#1
TOPSKOR   |   Harian Olahraga Pertama di Indonesia
Billy Keraf: Aku Masih Bocah, Jangan Dulu Banyak Berharap
25 April 2017 13:52 WIB

Satu wonder kid lagi muncul di GO-JEK Traveloka Liga 1. Dia adalah Fulgensius Billy Paji Keraf. Diplot sebagai pengganti Febti Hariyadi, penampilan  Billy langsung memesona. Menggoda hasrat bobotoh yang haus permainan impresif pasukan muda Maung Bandung. Membius lawan ya g tidak fokus menjaga pergerakkannya. 

Dilaga kedua Billy terbang ke puncak prestasi dan mencetak sejarah besar dalam perjalanan prestasi Jagoan Bandung. Bagaimana ia menikmati hari-harinya bersama Persib, berikit obrolannya dengan Topskor di mess Persib.

Billy, di hadapan PS TNI kamu tampil luar biasa dan kompetitif. Apa rahasianya?

Nggak ada rahasia yang istimewa. Saya cuma main lepas dan tidak mikirin beban berat. Kebetulan saya orangnya dablek. Jadi cuek aja selama main membela Persib. Yang ada dikepala main bagus dan bantu tim raih kemenangan.

Assit kamu sangat akurat, bantu Atep cetak gol ke gawang PS TNI?

Itu feeling saja. Kebetulan saya lihat Atep posisinya bebas. Dan jika dikasih umpan matang dia bisa cetak gol. Jadi saya placing saja bola ke Atep. Dan Puji Tuhan jadi gol kedua Persib.

Gara-gara itu banyak bobotoh menganggap kamu idola baru Persib?

Terima kasih. Saya senang bisa diterima bobotoh Persib yang terkenal luar biasa hebatnya. Itu jadi motivasi saya untuk maju dan berkembang di Persib, tim besar dengan pemain-pemain besarnya.

Melihat penampilan kamu lawan PS TNI, bobotoh banyak yang berharap kamu jadi figur sentral Persib

Ahh, harapan itu terlalu besar dan terburu-buru. Saya masih belajar. Saya belum apa-apa. Bocah yang baru belajar sepak bola. Jadi mohon bobotoh bersabar dan tidak berharap yang tinggi dulu. Tapi saya akan berikan yang terbaik setiap kali dipercaya tampil oleh pelatih.

Apa folosofi kamu didunia sepak bola, khususnya di Persib?

Saya selalu berpegangan pada ilmu padi. Semakin berisi semakin menunduk. Tidak boleh sombong dan jumawa dengan hasil yang sudah di dapat. Tapi terus memperbaiki diri dan menambah ilmu sepak bola.

Filosofi itu yang membuat kamu bisa diterima di Persib?

Saya rasa begitu. Saya tidak pernah lelah dan frustrasi ikut trial di Persib. Saya ikuti semua intruksi pelatih. Saya jalani dan serap pesan-pesan pemain senior. Saya bawa senang semuanya, meski lelah dan capainya bukan bohong.

Siapa pemain Persib yang paling berpengaruh hingga kamu lulus trial?

Semua pemain Persib membimbing saya. Semua membantu saya memahami cara main Persib di Liga 1.
Semua pemain berharap saya bisa beradaptasi dan melebur dengan tim. Itu membuat motivasi saya terus meletup. Dan menambah keyakinan bakal lulus trial.

Kamu nggak gerogi, masih muda dan miskin pengalaman bisa bermain bareng Michael Essien dan Carlton Cole?

Enggak ada rasa gerogi apalagi minder. Essien dan Cole justru jadi motivasi untuk maju dan jadi pemain profesional. Mereka pemain dunia jadi harus belajar dari mereka. Dan imbangi permainannya. Kebetulan keduanya sangat membumi dan suka bercanda. Jadi saya bisa langsung belajar dari mereka.

Eh, Persib satu-satunya yang nawarin kamu trial? Dan berapa lama kamu dikontral?

Iya, cuma Persib yang nawarin trial. Sementara di klub lain saya ngelamar sendiri. Tapi nggak keterima. Langsung tersingkir di tahap awal.  Saya dikontrak satu musim kompetisi dan siap belajar untuk jadi pemain profesional.

Siapa yang bawa kamu ke Persib?

Bapak Crist Liebert, bos Nike. Dia yang nyalurkan dan bantu cari klub ke jenjang profesional. Saya kenal dengan Bapak Crist pada 2009.  Dia juga manajer saya. Dia ngurus semua kebutuhan saya di luar lapangan.

 

BERITA TERKAIT

news
tukang tulas tulis persib bandung
Total Komentar 0
Tulis Komentar +
ARTIKEL SEBELUMNYA