#1
TOPSKOR   |   Harian Olahraga Pertama di Indonesia
Menentang Kekuatan 16 Ribu Liter Air per Detik
12 Agustus 2017 04:38 WIB

BAGAIMANA seru sekaligus sulitnya mengayuh kayak di atas sungai yang mengalir deras? Mengikuti alur derasnya air? Bukan, justru kebalikannya, menentang derasnya air! Ya, seharusnya, kayak (kanoe) slalom dilakukan mengikuti derasnya aliran sungai, tapi yang ini justru terbalik, mengayuh ke arah sebaliknya, menentang aliran air sungai.

Itulah yang dilakukan Joseph Clarke, atau yang dikenal dengan Joe Clarke, kayaker asal Inggris. Atlet kelahiran Stoke-on-Trent tersebut menentang arus Troja, di Sparta Praha. Menentang air boleh jadi hal yang biasa pula, tapi menjadi luar biasa karena volume air yang mengalir ke arahnya mencapai sekitar 16 ribu liter per detik atau bobotnya sama dengan delapan ekor gajah, setidaknya demikian menurut Redbull.com.

Belum lagi dengan rintangan yang dibuat di sepanjang jalur sungai tersebut yang praktis membuat peraih medali emas Olimpiade 2016 ini harus mengatur laju kayaknya dan bersamaan dengan itu mencoba bertahan di posisinya di atas derasnya air. Terkadang, beberapa kali Clark sempat terseret ke belakang namun beberapa saat kemudian kembali mengulangi lagi kayuhannya, mendayung kayaknya sekuat tenaga.

“Saya suka melakukan sedikit sesuatu yang berbeda, di luar dari kebiasaan kita. Biasanya, saya mengikuti arus, jadi saya putuskan untuk menentang aliran air. Saya ingin tahu apakah itu mungkin,” kata Clarke yang mengakui sejak masih muda sering ke Praha untuk berlatih kayak. “Hal yang mudah jika berkayak mengikuti arus air, tapi terkadang Anda harus mencoba menentang arusnya,” dia menambahkan.

Dan, Clarke berhasil menyelesaikan tantangan ini. Dia menyusuri kuatnya air yang deras sepanjang 300 meter sungai Troja. Bagian tersulit tentu ketika dirinya harus melalui tanjakan. “Saya sempat sedikit panik ketika mencoba melalui tanjakan pertama. Kekuatan atau energi Anda dalam tantangan ini seperti baterai. Semakin Anda banyak menggunakannya, semakin sedikit baterai yang Anda miliki,” katanya, tersenyum.

Kekuatan tangan menjadi faktor penting dalam momen tersebut. “Lengan saya seperti terbakar, tapi pada akhirnya saya lega karena berhasil melaluinya,” kata Clarke lagi. Dia menggambarkan, tantangan ini seperti mendaki sebuah gunung. “Anda mencoba mencapai ke puncaknya dan jika tidak bisa Anda akan turun ke bawah di tempat yang sama. Jadi, Anda harus menekan dan memacu dengan keras. Ketika Anda sudah melaluinya, Anda akan merasa itu sangat mudah,” kata Clarke lagi menggambarkan.

Pada akhirnya, Clark menegaskan bahwa kunci sukses keberhasilannya menyusuri 300 meter menentang arus yang deras ini adalah harmoni antara pikiran dan mengatur tenaga. “Saya mengatakan kepada diri sendiri bahwa saya harus tenang, santai, dan kemudian mengayuh kayak secepat mungkin. Pikiran saya ingin segera mengayuh tapi tenaga dan tubuh saya pada detik tertentu tidak siap. Jadi, harus seimbang,” katanya lagi.*Irfan Sudrajat 

BERITA TERKAIT

Total Komentar 0
Tulis Komentar +
ARTIKEL SEBELUMNYA