#1
TOPSKOR   |   Harian Olahraga Pertama di Indonesia
Wawancara Marquez dan Pedrosa: Jalan Raya Bukan untuk Ngebut
18 Oktober 2017 23:48 WIB

JAKARTA - Marc Marquez merupakan legenda hidup MotoGP. Pada usia yang masih relatif muda, tepatnya 24 tahun, dia sudah tiga kali jadi juara dunia.

Itu mengapa, banyak pihak yang percaya, Marquez bisa melampaui Valentino Rossi. Dengan syarat, Marquez konsisten dan tidak pensiun dini seperti Casey Stoner.

Nah, pada 16-17 Oktober lalu, Marquez kembali mengunjungi Indonesia bersama rekannya di Repsol Honda Team, Dani Pedrosa. Kehadirannya tidak melulu bicara tentang balapan.

Melainkan turut berkampanye lalu lintas untuk mengedukasi generasi muda Indonesia dalam program Michelin Safety Academy (MSA) 2017. Wajar saja mengingat Marquez merupakan duta Federasi Otomotif Internasional (FIA) untuk keselamatan berkendara skala global. 

Berikut, perbincangan TopSkor.id dengan Marquez dan Pedrosa.

Hi, Marquez. Bagaimana pendapat Anda mengenai kampanye keselamatan Michelin terkait aktivitas olahraga bermotor di negara berkembang seperti Indonesia.

Kami sangat bangga hadir di Michelin Safety Academy yang sangat memperhatikan masalah keamanan berkendara di jalan. Ketika membalap di arena, kami melihat ada banyak fan yang datang mendukung kami. Tentunya sebagian besar dari mereka datang membawa kendaraan mereka sendiri. Itulah sebabnya kami ingin agar mereka tetap selalu dapat datang ke arena untuk mendukung kami dengan senantiasa berkendara secara aman.

Pedrosa, bagaimana tips agar tidak ngebut di jalan raya?

Bagi para pengendara motor yang memiliki adrenalin tinggi untuk ngebut, harus selalu diingat bahwa jalanan bukan tempat untuk ngebut. Jalanan dibuat sebagai sarana untuk mengantar kita dari satu tempat ke tempat yang lain, dan ada banyak orang yang menggunakannya selain kita sendiri. Itulah sebabnya untuk tidak ngebut di jalan dan gunakanlah jalan dengan semestinya. Kalau mau, pergunakan sirkuit atau tempat yang layak.

Marquez, bisa Anda ceritakan bagaimana dengan hukum lalu lintas yang berlaku di Spanyol? Apa yang berbeda dengan di Indonesia yang Anda ketahui karena sering ke sini?

Di usia 16 tahun-18 tahun, kita bisa ikuti tes uji SIM untuk mengendarai motor 50cc. Di usia 19 tahun ke atas, kita bisa ikuti tes uji SIM untuk mengendarai motor 125cc. Sekitar usia 22 tahun, kita diijinkan untuk ikuti tes uji SIM motor besar. Untuk tes ini, persyaratannya sangat sulit. Selain soal keahlian, tesnya juga dibuat untuk membuat kita menjadi pengendara bertanggung jawab agar tidak asal kebut-kebutan di jalan.

Pedrosa, bisa diceritakan pengalaman pertama Anda mengendarai motor? Seberapa penting ban bagi keamanan saat berkendara di jalan raya?

Pengalaman pertama tentunya pada saat saya lolos uji SIM dan itu merupakan pengalaman yang sangat menyenangkan. Ban sangat penting untuk keamanan, karena belajar dari pengalaman, apalagi menyangkut pengalaman saya di sirkuit, sangat penting untuk bisa mengetahui kondisi lintasan dan mempersiapkan diri dengan sebaik-baiknya.

Dalam memilih perlengkapan berkendara yang aman, apakah pernah lebih mementingkan fungsi atau gaya. Misalnya, supaya terlihat keren?

Tubuh Anda adalah bagian penting yang harus dilindungi (Pedrosa tersenyum). Jadi jawabannya adalah dalam memilih perlengkapan berkendara yang aman harus diutamakan fungsinya.

Pertanyaan terakhir, untuk Marquez. Momen paling membanggakan selama membalap dan kenapa?

Tentu saja pengalaman paling menyenangkan adalah saat saya berhasil mencapai garis finis dan menjadi juara seperti tahun lalu di Motegi ketika meraih gelar MotoGP 2016.  Atau di Motegi pada 2014. Dengan bertambahnya gelar juara maka pengalaman yang menyenangkan pun juga ikut meningkat.***
 

Dani Pedrosa membeberkan tips untuk tidak ngebut di jalan. (Foto: TopSkor.id/Choirul Huda)

 

BERITA TERKAIT

news
Juventini pemilik akun twitter dan instagram @roelly87
Total Komentar 0
Tulis Komentar +
ARTIKEL SEBELUMNYA