#1
TOPSKOR   |   Harian Olahraga Pertama di Indonesia
Delapan Pekan Lima Pasang
11 Januari 2017 06:09 WIB
190
0

BANDUNG - Liga TopSkor Zona Bandung membuka jalan buat bocah-bocah yang punya mimpi besar menjadi pesepak bola top Tanah Air. Di turnamen ini mereka mendapat kesempatan untuk memamerkan semua kemampuan terbaiknya agar terus menjadi pilihan pelatihnya. Baik selama babak penyisihan maupun pada babak championship nanti.

Kevin Ekky Putra Jaya Allsopp misalnya. Dalam setiap pekan pagelaran Liga TopSkor, striker Football Plus ini tidak pernah berhenti membuktikan kualitas sepak bolanya. Ia terus tampil spartan dan memberikan kontribusi besar buat timnya. Meski tidak melulu sukses mempersembahkan kemenangan, pelajar kelas 8 SMP Al Ma'soem Bandung ini tidak pernah patah arang.

"Demi Liga TopSkor, saya akan terus berjuang maksimal. Ini momen yang tidak boleh disia-siakan. Event yang harus dimanfaatkan untuk menimba pengalaman oleh seluruh peserta. Sebab, Liga TopSkor bisa menjadi pembuka jalan bagi kami menuju ke jenjang yang lebih tinggi," kata Kevin.

Itu sebabnya, Kevin banyak berkorban di turnamen ini. Demi mendapatkan kenyamanan bermain misalnya, bocah blasteran Indonesia – Inggris ini sudah beberapa kali ganti sepatu bola. 

"Selama Liga TopSkor ini saya sudah menghabiskan lima pasang sepatu bola. Ini sepatu kelima yang saya pakai selama Liga TopSkor," kata Kevin sambil memperlihatkan sepatu Nike Mercurial Super Fly yang juga dipakai mega bintang Real Madrid, Cristiano Ronaldo. Kevin membelinya dengan harga Rp 5,5 juta.

"Saya tidak melihat harga saat membeli sepatu bola.  Tapi, saya mencari kenyamanan. Kebetulan Nike Mercurial ini enak dipakai dan membuat saya bisa nyaman bermain. Itu yang paling penting buat pesepak bola," kata bocah kelahiran 16 Oktober 2002 itu kepada TopSkor di Lapangan Football Plus, Parompong, Lembang.

Bermain sepak bola sejak kelas 2 SD,  Kevin sudah menghabiskan hingga 50 pasang sepatu bola bermerek Nike. Ia selalu “memensiunkan” sepatunya jika dirasakan tidak lagi memberikannya kenyamanan saat berlari dan mengolah si kulit bundar di lapangan hijau. Dan, meminta orang tuanya untuk membelikan yang baru. 

"Kevin pasti bilang kalau sepatunya sudah nggak enak dipakai. Kewajiban saya untuk membelikannya yang baru demi untuk membantu memuluskan cita-citanya," ujar Erlin Herlina Agustine, ibunda Kevin. "Tapi, khusus Liga TopSkor, benar-benar istimewa. Baru delapan minggu, sudah habis lima pasang sepatu. Boros banget ya?" 
Meski boros, Kevin cukup konsekuen. Ketika mendapatkan beasiswa di sekolahnya, bungsu dari tiga bersaudara ini menggunakan uang itu untuk membeli sepatu bola. Setiap bulan, uang beasiswanya selalu berubah jadi sepatu bola. Makanya koleksi sepatu bolanya mencapai 50 pasang. Tapi, yang tersisa sekarang tinggal dua pasang. Sisanya sudah dihibahkan kepada teman-temannya yang membutuhkan.

"Satu saya pakai, satunya lagi dipajang di rumah," kata fan Real Madrid dan Manchester United ini.  "Sepatu yang dipajang itu tidak pernah saya pakai karena itu Nike limited edition Hadiah khusus dari bapak. Sayang kalau rusak karena nggak ada yang jual lagi. Lebih baik jadi sepatu koleksi. Bukan untuk dipakai."*DANI WIHARA

BERITA TERKAIT

Komentar
ARTIKEL SEBELUMNYA