#1
TOPSKOR   |   Harian Olahraga Pertama di Indonesia
Tak Hanya Tajam, Naufal Juga Piawai Eksekusi Bola-bola Mati
13 Desember 2017 01:28 WIB

JAKARTA – Pondok Pesantren Modern Sahid sudah tersingkir di perempat final NIVEA MEN TopSkor U-16 2017. Tepatnya, setelah skuat asuhan Abdul Aziz dikalahkan Cibinong Poetra 1-5 di Lapangan Wing  1 Paskhas, Halim Perdanakusuma, Minggu (10/12).

Meski harus mengepak koper dengan cepat, Sahid masih berpeluang meraih gelar hiburan. Itu tertuju pada Naufal Bakhas.

Striker Sahid ini masih tercatat sebagai pemain tersubur NIVEA MEN TopSkor Cup U-16 2017. Naufal sudah mengemas 12 gol dalam lima pertandingan.

Catatan itu mengungguli bomber ASAD 313 Jaya Perkasa, Yadi Mulyadi, yang baru membukukan delapan gol. Naufal pun berpeluang merebut gelar top scorer.

Dengan syarat, Yadi gagal membobol gawang ASIOP Apacinti di semifinal (16/12). Jika terwujud, itu akan jadi gelar pelipur lara bagi Naufal dan Sahid.

Yang menarik, empat gol Naufal terjadi lewat bola-bola mati. Masing-masing dua dari tendangan bebas dan penalti.

Fakta itu membuktikan pemain kelahiran 13 Maret ini sebagai eksekutor terbaik. Tidak hanya piawai mencetak gol lewat open play saja, melainkan juga memanfaatkan bola-bola mati.

“Sebagai striker, tugas saya mencetak gol. Namun, kemenangan tetap yang utama,” ujar Naufal.

Kendati timnya sudah masuk kotak, Naufal enggan larut dalam kekecewaan. Penggemar Cristiano Ronaldo ini mengakui, persaingan di NIVEA MEN TopSkor Cup U-16 2017 memang sangat ketat.

Terutama karena sejak fase knock-out, mereka harus menghadapi tim dari Sekolah Sepak Bola (SSB). Bagi Naufal, partisipasinya bersama Sahid di turnamen ini jadi pengalaman yang luar biasa.

Sebab, di NIVEA MEN TopSkor Cup U-16 2017 ini publik bisa menyaksikan bakatnya. Yaitu, sebagai calon algojo bola-bola mati yang potensinya di masa depan bisa dimaksimalkan untuk negeri.***

BERITA TERKAIT

news
Juventini pemilik akun twitter dan instagram @roelly87
Komentar
ARTIKEL SEBELUMNYA