#1
TOPSKOR   |   Harian Olahraga Pertama di Indonesia
Bupati Malang Dukung Liga TopSkor
12 Januari 2017 04:53 WIB

MALANG - Bupati Malang Rendra Kresna mengapresiasi penuh penyelenggaraan kompetisi usia muda Liga TopSkor 2017 yang akan digelar di Kabupaten Malang dalam waktu dekat. Bahkan, pria yang juga Ketua Umum PSSI Askab Kabupaten Malang itu, berharap Liga TopSkor bisa menjelma menjadi kompetisi resmi yang masuk dalam kalender PSSI level nasional

Pasalnya, Rendra menilai beberapa tahun terakhir Indonesia tidak memiliki kompetisi resmi usia muda untuk level nasional. “Terasa kering negeri ini. Saya pribadi sangat berterima kasih Topskor memberi kepercayaan besar kepada kami untuk menjadi salah satu tuan rumah penyelenggara,” kata Rendra.

“Saya sangat gembira dan mengapresiasi terhadap Harian TopSkor yang memiliki niat luhur membangun sepak bola usia muda lewat Liga TopSkor Pemkab Malang U-14 dan U-16 musim 2017”.

Liga TopSkor Pemkab Malang terbagi menjadi dua tingkatan usia: U-14 dan U-16. Untuk usia 14 akan mempertandingkan pemain kelahiran 2003, sedangkan pemain kelahiran 2001 akan berlaga di U-16. 

Karena peminat kompetisi Liga TopSkor Pemkab Malang sangat banyak, maka panitia memutuskan untuk membagi ke dalam dua grup. Grup A akan digelar di Stadion Kahuripan, Kecamatan Turen, Kabupaten Malang dan Grup B di Stadion Jenggolo, Sidoarjo. 

Membeludaknya peminat hingga jumlah di atas 100 sekolah sepak bola (SSB) di kawasan Jawa Timur, memaksa panpel harus selektif dan hanya membatasi masing-masing 10 SSB tiap grup dalam dua kelompok usia. Pasalnya, tak hanya peserta dari Malang Raya (Kota Malang, Kabupaten Malang, dan Kota Batu) yang antusias untuk ikut serta, namun juga kota-kota lainnya seperti dari Jawa Timur, mulai Sidoarjo, Surabaya, Tulungagung, Jember, Jombang, Kediri, dan Gresik, bahkan Madura juga tak mau ketinggalan untuk ambil bagian.

“Luar biasa respons terhadap Liga TopSkor di Jawa Timur. Kami sampai kewalahan menerima permintaan mereka untuk ikut serta. Bahkan mereka berebut menjadi tuan rumah. Kami jadi sungkan dan berat hati ketika harus mengatakan dengan halus kepada mereka bahwa peserta sangat selektif dan terbatas,” Ketua Panpel Liga TopSkor Pemkab Malang, Haris Thoffly.

Haris mengungkapkan selain harus selektif memilih peserta yang benar-benar berkomitmen, panitia juga tak ingin di musim perdana kompetisi tidak berjalan ideal karena terlalu banyak peserta. “Saya berharap 2018 nanti, kami bisa menggelar tak sekadar dua grup tapi lebih dari itu di beberapa kota. Tapi, untuk musim ini kami ingin menjaga kualitas kompetisi dengan peserta yang dibatasi,” kata Haris.*NOVAL LUTHFIANTO
 

BERITA TERKAIT

Total Komentar 0
Tulis Komentar +
ARTIKEL SEBELUMNYA