#1
TOPSKOR   |   Harian Olahraga Pertama di Indonesia
KONI Pusat Segera Panggil PP/PB Cabor
11 Januari 2017 23:33 WIB
146
0

JAKARTA – Kasus doping yang dilakukan 12 atlet Pekan Olahraga Nasional (PON) XIX/2016 Jawa Barat (Jabar) dan dua dari Pekan Paralimpiade Nasional (Peparnas XV/2016 memasuki babak selanjutnya. Setelah Gubernur Jabar, Ahmad Heryawan mengungkap nama-nama atlet tersebut, kini giliran  Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) yang melakukan tindakan.

Kuntransmiadi Inugroho selaku Wakil IV Ketua Umum KONI Pusat, mengatakan pihaknya akan segera memanggil Pengurus Besar (PB) dan Pengurus Pusat (PP) organisasi cabang olahraga (cabor) yang menaungi 14 atlet yang telah dinyatakan positif mengonsumsi obat terlarang itu. Hal ini disampaikan di Gedung KONI, Pusat Senayan, Jakarta, Selasa (10/1).

Pria yang akrab disapa Inu juga menuturkan KONI Pusat akan melakukan evaluasi secara menyeluruh sehingga nantinya peristiwa ini tidak terjadi di ajang multievent lainnya. Selain itu, kasus yang mencoreng dunia olahraga di Tanah Air ini juga merupakan tanggung jawab KONI Pusat beserta PB/PP induk organisasi cabor.

“Kami akan memanggil induk organisasi cabor binaraga, karena dalam kasus doping ini atletnya menjadi yang terbanyak. Tentu juga yang PP/PB lain yang atletnya terlibat,” kata Inu. Dalam kesempatan ini, KONI Pusat juga meminta  penitia pelaksana multievent di dalam negeri untuk aktif melakukan sosialisasi doping bersama Lembaga Anti Doping Indonesia (LADI).

“Selain itu, KONI Pusat akan mengaktifkan bidang sport science kesehatan untuk memberikan pembekalan tentang doping. Hal ini dilakukan agar nantinya peristiwa seperti ini tidak terlulang,” Inu menambahkan.

Sebelumnya, bertempat di Gedung Sate, Bandung, Jabar, Senin (9/1), Aher sapaan akrab Ahmad Heryawan selaku Ketua Umum PB PON dan Peparnas mengumumkan atlet yang positif mengunakan doping berkompetisi di empat cabor PON: binaraga, angkat berat, berkuda, dan menembak.

“Jika diurutkan dari asal provinsi, rinciannya Jabar empat atlet, tiga atlet dari Jawa Tengah (Jateng), Bengkulu DI Yogyakarta, Bangka Belitung, Kalimantan Timur (Kaltim) serta  Kepulauan Riau masing-masing satu atlet," kata Aher.

 Sementara itu, menyinggung sanksi yang akan diberikan kepada 14 atlet tersebut, Inu mengatakan KONI Pusat masih menunggu hasil pemeriksaan Dewan Disiplin yang dibentuk Kementerian Pemuda dan Olahraga (Kemenpora) bersama LADI.

Sekadar informasi, Dewan Disiplin ini terdiri dari orang-orang yang berkompeten seperti: pakar hukum olahraga, pakar kesehatan, pengurus olahraga dan mantan atlet yang lima tahun aktif menekuni olahraga. Nantinya mereka akan melakukan hearing dengan atlet yang positif menggunakan doping.

Dewan Disiplin akan mengklarifikasi atlet tersebut kenapa hal itu terjadi dan menangani bila ada atlet yang keberatan dengan sanksi yang diberikan. “Dewan Disiplin akan menentukan sejauh mana kualifikasi pelanggaran yang dilakukan. Berbagai kemungkinan bisa terjadi, seperti atlet itu tidak tahu atau atlet itu menjadi korban dari pihak lain. Dari sinilah akan ditentukan sanksi berikutnya," ujar Inu.

Selain pencabutan medali, hukuman berat dapat diberikan kepada atlet yang positif mengonsumsi doping. Larangan tampil  selama empat tahun di semua kejuaraan misalnya. “Bagaimana sanksi yang akan diberikan nanti KONI Pusat masih menunggu hasil dari Dewan Disiplin dan juga upaya banding dari atlet. Namun yang jelas, sanksi berat akan diterapkan untuk efek jera," Ia menjelaskan.

BERITA TERKAIT

news
Sosok yang humanis / Ig: @akunramdan
Komentar
ARTIKEL SEBELUMNYA