#1
TOPSKOR   |   Harian Olahraga Pertama di Indonesia
Kecewa Italia Tersingkir, Ini Saran Erick Thohir agar Indonesia Lolos ke Piala Dunia
14 November 2017 22:48 WIB

JAKARTA – Kegagalan Italia lolos ke Piala Dunia 2018 disayangkan Erick Thohir. Presiden FC Internazionale ini kecewa akibat tersingkirnya Antonio Candreva dan kawan-kawan.

Bisa dipahami mengingat Erick memiliki hubungan yang erat dengan Gli Azzurri. Terutama karena di skuat Italia terdapat empat pemain Inter.

“Saya sangat kecewa Italia tidak bisa lolos. Karena, walaupun bagaimana, kita punya kedekatan emosional dengan mereka lewat Inter,” tutur Erick saat ditemui TopSkor.id usai World Broadcasting Meeting 18th Asian Games 2018 di Jakarta Convention Center, Selasa (14/11) malam.

Kehadiran Erick pada pertemuan itu dalam kapasitasnya sebagai ketua Panitia Nasional Penyelenggaraan Asian Games XVIII 2018 (INASGOC).

Turut hadir Wakil Gubernur DKI Jakarta Sandiaga Uno, Sekretaris Kementerian Pemuda dan Olahraga (Kemenpora) Gatot Dewa Broto, Sekretaris Jenderal INASGOC Eris Herryanto, dan CEO International Games Services Broadcasting (IGBS) Francis Tellier.

“Apalagi, I Nerazzurri punya empat pemain di Italia. Sayang sekali. Mudah-mudahan saja, dengan kegagalan lolos ini jadi momentum kebangkitan prestasi Italia. Terlebih, ini untuk kali pertama sejak 1958, Italia gagal lolos,” Erick, menambahkan.

Pernyataan pria 47 tahun ini beralasan. Italia merupakan negara tersukses kedua di Piala Dunia dengan empat gelar bersama Jerman yang hanya di bawah Brasil (lima trofi).

“Belanda juga tidak masuk. Ini menarik. Ini kesempatan bagi Indonesia untuk bersaing. Contoh, negara kecil seperti Islandia yang penduduknya hanya 330 ribu saja bisa lolos. Nah, ini yang jadi pelajaran bagi Indonesia untuk tembus ke Piala Dunia,” kata Erick, optimistis.

Indonesia tidak mengikuti kualifikasi Piala Dunia 2018 akibat disanksi FIFA. Namun, Erick yakin, Merah-Putih punya peluang pada edisi selanjutnya di Qatar 2022 dan 2026.

Bahkan, pada Piala Dunia 2026, FIFA menambah alokasi jadi 48 tim dari 32 peserta sejak 1998 silam. Menurut Erick, ini kesempatan bagi Indonesia untuk tampil di Piala Dunia kedua setelah 1938.

“Kalau memang serius mau masuk Piala Dunia, persiapannya mulai dari hari ini. Kompetisinya dikelola secara profesional dan transparan,” Erick, menjelaskan.

“Tim nasional kita harus punya agenda uji coba yang konsisten. Juga, tim nasional muda punya strategi jangka panjang. Kalau tidak, ya tidak akan selesai-selesai.”***

BERITA TERKAIT

news
Juventini pemilik akun twitter dan instagram @roelly87
Total Komentar 0
Tulis Komentar +
ARTIKEL SEBELUMNYA