#1
TOPSKOR   |   Harian Olahraga Pertama di Indonesia
INFOGRAFIS: Pengorbanan AC Milan Biar Cepat Sehat
20 June 2019 12:13 WIB
MILAN – Skuat AC Milan sedang menanti nasib soal partisipasi ke Liga Europa musim depan. Opsi pertama, mereka tidak ikut dalam kompetisi tersebut, tapi segala pelanggaran terkait Financial Fair Play (FFP) bakal dihapus. Kedua, I Rossoneri tetap berlaga di Liga Europa, namun sanksi dari UEFA harus dijalani sampai 2020/21.

Inilah yang sedang diperjuangkan Milan. Berat memang, karena mereka menghadapi dua situasi sekaligus: bersama Pengadilan Arbitrasi Olahraga (CAS) untuk periode 2015-2017, kemudian dengan UEFA buat siklus 2016-2018. UEFA juga tak bisa memutuskan kasus kedua selama perkara Milan dengan CAS belum  tuntas.

Milan sebelumnya mengajukan banding kepada CAS atas pelanggaran selama 2015-2017, tapi belum mendapat jawaban. Kabar terakhir menyebutkan bahwa akan ada perkembangan pada 14 Agustus mendatang, namun itu sudah melewati batas pendaftaran Liga Europa. Padahal, Milan punya rencana untuk mengundurkan diri dari kompetisi tersebut demi menghapus semua dosa finansial.


Baca Juga :
- INFOGRAFIS: Mengulik Sisi Negatif Persija
- Insigne: Saya Ingin di Napoli Seumur Hidup

Tim pengacara I Rossoneri (termasuk dari Elliott) siap bertemu dengan UEFA. Namun, hal itu sangat sulit karena pengambil keputusan tak mungkin bernegosiasi dengan pihak yang bersalah. Jadi, yang bisa dilakukan Milan saat ini hanya berharap UEFA mau mengabulkan permintaan mereka untuk mundur dari Liga Europa musim depan dan memulai kembali dari nol.

Solusi lebih logis adalah mencabut banding kepada CAS, mengakui kesalahan, dan menerima sanksi buat periode 2015-2017. Namun, Elliott tak sudi menempuh jalan tersebut. Mereka menganggap kesalahan pada era itu dilakukan oleh Fininvest dan Li Yonghong, jadi memohon pengertian UEFA untuk mengabaikannya. Mereka hanya mau bertanggung jawab buat pelanggaran 2016-2018.

Banding terhadap CAS akan terus berlanjut sembari mengupayakan jalan buat menghapus pelanggaran terkini. Milan tahu bahwa mereka akan kesulitan menyeimbangkan neraca sebelum 2021, jadi meminta solusi singkat saja. Elliott bersedia menanggung kerugian 15-30 juta euro dari ketidakhadiran di Liga Europa musim depan, asalkan bisa memulai musim 2020/21 dengan keuangan yang kembali sehat.

UEFA diyakini akan memberi jawaban soal ini dalam waktu dekat. Seandainya Badan Sepak Bola Eropa itu menerima tawaran Milan, maka akan ada perubahan dalam susunan kontestan Liga Europa asal Italia. Torino FC yang sebelumnya tak lolos masuk hitungan bakal berlaga di babak kualfikasi. Sedangkan AS Roma juga mendapat keuntungan, yakni langsung lolos ke fase grup. Namun, semua itu hanya bisa terjadi atas izin UEFA.

Peran Boban

BUKAN hanya sekadar memiliki latar belakang yang kental antara Zvonimir Boban dan AC Milan. Kehadiran bintang I Rossoneri 1991 hingga 2001 ini sekaligus juga upaya Milan dalam memperjuangkan nasib mereka terkait FFP. Boban selama ini merupakan sosok yang memiliki posisi di FIFA, tepatnya sebagai sekretaris jenderal.


Baca Juga :
- Giampaolo Ingin Piatek seperti Quagliarella
- Ramsey Datang untuk Melayani Ronaldo

Dengan pengetahuan dan pengalamannya tersebut, diharapkan Boban dapat memberikan solusi terbaik dalam menghadapi situasi yang terjadi. Di sisi lain, tentu, Boban secara teknis dibutuhkan untuk mencari pemain bertalenta khususnya pemain tengah dalam hal ini pemain dari Milan junior.*** Dari Berbagai Sumber

 

BERITA TERKAIT

Total Komentar 0
Tulis Komentar +
ARTIKEL SEBELUMNYA