#1
TOPSKOR   |   Harian Olahraga Pertama di Indonesia
Di Balik Isu Donnarumma
14 Desember 2017 04:00 WIB

TIDAK ada nama Gianluigi Donnarumma dalam daftar peraih penghargaan La Gazzetta dello Sport yang digelar Selasa (12/12) lalu. Kategori untuk pemain muda memang tidak diberikan. Namun, nama kiper muda AC Milan tersebut menjadi buah bibir dari sebagian besar para tokoh olahraga di Italia yang hadir dalam acara tersebut. Ya, Donnarumma, yang di awal musim ini membuat repot I Rossoneri kini muncul lagi dengan masalah yang sama: ingin pergi dan soal kontrak.

Di Italia, isu kiper yang baru berusia 18 tahun ini mampu menyedot perhatian. Semua itu karena talenta yang dimiliki penjaga gawang dengan tinggi 1,96 meter tersebut. Bukan kebetulan pula dalam acara penghargaan tersebut Buffon sempat memberikan saran kepada Donnarumma. Keduanya memang seperti selalu dihubung-hubungkan. Padahal, Donnarumma baru tumbuh sedangkan Buffon sudah membuktikan kemampuannya.

Sejak Donnarumma menginjakkan kaki di Seri A, orang membandingkannya dengan Buffon. Kebetulan mereka punya nama sama, posisi sama, dan sama-sama berbakat besar. Donnarumma dinilai sebagai pewaris Buffon. Ketika membicarakan Donnarumma, tidak bisa tidak membandingkannya dengan Buffon. Tapi, apakah Donnarumma benar-benar memiliki kemampuan dan berpotensi menjadi bintang besar seperti Buffon. Faktanya, yang terjadi saat ini justru menyulitkan sang pemain.

Musim ini, kariernya di Milan justru terbilang berat. Cukup melihat fakta di awal tiga laga awal musim ini: Milan kemasukan enam gol. Donnarumma kemudian mendapatkan kritik dan cercaan dari tifosi Milan di awal musim ini. Sejak 25 Oktober 2015, hari debut yang hebat, Donnarumma selalu dipuji karena penyelamatan hebat yang dilakukannya. Kini, sepanjang musim ini, lebih banyak mendapat kritikan ketimbang pujian.

Mungkin, beban itulah yang dimaksud oleh agen dan orang-orang terdekatnya. Harusnya, untuk kiper yang berusia baru 18 tahun, dia juga “harus” melakukan kesalahan. Dengan kesalahan tersebut akan membuatnya semakin berkembang. Itu yang pernah terjadi terhadap Buffon dan kiper-kiper hebat lainnya. Masalahnya, boleh jadi, karena Donnarumma sudah terlanjur mendapatkan stigma bintang. Mantan kiper Milan, Giovanni Galli sempat menyatakan bahwa jika tidak ada kesalahan, dia bukanlah manusia melainkan monster sirkus.

Masalah lain: Donnarumma hadir dalam waktu yang salah. Milan yang “salah” (gagal dalam pembenahan tim musim ini), timnas Italia yang salah (tidak lolos ke putaran final Piala Dunia 2018), dan atmosfer sepak bola yang salah baik dalam soal nilai transfer dan gaji pemain. Apakah dia juga berada dalam agen yang salah? Mino Raiola, menurut kubu Milan, terlalu banyak ikut campur dalam masa depan sang pemain.

Tapi, hampir enam bulan setelah masalah Donnarumma berakhir, Milan tiba-tiba memutuskan untuk tidak menetapkan klausul pelepasan terhadap kipernya ini. Mengejutkan tentunya. Apakah Milan memang benar-benar ingin mempertahankannya atau malah memanfaatkannya? Seperti diketahui Milan dalam kesulitan keuangan. Dalam hal ini, kondisi finansial mereka dalam pengawasan UEFA. Boleh jadi, Milan akan melepaskan Donnarumma dengan harga yang mereka inginkan.

Stigma bintang Donnarumma akan tetap berlaku terlepas dari apakah Milan gagal atau berhasil pada musim ini. Dalam kata lain, nilai Donnarumma berpotensi tetap tinggi meski Milan gagal di musim ini. Karena itulah, Donnarumma adalah aset berharga. Dan, semakin berharga ketika I Rossoneri dalam kondisi keuangan seperti saat ini.

Jadi, isu Donnarumma akan menjadi telenovela kedua yang akan panjang. Semua akan berakhir ketika musim ini berakhir. Yang menjadi persoalan lain, apakah kondisi ini justru akan memengaruhi mentalitas Donnarumma di lapangan? Yang pasti, masalah Milan menjadi semakin rumit.*Irfan Sudrajat
 

BERITA TERKAIT

Total Komentar 0
Tulis Komentar +
ARTIKEL SEBELUMNYA