liga 2 pun begitu. Musim lalu, klub mendaat satu setengah miliar rupiah, sedang tahun ini dipangkas menjadi Rp1 miliar.


Baca Juga :
- Hari Ini, PSIM Perkenalkan Aji Santoso Sebagai Pelatih Baru
- Update Klasemen Liga 2 2019, Minggu Malam

“Untuk subsidi tahun ini memang tidak sama dengan musim lalu. Musim ini Rp1 miliar, untuk setiap klub. Kami bayarkan sebanyak lima termin," Dirk membeberkan. Mengenai alasan utama penurunan jumlah tersebut, anngota Komite Eksekutif (Exco) PSSI itu enggan berterus terang. Menurutnya, klub telah sepakat dengan angka ini.

Soal sponsor, Dirk belum bisa bicara panjang. Ini mengindikasikan, bahwa belum ada sponsor utama yang akan memberikan dukungan. Namun, Dirk berkilah bahwa sudah ada pembicaraan dengan sejumlah pihak. “Untuk Liga 2, apakah ada title sponsor lagi atau mungkin yang lain, kami mencari yang ingin berpartisipasi,” katanya.* Sumargo Pangestu 

BERITA TERKAIT

news
Pejalan kaki untuk gunung-gunung tropis Indonesia. Mencintai sastra, fanatis timnas Garuda, dan sedang aktif di sepak bola usia dini. Anak pertama dari tiga bersaudara.
Total Komentar 0
Tulis Komentar +
ARTIKEL SEBELUMNYA