#1
TOPSKOR   |   Harian Olahraga Pertama di Indonesia
Bersama Ribuan Orang Ultra Marathon di Mont Blanc
25 September 2017 04:30 WIB

Ultra marathon merupakan lomba lari l dengan jarak tempuh mencapai 100 mil atau 160.9 kilometer. Uniknya, pada ultra marathon tidak hanya digeluti oleh para atlet profesional, pehobi lari yang berasal dari masyarakat dari berbagai profesi ikut di ajang ini. Seperti Craig Hertz misalnya, seorang mekanik sepeda di Glacier Cyclery-Nordik mengikuti pentas internasional ultra marathon bertajuk Ultra-Trail du Mont Blanc (UTMB) atau yang lebih populer dikenal dengan sebutan ‘Tour de France of Mountain Running’. 

Di ajang UTMB, jarak tempuhnya 103 mil. Semua peserta dari berbagai kategori melakukan start bersama. Terdapat ribuan pelari dari 90 negara menjajal kemampuan mereka. UTMB memiliki seperangkat  rintangan pegunungan dengan jarak yang berbeda, namun intinya adalah mengelilingi Mont Blanc sepanjang 166 kilometer yang dimulai dan berakhir di Chamonix.

Di Amerika Serikat popularitas, ultra marathon semakin meningkat setiap tahunnya. Ultra marathon dinilai sebagai olahraga lari yang menarik bagi semua kalangan. Para penonton pun ikut ambil alih pada ajang ini dengan memadati di pinggir jalur.

Untuk mempersiapkan acara tersebut, Hertz berlatih dengan menjalankan jalan setapak di d sekitar Taman Nasional Gletser di jalur Swan dan Wilderness. Dia berusaha menempuh jarak sejauh mungkin. Jarak tempuh mingguannya melayang antara 70 dan 80 mil, hal itu termasuk melalui jalur mendaki. "Saya pikir itu adalah latihan puncak saya," kata Hertz. "Berjalan di sekitar medan bersalju adalah cara yang bagus untuk berlatih jelang UTMB karena ada banyak profil ketinggian yang serupa."

Di pentas ultra marathon UTMB, tidak ada hadiah uang kepada para pemenang. Pemenang tahun ini menempuh waktu kurang dari 20 jam. Mayoritas para pelari lainnya menyelesaikan perjalanan antara 30 dan 45 jam untuk mencapai garis finis. "Orang-orang sangat bersemangat dengan olahraga ketahanan ini. Ini berakar pada budaya Eropa, terutama di Pegunungan Alpen, di mana setiap orang benar-benar sehat dan berlari, mendaki, dan memanjat di pegunungan setiap hari," ujar pria 31 tahun itu. "Setiap dusun kecil yang dilewati balapan, akan ada dinding kebisingan dan sorakan para penonton.”

Hertz tidak memiliki ide lain dalam rencana perjalanannya, namun pada bulan November dia akan berangkat ke Selandia Baru. Bersama rekannya, mereka berencana untuk melewati jalur Te Araroa seluas 3.000 kilometer yang melintasi dua pulau utama di negara itu.*Dedhi Purnomo/CR10


 

BERITA TERKAIT

Total Komentar 0
Tulis Komentar +
ARTIKEL SEBELUMNYA