#1
TOPSKOR   |   Harian Olahraga Pertama di Indonesia
Beda Nasib Alex Yoong dengan Rio Haryanto di Formula 1
09 Januari 2017 22:35 WIB
1403
0

JAUH sebelum Rio Haryanto bertitel sebagai pembalap Formula 1 (F1) pertama asal Indonesia, negara tetangga, Malaysia sudah merasakannya pada 2001-2002 lewat Alex Yoong.

Namun sepak terjang Yoong dengan Rio di F1 bertolak belakang dari sudut pandang dukungan pemerintah. Yoong saat tampil untuk Tim Minardi pada F1 2001-2002 mendapat dukungan penuh dari pemerintah Malaysia.

Pada F1 2002, tim tempat Yoong bernaung bahkan bernama KL (Kuala Lumpur) Minardi Asiatech. Keberadaan nama KL tidak lain lantaran pemerintah Malaysia jadi salah satu sponsor terbesar di tim.

Perdana Menteri Malaysia saat itu Mahathir Mohamad berujar salah satu tujuan berinvestasi di F1 dengan menempatkan Yoong adalah ingin mengenalkan pariwisata yang mereka miliki.

Fakta Yoong tidak lanjut di F1 2003 lantaran prestasi sang pembalap jalan di tempat. Bayangkan ia bahkan sempat tiga kali tidak lolos dari kualifikasi. Sampai sekarang tidak ada lagi penerus Yoong di F1 pun bukan karena pemerintah Malaysia pelit, tapi negara ini memang tidak punya pembalap potensial.

Buktinya, Petronas tetap berinvestasi di F1 meski tidak diperkuat pembalap Malaysia. Hasilnya kini siapa yang tidak kenal Petronas, sponsor utama tim juara dunia konstruktor F1 2014, 2015, 2016: Mercedes.

Rio? Pemerintah Indonesia dalam hal ini Kementerian Pemuda dan Olahraga sejatinya sudah berusaha untuk menyumbangkan dana sponsor. Sayangnya karena berbagai alasan, dana tersebut tidak kunjung cair, bahkan sampai sekarang.

Fakta Rio tampil 12 lomba bersama Manor Racing di F1 2016 berkat kontribusi perusahaan BUMN, Pertamina dan usaha manajemen pembalap asal Solo itu. Rio pun didepak pada putaran ke-13 GP Belgia bukan karena peforma buruk. Tapi karena gagal melunasi kewajiban finansial yang dipatok Manor.

Menyoal prestasi, buktinya Rio beberapa kali bisa mengalahkan rekan setimnya yang berpredikat sebagai pembalap akademi Mercedes Pascal Wehrlein pada sesi kualifikasi. Untuk diketahui, Wehrlein pun datang ke F1 2016 dengan predikat sebagai juara dunia Kejuaraan Dunia Mobil Turing (DTM) 2015!.

Perihal Rio gagal bersaing untuk paling tidak meraih poin adalah karena ia memperkuat tim papan bawah seperti Manor. Pembalap sekaliber Lewis Hamilton atau Nico Rosberg pun tidak akan bisa jadi juara dunia bila mengendarai mobil Manor!.

Kini Rio hampir bisa dipastikan tidak akan ikut F1 2017. Salah siapa? Yang pasti Indonesia telah menyia-nyiakan bakat besar yang dipunyai anak dari Sinyo Haryanto dan Indah Pennywati ini.

Sosok seperti Rio dipastikan tidak akan muncul mungkin sepuluh tahun sekali di negara yang tidak memiliki kultur motorsport kental seperti Indonesia.  

 

 

BERITA TERKAIT

news
AS Roma fan and motorsport addicted
Komentar
ARTIKEL SEBELUMNYA