#1
TOPSKOR   |   Harian Olahraga Pertama di Indonesia
Konsistensi Syukron Memopulerkan Trial Bike
24 November 2017 04:16 WIB

Tak sedikit penggemar trial bike di Tanah Air harus merakit sendiri jika ingin memilikinya. Suku cadangnya pun didapatkan dari luar negeri. Trial bike juga dikenal dengan olahraga sepeda yang sangat teknis.

Muhammad Syukron Ghony salah satu pencinta trial sejati. Syukron bukanlah pemain baru di dunia trial. Dia telah menggeluti trial sejak tujuh tahun silam. Menurut, mahasiswa 22 tahun itu trial bike adalah olahraga sepeda yang menuntut kemampuan teknis tinggi. 

Sisi teknis dapat diihat saat rider melakukan trik, yaitu melompat dari palet satu ke palet lain dengan menggunakan satu ban. Butuh pembelajaran khusus untuk menggeluti olahraga ini. “Cara memainkannya ya seperti ini, tidak boleh menurunkan kaki ketika melewati rintangan,” kata Syukron. 

Bentuk sepeda trial pun sekilas mirip MTB dan BMX. Bedanya, trial bike memiliki kerangka ceper dan sedikit menurun. “Ada dua kriteria trial yaitu pure trial dan street trial,” ujar Syukron. “Biasanya jenis pure trial tidak menggunakan jok dan street trial ada jok tapi pendek.” 

Kepopuleran trial di Indonesia bisa dikatakan pasang surut. Ramai pada 2010-2012 lalu meredup pada 2013-2016. Kedatangan Danny MacAskill ke Jakarta pada Agustus lalu diyakini memberikan efek positif. MacAskill telah membuat trial makin dikenal masyarakat yang belum mengetahui trial. “MacAskill seakan menyelamatkan kepopuleran trial bike,” tutur Syukron.

Kemampuan Syukron tak usah diragukan lagi. Hal ini bisa dilihat dari beberapa prestasi yang sudah ia torehkan. Sedikitnya, Syukron telah menyabet tiga gelar trial bike. Gelar pertamanya didapat pada 2011 di ajang Indonesian Bike Trials Competition, kala itu ia menduduki posisi ketiga dalam kategori Beginner.
 
Tiga tahun kemudian, tepatnya pada 2014, Syukron menorehkan peringkat kedua di ajang Indonesian Trials Championship dalam kategori Men Elite. Pada 2015 Syukron kembali berprestasi yakni menempati peringkat pertama pada kategori Men Elite di ajang Pondok Bambu Classic. Dia memilki impian menjadi Danny MacAskill-nya Indonesia.

Awalnya, Syukron terinspirasi oleh tayangan Moto Trial yang ia saksikan di YouTube. Syukron pun penasaran. Dalam benaknya timbul pertanyaan, apakah trik itu dapat di aplikasikan di sepeda? Pertanyaan itu terjawab saat ia menonton aksi MacAskill di YouTube. Sejak itulah Syukron makin tertarik untuk menekuni trial. Tak ada yang mengajarinya, Syukron belajar trik secara otodidak “Saya hanya melihat tayangan di YouTube,” tuturnya. 

Lebih dari itu, Syukron termasuk orang yang berperan penting dari terbentuknya komunitas Trials Bike Bekasi (Tribex). Bisa dikatakann, dialah founder Tribex. Waktu itu, (2010) Syukron hanya berlatih sendiri. Tidak lelah untuk mempopulerkan sepeda jungkat jungkit di kawasan Bekasi. Ia pun terus berlatih seorang diri, lambat laun tak sedikit orang tertarik untuk bergabung dengannya. Sedikitnya Tribex telah memiliki 25 anggota. “Kendala memopulerkan olahraga ini, sulit mencari orang-orang yang konsisten,” kata Syukron. “Mungkin karena olahraga ini sangat teknis dan sulit untuk dipelajari.”*Dedhi Purnomo/CR10

 

BERITA TERKAIT

Total Komentar 0
Tulis Komentar +
ARTIKEL SEBELUMNYA