#1
TOPSKOR   |   Harian Olahraga Pertama di Indonesia
LTS Riau Mulai Panas, Tim Tebar Sesumbar
11 Januari 2017 13:21 WIB
277
0

PEKANBARU - Putaran kedua Liga TopSkor zona Riau tampaknya bakal bertensi tinggi. Semua tim serius bebenah diri. Mereka juga sesumbar akan sapu bersih. Tapi, siapa yang lebih mumpuni?

PTPN V dan Tiga Naga U-13 akan membuka laga pertama putaran kedua di Lapangan Tumpal Sinaga, Pekanbaru, Minggu (15/1). Pertandingan ini diyakini bakal menarik. PTPN yang dipoles pelaih Hasan Basri adalah tim muda yang ambisius, sedangkan Tiga Naga tim yang cukup konsisten salama ini. Kedua tim hanya berjarak empat poin di posisi klasemen sementara.

"Kami akan pol-polan dengan materi pemain yang ada. Tapi, untuk bersaing ke tangga juara sangat berat, mungkin tahun depan kami barus bisa bicar banyak," kata Hasan Basri.

Di sektor U-15 juga bakal terjadi laga seru antara juara paruh musim Patriot Muda dn PCSS serta Chevron Rumbai kontra Tiga Naga. Jika PCSS mampu mengalahkan Patriot Muda, bisa menggeser Tiga Naga. Tapi, dengan catatan, Chevron bisa menekuk Tiga Naga. Jarak antara Tiga Naga (poin 12) dan PCSS hanya terbentang satu angka.

"Kami tidak sapu bersih, tapi target dua besar supaya lolos ke Jakarta untuk tampil di Super Championship, Mei 2017," kata Nurmadi, pelatih Chevron Rumbai U-15.
 
Nurmadi optimis bisa mencuri poin dari tim tuan rumah. Dia mengaku sudah mempelajari plus minus Tiga Naga. Di lain pihak, pelatih Tiga Naga Feryandes Rozialta, melihat Chveron sebagai tim yang bisa meledak setiap saat.

"Cheveron bukan lawan mudah, meskipun kami menang di pertemuan pertama, kami tetap akan mewaspadai gaya permainan Chevron yang semakin berkembang setiap pekan," ujar Feryandes.

Menurut Ojik sapaan Feryandes, laga ini sangat menarik karena ia pernah menjadi pemain Chevron. "Bisa dibilang, ini pertemuan antara murid dan guru," tuturnya.

Ojik mengakui timnya memikiki pekerjaan rumah. Terutama dalam permainan sepertiga akhir lapangan lawan. Timnya acap kesultan menghadapi permainan tim yang bertahan. Kurangnya kreativitas dan pergerakan pemain depan di 1/3 lapangan lawan membuat timnya sulit mencetak gol.

"Ketika menghadai tim yang defend dalam formasi 1-3-4-2-1 lebih menguntungkan karena kami dapat lebih memanfaatkan lebar lapangan. Sekarang tinggal bagaimana tiga pemain depan dan wing bisa lebih kreatif dan melakukan pergerakan yang tidak mudah ditebak lawan," ulas Ojik.

Dia mengakui persiapan timnya tidak akan fokus pada membongkar pertahanan Chevron tapi juga mencegah counter pemain depan lawan yang sangat cepat. Tapi, melihat persiapan dan motivasi pemain, dia yakin bisa mengejutkan Chevron seperti pertemuan pertama.*

BERITA TERKAIT

Penulis
news
Ada istilah 'Umroh' atau Haji' dalam wartawan olahraga. Parameternya ini: Piala Eropa dan Piala Dunia. Alhamdulillah, saya termasuk beruntung. Saya pernah menjadi saksi kedua event akbar itu. Indahnya bisa berada di antara para jurnalis dunia.
Total Komentar 0
Tulis Komentar +
ARTIKEL SEBELUMNYA