#1
TOPSKOR   |   Harian Olahraga Pertama di Indonesia
Peluang Enrique Torehkan Sejarah
05 Januari 2017 04:00 WIB

LUIS Enrique adalah raja-nya Piala Raja. Rey Lucho atau Raja Lucho—panggilan Enrique, memang pantas disematkan kepada pelatih Barcelona ini. Piala Raja 2016/17 memang belum berakhir. Ajak bergengsi kedua di sepak bola Spanyol setelah La Liga ini baru memasuki 16 besar. Kamis (5/1) atau Jumat dini hari WIB, Enrique akan membawa pasukannya tandang ke Stadion San Mames, menghadapi Athletic Bilbao, dalam laga pertama 16 besar Piala Raja.

Pertandingan ini dapat juga dikaitkan dengan persaingan di antara kedua klub. Bilbao kebanggaan publik Basque sedangkan Barcelona adalah simbol dari publik Katalunya. Momen final Piala Raja 1983/84 pada 5 Mei 1984 bisa menjadi simbol dari kerasnya persaingan kedua klub ini. Tepatnya ketika terjadi perkelahian sengit antara deretan pemain kedua tim, seperti Diego Maradona (Barcelona) yang menendang pemain Bilbao, Andoni Goikoetxea, yang kemudian terjadilah perkelahian fisik di lapangan.

Aksi Maradona tersebut diyakini pelampiasan dendam kepada Goikoetxea yang melakukan tekel keras dari belakangan di awal musim, 24 September 1983. Karena tekel tersebut, Maradona absen sekitar satu bulan. Karena itu, setiap kali Barcelona bertemu Bilbao, kisah perkelahian dan persaingan kedua tim selalu diungkap lagi.
 
Kini, Bilbao bukan lagi pesaing Barcelona. Bagi Los Azulgrana, laga nanti menjadi bagian upaya mereka untuk mempertahankan peluang meraih gelar. Saat ini, mereka masih tertinggal dari Real Madrid di ajang La Liga. Karena itu, Piala Raja salah satu trofi selain Liga Champions yang bisa membuat musim ini menjadi lebih baik untuk Lionel Messi dan kawan-kawan.

Di tangan Enrique, Barcelona belum pernah gagal dalam ajang Piala Raja. Sejak menangani Barcelona, total telah 20 pertandingan Piala Raja dan timnya tidak pernah mengalami kekalahan (17 kali menang dan tiga kali imbang). Terakhir, mereka ke 16 besar setelah imbang 1-1 dan menang 7-0 atas Hercules di fase 32 besar. Karena trek positif itu pula, dia mampu membawa Barcelona juara Piala Raja dua kali beruntun (2014-2016).

Kini, Enrique membidik yang ketiga. Jika mampu mewujudkannya, Enrique akan menjadi pelatih pertama yang meraih gelar tiga kali beruntun di ajang ini. Bahkan, dari deratan laga tidak terkalahkan tersebut, dia berpeluang membawa Barcelona menyamai atau mematahkan rekor Bilbao di ajang ini yang tidak pernah kalah dalam 26 laga antara 1931 hingga 1934.

Trofi pertama Piala Raja di bawah Enrique (2014/15) diraih setelah meraih kemenangan dalam sembilan pertandingan. Itu menjadi musim yang sempurna bagi Barca di ajang ini karena mereka memenangkan semua laga. Musim ini memang tidak sempurna namun Enrique berpeluang menorehkan rekor, sebagai pelatih pertama yang tiga kali beruntun mengangkat trofi Piala Raja.

Mampukah Barca menaklukkan Bilbao di laga pertama 16 besar ini? Bilbao tim yang memiliki kejutan jika menghadapi Barcelona. Musim ini di La Liga, Barca memang menang 1-0 di San Mames. Namun, di Piala Super Spanyol pada musim lalu, San Mames juga menjadi saksi mereka mampu menggulung raksasa La Liga ini dengan empat gol tanpa balas. Tiga di antaranya lewat aksi Aritz Aduriz.*Irfan Sudrajat
 

BERITA TERKAIT

Total Komentar 0
Tulis Komentar +
ARTIKEL SEBELUMNYA