#1
TOPSKOR   |   Harian Olahraga Pertama di Indonesia
Denda Rp 100 Juta dan Degradasi ke Liga-3 untuk Persewangi
12 Oktober 2017 21:21 WIB

MALANG -  Persewangi Banyuwangi harus menerima pil pahit, tidak hanya kalah 0-1 di tangan PSBK Blitar Kota pada laga babak Play-off khusus Liga-2 fase penyisihan Grup 6, di Stadion Kanjuruhan, Kepanjen, Kabupaten Malang, Selasa (10/10) sore. Tim asal bagian timur Pulau Jawa  itu juga harus mendapat sanksi denda Rp 100 juta dan dianggap kalah 0-3 lewat keputusan  Komdis PSSI, serta terdegradasi ke Liga-3 musim 2018 mendatang.

Laga sendiri berlangsung keras, kasar, dan bahkan brutal sejak kick-off laga baru berusia 25 detik hingga dihentikan menit ke-88 oleh match commissioner, Monda Tarigan (Medan). Adegan 'smackdown, boxing, dan  kick boxing' belasan kali terjadi sepanjang 88 usia pertandingan antar pemain-ofisial kedua tim yang diwasiti Suhardiyanto asal Muara Enim (Sumatera Selatan) itu.

Komdis PSSI setelah menerima laporan dari match commissioner, memutuskan Persewangi dinilai tidak bersikap sportif, tak respek dan tak fair. Merujuk pada pasal 56 jo. Pasal 31 Kode Disiplin PSSI, Persewangi dihukum kalah 0-3 dan denda sebesar Rp100 juta. Atau melakukan pelanggaran terhadap pasal 56 jo. Pasal 31 jo. pasal 144 Kode Disiplin PSSI.

"Denda wajib dibayar selambat-lambatnya 14 hari setelah diterimanya keputusan ini oleh Persewangi Banyuwangi. Pengulangan terhadap pelanggaran terkait di atas akan berakibat terhadap hukuman yang lebih berat," tulis Komdis, dalam surat keputusannya. Namun demikian, dalam poin selanjutnya Persewangi bisa mengajukan banding terhadap keputusan itu.

“Tentu kami akan ajukan banding dalam waktu dekat ini ke Komisi Banding PSSI. Banyak hal yang menjadi penyebab di lapangan, salah satunya kepemimpinan wasit (Suhardiyanto,red) yang sejak awal mencolok mata berat sebelah dan merugikan tim kami. Wasit pulalah yang membuat emosi pemain kami terpancing dan pemain lawan pun (PSBK,red) juga melakukan tindakan tak terpuji terhadap pemain kami,” terang manajer tim Persewangi, Herry Wijaya.

BERITA TERKAIT

news
> backpacker-nya topskor di Jawa Timur dan sekitarnya <
Total Komentar 0
Tulis Komentar +
ARTIKEL SEBELUMNYA