#1
TOPSKOR   |   Harian Olahraga Pertama di Indonesia
Gasperini Merestui Atalanta Rekrut Muriel
20 June 2019 12:07 WIB
BERGAMO – Cedera lutut kiri yang menghentikan partisipasi Luis Muriel di Piala Amerika, Sabtu (15/6), membawa berkah bagi Atalanta BC. Pasalnya, negosiasi dengan Sevilla FC menjadi lebih cepat dilakukan. Klub La Liga itu berharap mendapatkan minimal 18 juta euro (sekira Rp288 miliar). Jumlah tersebut sepertinya sulit dipenuhi ACF Fiorentina yang meminjam pemain musim lalu.

Tokoh kunci dalam operasi ini adalah manajer Alessandro Lucci, yang terus berhubungan kontak dengan pemimpin Atalanta Antonio Percassi dan Direktur Teknik Giovanni Sartori. Mereka sekarang berada dalam tahap menemukan solusi transfer. Ada dua jalan: penjualan atau pinjaman dengan hak penebusan.

Pelatih La Dea Gian Piero Gasperini merestui perekrutan Muriel meski terancam tak bisa menurunkannya di pekan pembuka Seri A. Dia memikirkan kebutuhan tim untuk jangka panjang. Apalagi musim depan, mereka juga harus tampil di Liga Champions, selain dua turnamen domestik Seri A dan Piala Italia.


Baca Juga :
- Insigne: Saya Ingin di Napoli Seumur Hidup
- Giampaolo Ingin Piatek seperti Quagliarella

Atalanta akan memiliki percampuran pengorbanan dan kepintaran taktik (Alejandro Gomez), kemudian kreativitas (Josip Ilicic) yang ditambah dengan fisik (Duvan Zapata). Muriel tidak akan menjadi wakil Zapata, tapi menggantikan kompatriotnya itu saat perlu beristirahat. Keduanya juga bisa ditandemkan.

Di sisi lain, kehadiran pemain 28 tahun tersebut akan memicu persaingan sengit di lini depan. Pelatih dapat memodifikasi modulnya dari 3-4-1-2 menjadi 3-4-3 dengan Muriel yang bergerak melebar.

Selain insting gol yang tajam, ada faktor lain yang membuat Atalanta terpikat. Pengalaman melakoni beragam taktik di klub berbeda telah memperkaya wawasan pencetak enam gol di Seri A 2018/19 tersebut.

Muriel turun dalam skema 3-5-2 saat membela Udinese Calcio (2013-2015). Dia pernah membantu Antonio Di Natale atau bertugas sebagai ujung tombak permainan dengan Roberto Pereyra dan Piotr Zielinksi di belakangnya. Kala bergabung dengan UC Sampdoria, striker itu belajar menjadi elemen tridente (sayap maupun sentral serangan). Kadang Marco Giampaolo mendapuknya sebagai penyerang kedua di depan trequartista.


Baca Juga :
- Ramsey Datang untuk Melayani Ronaldo
- Blueprint Permainan Inter Sudah Tergambar

Sementara di Sevilla, Muriel jarang beraksi dalam formula permainan yang bertumpu pada dua penyerang (3-4-1-2 dan 4-4-2). Namun, lebih sering menjadi acuan dalam skema 4-2-3-1. Saat di Firenze, dia tampil brilian pada formasi 4-3-3. Jebolan akademi Deportivo Cali tersebut mengawal sektor kiri dan Giovanni Simeone di tengah. Mereka kerap bertukar tempat.

Ketika Vincenzo Montella mengambil alih kursi pelatih I Viola dari Stefano Pioli, Muriel kembali memainkan modul 3-5-2. Dia menjadi pasangan ideal bagi Federico Chiesa. Dengan riwayat pengalaman tersebut, striker tersebut  pasti tidak butuh waktu lama untuk menyesuaikan diri di Zingonia.* Dari Berbagai Sumber 

BERITA TERKAIT

Total Komentar 0
Tulis Komentar +
ARTIKEL SEBELUMNYA