#1
TOPSKOR   |   Harian Olahraga Pertama di Indonesia
INFOGRAFIS: Membedah Kekuatan Tim Tango Argentina
19 June 2019 10:54 WIB
BELO HORIZONTE – Dengan Lionel Messi, Sergio Aguero, Paulo Dybala, atau Lautaro Martinez, gol idealnya bukanlah persoalan bagi timnas Argentina. Terlepas dari status bintang yang tersemat kepada Messi, Aguero, atau Dybala, lini depan Tim Tango pilihan Lionel Scaloni datang ke Piala Amerika 2019 yang digelar di Brasil ini dengan rapor produktivitas mengagumkan.

Ditambah Matias Suarez, lima penyerang Argentina total telah menorehkan 101 gol dalam kompetisi musim lalu bersama klub masing-masing. La Pulga—julukan Messi—tentu yang paling produktif dengan 50 gol dalam semua ajang bersama Barcelona. Aguero (Manchester City) dan Dybala (Juventus) masing-masing menorehkan 32 gol dan 10 gol. Jadi, modal jumlah gol tersebut statistik yang membuat Tim Tango mudah mengoyak gawang lawan.

Namun, yang terjadi justru sebaliknya. Amunisi Tango dengan gol-golnya seperti paradoks: mesin gol seharusnya bisa mencetak gol atau mudah mengoyak gawang lawannya. Kekalahan dari timnas Kolombia, Sabtu (15/6) lalu justru memberikan kenyataan yang berbeda. Bahkan, baik Messi dan Aguero tidak mampu melepaskan tembakan. Keduanya pun sulit untuk sampai ke jantung pertahanan lawan.


Baca Juga :
- INFOGRAFIS: Mengulik Sisi Negatif Persija
- INFOGRAFIS: Arti Besar Maguire Buat MU

Karena itulah, kekalahan serta kegagalan menorehkan gol menjadi perhatian terkait performa pasukan Scolani jelang menghadapi Paraguay, dalam laga kedua penyisihan Grup B Piala Amerika, Rabu (19/6) atau Kamis pagi WIB. Mengapa Tim Tango kesulitan menorehkan gol meski mereka memiliki barisan pemain terbaik dunia dan deretan pemain berpengalaman dalam kariernya?

Scaloni tampaknya mencoba memecahkan persoalan ini dalam latihan timnya, Senin (17/6) lalu. Scaloni dan asistennya memberikan sesi latihan khusus bagi para penyerang, seperti pergerakan dalam menyerang. Messi, Aguero, Dybala, Lautaro, dan Suarez, berganting menggiring bola, memanfaatkan umpan, untuk kemudian melepaskan tembakan ke arah tiga kiper mereka, Franco Armani, Agustin Marchesin, dan Juan Musso.

Para penyerang Argentina dalam latihan tersebut tampak antusias untuk memperlihatkan mereka mampu mencetak gol, persoalan yang coba mereka pecahkan. Dari aspek individu, tentu saja barisan mesin gol timnas Argentina tidak memiliki persoalan terkait gol. Untuk melihat “minimnya” gol timnas Argentina dapat dilihat dari sejumlah laga sebelumnya, khususnya sejak dilatih kepelatihan Scaloni.

Total, sudah 10 pertandingan Argentina di bawah kepelatihan pria 41 tahun tersebut dan Tim Tango mampu mencetak 17 gol. Itu tentu jumlah yang bagus. Meski demikian, faktanya, bisa dilihat terkait gol-gol tersebut. Ya, 11 gol di antaranya mereka ciptakan ke gawang tim-tim yang tidak berada dalam level tertinggi seperti lawan Guetemala, Irak, dan Nicaragua.

Sebaliknya, ketika menghadapi tim yang levelnya relatif setara, statistiknya justru berbeda. Argentina asuhan Scaloni empat kali menghadapi tim asal Amerika Selatan dan hanya mampu menorehkan satu gol. Satu-satunya gol tersebut diciptakan Lautaro saat lawan Venezuela (kalah 1-3). Sedangkan tiga laga lainnya, Tim Tango tidak mampu mencetak gol dan tidak menang pula, yaitu 0-0 lawan Kolombia, 0-1 lawan Brasil, dan terakhir kalah 0-2 dari Kolombia dalam Piala Amerika 2019 ini.

Cadangan Abadi?
Dengan  situasi saat ini, Scaloni pun tampaknya tidak akan melakukan perubahan. Lawan Paraguay, ada kemungkinan dia memberikan tempat kepada Suarez dengan Messi di kanan dan Marcus Acuna di kiri. Acuna merupakan pemain sayap untuk menambah kekuatan serangan Tim Tango dari sisi kiri. Meski demikian, Scaloni pun memiliki pilihan yang lebih meyakinkan dengan menurunkan Aguero bersama Messi dan Acuna.

Fan Argentina dan juga mantan pemain Tim Tango menunggu Scaloni untuk menurunkan Dybala di lini depan. Lawan Kolombia, bintang 25 tahun ini bahkan tidak diturunkan dari bangku cadangan. Dybala di Argentina dinilai tidak memiliki kesempatan yang cukup untuk tampil. Alasannya, karena Dybala nyaris memiliki karakter yang sama permainannya dengan Messi.


Baca Juga :
- INFOGRAFIS: Prediksi PSS Vs PSIS
- INFOGRAFIS: Arsenal Harus Maksimalkan Oezil

“Messi dan Dybala bisa bermain bersama, tapi belum saatnya,” kata Scaloni. Dengan demikian, akan sulit bagi Dybala untuk mendapatkan tempat dalam starter selama masih ada Messi. Meski demikian, Scaloni tidak menutup kemungkinan tersebut. Dan, lawan Paraguay, Argentina membutuhkan semua penyerang terbaiknya, termasuk Dybala.* Irfan Sudrajat


 

BERITA TERKAIT

Total Komentar 0
Tulis Komentar +
ARTIKEL SEBELUMNYA