#1
TOPSKOR   |   Harian Olahraga Pertama di Indonesia
INFOGRAFIS: Skema Argentina Makin Jelas
25 June 2019 12:03 WIB
SAO PAULO – Argentina akhirnya memiliki skema yang semakin jelas. Kemenangan atas Qatar dalam laga penyisihan terakhir Grup B, Tim Tango tampil dengan dua penyerang berkarakter 9: Sergio Aguero dan Lautaro Martinez sebagai starter. Melihat ada dua penyerang murni dalam starter merupakan fakta yang jarang terjadi. Tampaknya, keputusan pelatih Lionel Scaloni menurunkan duet Aguero-Lautaro tidak terlepas dari situasi Argentina jelang pertandingan ini digelar.

Laga ini sangat krusial karena menentukan nasib Lionel Messi dan kawan-kawan ke perempat final. Kekalahan dan hasil imbang dalam dua laga sebelumnya memang membuat posisi Argentina terancam terlempar lebih awal. Karena situasi itulah Tim Tango membutuhkan gol yang membuat Scaloni sedikit keluar dari kebiasaan Argentina. Dan, Scaloni boleh jadi bereksperimen terkait keputusannya tersebut. Namun, faktanya, eksperimen itu justru berhasil.

Ya, Argentina menang dan sukses itu ditandai dengan dua gol yang diciptakan dua penyerang starter dalam pertandingan ini. Kini, ada kemungkinan bahwa Scaloni akan kembali menerapkan taktik tersebut yaitu menempatkan dua penyerang murninya di lini depan. “Mereka berdua tampil dengan cara yang luar biasa. Mereka mengerti dan tahu apa yang harus dilakukan jika bermain dengan cara seperti ini,” kata Scaloni, setelah laga berakhir.


Baca Juga :
- INFOGRAFIS: Mengulik Sisi Negatif Persija
- INFOGRAFIS: Arti Besar Maguire Buat MU

Pelatih 41 tahun ini artinya mengakui bahwa bermain dengan dua penyerang yang memiliki karakter sama memang jarang diperlihatkan Argentina dalam berbagai pertandingan sebelumnya. Tim Tango lebih banyak menerapkan strategi dengan satu penyerang yang didukung oleh sejumlah gelandang kreatif di sekelilingnya. Dalam pertandingan kedua penyisihan grup contohnya saat lawan Paraguay yang berakhir 2-2, Scaloni menempatkan Lautaro dan Messi sebagai duet lini depan dalam pola 4-4-2.

Sedangkan pada laga pertama ketika kalah dari Kolombia, dua pemain depan dalam pola tersebut adalah Aguero dan Messi. Intinya, strategi Argentina memang cenderung menggunakan satu penyerang ketimbang dengan dua penyerang kembar. Bahkan, pola ini sudah terjadi dalam ajang-ajang besar seperti Piala Dunia 2014, Piala Amerika 2015, Piala Amerika 2016, dan Piala Dunia 2018. Dari pelatih Alejandro Sabella, Gerardo Martino, dan Jorge Sampaoli, hanya Sabella yang pernah menurunkan dua penyerang kembar namun hanya dalam dua pertandingan.

Ketika itu, dalam fase grup Piala Dunia 2014 lawan Irak (1-0), Sabella menurunkan Aguero dan Gonzalo Higuain dalam pola 4-3-1-2. Sabella juga menurunkan pola dua penyerang tersebut ketika mengalahkan Nigeria. Tapi, pada fase knockout, Argentina-nya Sabella kembali dengan skema satu penyerang. Setelah itu, pola satu penyerang pun terus diusung pelatih Argentina selanjutnya seperti Martino dan Sampaoli.

Bahkan, Sampaoli pernah meniadakan penyerang 9 dalam skemanya yaitu dalam laga 16 besar Piala Dunia 2018 lawan Prancis. Dengan pola 4-3-3, lini depan Argentina ketika itu dimainkan oleh Angel Di Maria di kiri, Messi di tengah, dan Cristian Pavon di kanan. Dengan strategi tersebut, Argentina pun gagal ke perempat final setelah kalah 3-4 dari Prancis.

Kini, setelah melihat permainan Aguero dan Lautaro di lini depan, Scaloni tampaknya akan kembali menggunakan strategi dua penyerang ini saat menghadapi Venezuela dalam fase perempat final, Kamis (27/6) nanti. “Mereka harus ikut turun ketika tim kehilangan bola dan itu sangat menarik. Mereka mengakhiri pertandingan tersebut dengan mengesankan,” kata Scaloni lagi menilai duet Aguero dan Lautaro.


Baca Juga :
- INFOGRAFIS: Prediksi PSS Vs PSIS
- INFOGRAFIS: Arsenal Harus Maksimalkan Oezil

Bermain dengan Lautaro pun tampaknya bukan persoalan bagi Aguero. Dengan gol tersebut, penyerang Manchester City ini total telah mencetak 40 gol bersama timnas Argentina dari 93 pertandingan. Aguero kini menjadi pemain ketiga dalam sejarah sepak bola Argentina yang mampu mencapai 40 gol atau lebih. Di atas Aguero ada Gabriel Batistuta dengan 54 gol dan tentu saja Messi yang telah mencetak 68 gol untuk Tim Tango.

“Saya fokus, tenang, dan saya merasa beruntung dapat mencetak gol. Saya sangat bahagia karena gol ini membuat saya percaya diri,” kata Aguero. Kebahagiaan yang sama pun dirasakan duetnya, Lautaro. “Saya bahagia karena kami melangkah ke perempat final. Strategi yang diterapkan pelatih berjalan dengan baik,” dia menegaskan.* Irfan Sudrajat
 

BERITA TERKAIT

Total Komentar 0
Tulis Komentar +
ARTIKEL SEBELUMNYA