#1
TOPSKOR   |   Harian Olahraga Pertama di Indonesia
Selamat untuk Garuda Muda dan Owi/Butet
20 Juni 2017 04:00 WIB
0

SEBUAH pesta kecil di Vietnam. Bendera Merah Putih berkibar, nama Indonesia pun berkumandang. Jika ini adalah sebuah awal, semoga ini menjadi langkah awal yang baik. Di bulan Ramadan yang penuh berkah, Indonesia memperlihatkan potensi pemain-pemain muda, generasi penerus di masa depan, lewat sebuah pesan dari Vietnam, yaitu juara di turnamen yang bernama Tien Phong Plastics 2017, Minggu (18/6).

Berkah, karena bukan hanya sebagai juara di turnamen ini melainkan menyabet hampir semua kategori. Pemain terbaik adalah Hamsah Lestaluhu. Pencetak gol terbanyak diraih Rendy Juliansyah, pelatih terbaik adalah Fakhri Husaini, dan Tim Fair Play juga timnas Indonesia U-16. Semua dari Indonesia. Tentu saja, ini merupakan berita baik bagi dunia olahraga, khususnya sepak bola.

Minggu (18/6) juga bukan hanya hari yang cukup bersejarah bagi timnas U-16 melainkan juga untuk dunia badminton Tanah Air. Apalagi jika bukan keberhasilan ganda campuran Tontowi Ahmad/Liliyana Natsir yang sukses menjuarai Indonesia Terbuka Super Series Premier 2017. Di final, ganda yang dikenal dengan sapaan Owi/Butet ini mengalahkan ganda campuran nomor satu dunia asal Cina, Zheng Siwei/Chen Qinchen, 22-20, 21-15.

Demikianlah, Indonesia meraih gelar. Yang diraih timnas U-16 asuhan Fakhri Husaini tentu bukan sebuah trofi dari ajang besar. Namun, maknanya tetap sama yaitu sangat penting dan berharga.  Keberhasilan ini menjadi bekal dalam mempersiapkan tim untuk menyongsong Piala AFF U-15 yang memang sudah berada di depan mata. Tepatnya pada 9 Juli nanti di Thailand.

Setidaknya, sekitar tiga pekan lagi tampil dalam ajang tersebut. Ajang yang lebih besar dan bergengsi. Semoga hasil yang sama dapat diraih para generasi penerus ini. Tentu saja, tantangannya akan lebih berat. Meski demikian, penting untuk selalu tetap optimistis. Dan, gelar yang diraih di Vietnam membantu barisan pelatih untuk membentuk tim yang percaya diri, berani, dan tetap mewaspadai lawan pada Piala AFF U-15 nanti.

Ya, tidak ada yang sempurna. Itulah kata yang sudah ada dalam kepala pelatih berpengalaman seperti Fakhri. Karena itu, dari penampilan timnya di Vietnam selalu ada yang bisa dievaluasi. Jangan cepat puas dengan gelar, sebuah kata yang harus ditanamkan kepada para pemain muda. Dalam usia tersebut, rasa puas terkadang bisa merasuki, yang akan memengaruhi mental. Inilah yang harus dijaga dari timnas U-16.

Rapor timnas U-16 di ajang internasional memang tidak semuanya bagus. Mereka menang 4-1 atas Myanmar lalu imbang 1-1 lawan tuan rumah Vietnam. Sedangkan di laga ketika menang 11 gol tanpa balas. Selanjutnya, Fakhri akan membawa pasukannya untuk melakukan deretan laga uji coba. Dia akan mengumpulkan kembali pasukannya. Setelah Piala AFF U-15, ada ajang Piala Asia U-16 2018 nanti. Inilah tujuan utamanya.

Tentu saja, sikap yang sama juga diharapkan bagi para atlet badminton. Owi/Butet berhasil memang berhasil mematahkan tabu soal tradisi buruk ganda campuran di ajang Indonesia Terbuka. Namun, tidak ada yang tidak bisa dalam dunia olahraga. Jika yakin dan terus berlatih, pencapaian tertinggi pun bisa diraih. Demikianlah, pekan lalu menjadi momen yang pantas untuk meyakini bahwa Indonesia bisa berbicara di ajang Internasional.*Irfan Sudrajat

BERITA TERKAIT

Total Komentar 0
Tulis Komentar +
ARTIKEL SEBELUMNYA