#1
TOPSKOR   |   Harian Olahraga Pertama di Indonesia
Eksklusif Wawancara Ayah Valentino Rossi
16 Pebruari 2016 14:52 WIB
870
0

MILAN – Hari ini, 16 Februari, Valentino Rossi genap berusia 37 tahun. Setengah dari usianya dihabiskan untuk berlomba di lintasan. Maklum, ia melakoni debutnya di kelas 125 cc pada 1996, saat masih 17 tahun. MotoGP 2016 pun merupakan musim ke-21 bagi pembalap asal Italia itu dalam Kejuaraan Dunia Balap Motor.

           

Selama 21 tahun berkarier, Rossi sudah merasakan sembilan gelar juara dunia (1-125 cc, 1-250 cc, 1-500 cc, dan 6-MotoGP). Meski begitu, ia juga banyak mengecap pengalaman buruk, termasuk akhir musim lalu. Namun, Rossi tetap spesial pada usianya saat ini. Berikut wawancara La Gazzetta dello Sport bersama ayah Rossi, Graziano Rossi, mengenai sosok anaknya:

 

Graziano, Rossi akan berusia 37 tahun….

Saya ingin kembali melihat ke belakang. Setidak-tidaknya 20 tahun lalu, dan memulai semuanya kembali dari nol tanpa mengetahui apa yang terjadi sekarang. Tahun pertama di Kejuaraan Dunia di kelas 125 cc, sebuah momen yang ingin saya rasakan kembali. Saat itu, situasinya rumit dan tak terlupakan.

 

Kenapa Anda dan Stefania Palma (ibu Rossi) memberinya nama Valentino?

Saya punya sahabat yang memiliki nama Valentino. Bersama dia, kami sering bermain motorcross. Suatu hari, kami berjanji bertemu di pantai, tapi saya tidak pernah lagi melihatnya karena dia tenggelam. Namun, ia tetap ada dalam kenangan saya. Selain itu Valentino adalah nama yang indah.

 

Anda sosok ayah seperti apa?

Menurut saya, sepertinya saya tidak begitu terlibat dalam kehidupan Rossi. Saya terlalu fokus pada pekerjaan yang menjadi bagian dari hobi dan kehidupan saya.

 

Rossi sendiri putra seperti apa?

Seorang putra yang selalu dapat saya banggakan kepada sahabat, dan siapa saja. Karena dia selalu melakukan semua hal istimewa.

 

Katanya, ketika Rossi masih kecil, bukan dia yang banyak bertanya tapi Anda?

Benar, tapi apa alasannya tidak ada penjelasan psikologis. Dia merupakan anak pintar, sedangkan saya sebaliknya. Setelah berlomba dengan motor dan terbentur di bagian kepala, saya tidak lagi sepintar sebelumnya.

 

Kemudian, 37 tahun usia yang seperti apa?

Dari sudut pandang olahraga, usia yang menghadirkan tanda tanya dan pengharapan bagi masa depan. Usia yang mendorongnya memikirkan keluarga, anak dan juga gelar juara dunia ke-10.

 

Apakah Anda akan memberi hadiah?

Selalu. Saya pernah menghadiahkan baju yang sangat indah.

 

Setelah tes Sepang, apa yang dikatakan Rossi?

Melihat (Jorge) Lorenzo berlomba dengan sangat kuat, bukan sebuah kejutan. Yamaha selalu yang pertama dan kedua. Rossi juga senang.

 

Apakah kekecewaan Rossi sudah berlalu?

Memang tidak mudah melupakannya, tapi setelah dua bulan, tidak ada lagi kenangan negatif.

 

Semua bertanya, sampai kapan Rossi akan berlomba?

Tergantung dari seberapa senang dia berlomba. Butuh 4-5 lomba musim ini untuk memahaminya. Namun, saya pribadi berharap ia masih berlomba dua tahun lagi (sampai 2018).

BERITA TERKAIT

Penulis
news
Ada istilah 'Umroh' atau Haji' dalam wartawan olahraga. Parameternya ini: Piala Eropa dan Piala Dunia. Alhamdulillah, saya termasuk beruntung. Saya pernah menjadi saksi kedua event akbar itu. Indahnya bisa berada di antara para jurnalis dunia.
Komentar
ARTIKEL SEBELUMNYA