#1
TOPSKOR   |   Harian Olahraga Pertama di Indonesia
Ini 10 Hal yang Perlu Diketahui Soal Matthijs De Ligt
25 June 2019 13:47 WIB
TURIN – Juventus FC ingin segera meninggikan tembok pertahanan skuat asuhan Maurizio Sarri. Operasi mercato Matthijs De Ligt terlihat berprospek cerah. Tawaran gaji 12 juta euro (sekira Rp193 miliar) tentunya sulit ditampik remaja 19 tahun, ditambah lagi peluang tampil dengan salah satu tim top Eropa. Sekarang tinggal cara Direktur Olahraga Fabio Paratici meyakinkan Ajax.

De Ligt, yang berpotensi jadi pemilik gaji tertinggi kedua Seri A setelah Cristiano Ronaldo, memiliki jiwa pemberani dan kompetitif. Sifat itu ditunjukkan saat pesta kemenangan Ajax di Eredivisie 2018/19. Dengan mikrofon dan trofi di tangan, bek tersebut berbicara kepada tifosi layaknya seorang jenderal yang memimpin pasukan sebelum berperang. bertransformasi menjadi seorang pemimpin. Berikut 10 hal yang perlu diketahui tentang kapten de Godenzonen itu.

Rekor
Meski masih sangat muda, De Ligt mampu mengukir sejarah beberapa kali. Dia menjadi kapten paling muda yang pernah memainkan semifinal Liga Champions (19 tahun dan 261 hari,  Tottenham Hotspur-Ajax) dan debutan paling belia dalam tim nasional Belanda setelah Perang Dunia II (17 tahun, 7 bulan dan 10 hari, Bulgaria-Belanda).


Baca Juga :
- De Ligt Mendarat di Turin, Ini Klausul Rilis Kontraknya dengan Juventus
- Penampakan Matthijs De Ligt Mendarat di Turin

Keluarga
Difensore itu lahir di Leiderdorp, Belanda, dari pasangan Vivian dan Franck. Dia memiliki adik kembar laki-laki dan perempuan bernama Wouter dan Fleur. Matthijs dekat dengan ibunya dan Wouter, bersama-sama berkunjung untuk pertama kalinya ke stadion Ajax dan langsung jatuh cinta.

Kekasih
De Ligt menjalin asmara dengan model cantik yang juga putri bek Ajax, periode 1980-1984, Keje Molenaar. Annekee sangat aktif di media sosial dan membintangi banyak iklan.

Nama panggilan
Di lapangan semua memanggil 'Matta', singkatan dari Matthijs. Namun julukannya adalah ‘dikkie’ yang dalam bahasa Belanda berarti tembam. Nama panggilan ini masih mengikuti pemain sampai sekarang. Alih-alih tersinggung, De Ligt tidak sangat menyukainya.

Olahraga lain
Kedua orang tua Matthijs menyukai tenis tapi tidak untuk turnamen. Sebelum fokus pada sepak bola, putra sulung mereka ikut bermain tenis tapi mengerti bahwa ini bukan olahraga favoritnya. Dia juga sempat mencoba hoki.

Idola
Sekolah Italia, yaitu sepak bola yang menghasilkan banyak bek, menjadi acuan Matthijs yang sangat menyukai Giorgio Chiellini-Leonardo Bonucci, pasangan yang bisa berbagi peran dengannya di lapangan. Pemuda itu juga mengidolakan Franco Baresi dan Alessandro Nesta. Pengecualian untuk striker Cristiano Ronaldo, yang menyarankan pindah ke Juve. 

Ajax
Abcoude, area tempat tinggal pemain, berjarak 5 km dari Cruijff ArenA. Ajax mungkin selalu menjadi takdir pemain yang bahkan menghafal sejarah dan statistik klub.

Sahabat
Abdelhak Nouri yang biasa dipanggil 'Appie' adalah sahabat Mattihjs selama main di tim junior. Sayangnya, mantan gelandang ini mengalami aritmia pada 2017 dan bangun dari koma setahun kemudian dengan kerusakan otak. Bek itu selalu mendedikasikan kemenangan untuk sahabatnya, “Appie, ini untuk Anda.”


Baca Juga :
- Insigne: Saya Ingin di Napoli Seumur Hidup
- Giampaolo Ingin Piatek seperti Quagliarella

Staf persiapan
Matthijs butuh motivasi. Orang yang membantunya menjadi pemain seperti sekarang adalah Troy Douglas, selama dua tahun bekerja sebagai staf Ajax dan mengubah karier De Ligt pada pandangan pertama.

Manajer
Super manajer bagi super pemain. Mino Raiola mengurus semua kepentingan pemuda bertinggi 1,89 meter itu selama lebih dari 2 tahun terakhir. Mereka bertemu pertama kali saat De Ligt masih di bawah umur, tepatnya pada Januari 2017. Raiola meyakinkan bahwa bek itu akan sukses.*** Dari Berbagai Sumber

BERITA TERKAIT

Total Komentar 0
Tulis Komentar +
ARTIKEL SEBELUMNYA