#1
TOPSKOR   |   Harian Olahraga Pertama di Indonesia
Antara Zikir, Video, dan Analisis Mendalam
07 Desember 2017 05:00 WIB

Inspirasi bisa datang dari mana saja. Bahkan, ketika sedang merenung pun ide cemerlang bisa datang. Pelatih-pelatih tim peserta Nivea Men TopSkor Cup (NMTC) U-16 2017, mengalami hal tersebut. Setiap pelatih punya cara sendiri untuk mendapatkan inspirasi.

Abdul Aziz, pelatih Pondok Pesantren Modern Sahid, punya cara unik. Sebelum menentukan strategi permaian tim, zikir dan sholat jadi media perenungan. Sebagai guru sekaligus ustadz di pondok pesantren tersebut, jalan yang ditempuh Aziz merupakan suri teladan bagi pemain. 

“Butuh waktu yang tenang jika ingin inspirasi terkait taktik yang akan saya terapkan di pertandingan. Untuk itu saya melakukan zikir dan sholat. Biasanya muncul beberapa ide untuk saya terapkan saat pertandingan. Saya bersyukur hingga kini taktik yang saya terapkan selalu berjalan lancar,” kata Aziz.

Pelatih SMAN 12 Depok Muhammad Ilham berbeda lagi. Bagi Ilham, menonton video pertandingan tim-tim Eropa yang memiliki taktik apik, jadi saran inspiratif. Dari taktik permainan itu, kemudian Ilham mengambil pena dan kertas, menuangkan ide dalam kepala yang mengucur deras bak hujan.

“Sulit memang untuk membuat program yang baik. Maka dari itu saya biasanya belajar dengan melihat video. Mungkin apa yang saya terapkan masih belum efektif, tapi saya yakin ke depannya akan jauh lebih baik lagi. Karena ini sebuah proses yang baik untuk saya,” ucap Ilham.

Barcelona FC, menurut Ilham, jadi salah satu klub yang paling sering ia tonton. Permainan sederhana mengandalkan umpan-umpan pendek, tiki taka khas Barcelona, banyak memberinya ide. Aksi-aksi Pep Guardiola, baik saat tangani Barcelona, Bayern Munich, maupun Manchester City, secara khusus jadi santapan. 

Sementara, bagi pelatih ASIOP Apacinti, Suaeb Ansori, karakter calon lawan jadi perhatian. Sebelum terapkan strategi permainan, Ansori selalu menganalisis cara main lawan. Dalam prakteknya, Ansori memiliki lima langkah dalam menentukan taktik dan strategi yang dipraktekkan saat pertandingan.

“Yang terpenting bagi saya adalah memahami kekuatan lawan, baru saya melihat kemampuan yang dimiliki oleh pemain. Saya biasanya membuat skema sendiri tidak ikut-ikutan dengan yang sudah ada, dengan begitu kekuatan yang kami tidak bisa dibaca oleh lawan,” jelas Ansori.

Selain itu, kunci terpenting dari semuanya adalah menganggap pemain seperti teman. “Sebelum sesi latihan biasanya saya ngobrol dengan pemain sambil bersenda gurau atau sekedar guyon. Tujuannya ya agar membuat sesi latihan bisa dinikmati. Saat di lapangan saya bisa menjadi teman bahkan orang tua,” tambahnya. *CR6
 

BERITA TERKAIT

Total Komentar 0
Tulis Komentar +
ARTIKEL SEBELUMNYA