#1
TOPSKOR   |   Harian Olahraga Pertama di Indonesia
Liga 1 2018: Semarak Suporter, Sepak Bola Modern, dan Bisnis
23 March 2018 04:21 WIB
Pada Jumat (23/), Liga 1 bergulir. Persija Jakarta sebagai juara turnamen pramusim Piala Presiden ditantang Bhayangkara FC, jawara Liga 1 2017 akan jadi pertandingan pembuka di Stadion Utama Gelora Bung Karno (SUGBK), Senayan, Jakarta. Dalam acara peluncuran Liga 1 Go-Jek Traveloka di Studio 5 Indosiar, Senin (19/3), hadir 18 klub kontestan yang akan berkompetisi. Dari jersey yang diperkenalkan oleh semua klub, berbagai atribut sponsor jadi daya tarik tersendiri. Ini menunjukkan bahwa Liga 1 2018, benar-benar telah menjadi lahan industri nasional melalui jalur sepak bola.

Masuknya tiga tim besar, Persebaya Surabaya, PSIS Semarang, dan PSMS Medan di Liga 1 menjadi magnet tersendiri. Pasalnya, tiga tim besar tersebut secara tradisi telah memberikan bukti bahwa saat masih bernama Divisi Utama Perserikatan, mereka pernah jadi juara. Selain itu, ada pula PSM Makasar, Persija Jakarta, Persipura, Persib Bandung, Persela Lamongan, dan Perseru Serui. Sementara, Bali United adalah jelmaan dari Persisam Samarinda, Sriwijaya FC perubahan dari Persijatim Jakarta Timur. 

Tim-tim asal Kalimantan seperti Borneo FC, Mitra Kukar, dan Barito Putra, juga memiliki tradisi dukungan suporter fanatik yang sangat kuat, kendati tidak berangkat dari tradisi perserikatan seperti tim lain.


Baca Juga :
- Secondary Player
- Isu Sarri dan Conte

Kendati Persisam dan Persijatim berganti baju menjadi Bali United dan Sriwijaya FC, kini suporter mereka tak ubahnya seperti tim perserikatan lain. Bahkan, PS Tira yang musim Liga 1 2017 bernama PS TNI, kini telah mendekatkan diri dengan suporter Bantul. Artinya, dari seluruh kontestan Liga 1 2018, hanya tersisa 1 klub yang masih belum memiliki suporter fanatik, yaitu sang jawara Liga 1 2017, Bhayangkara FC.

Dari kondisi demikian, maka gelaran Liga 1 yang akan memakan waktu sekitar sembilan bulan, benar-benar akan tersaji dengan sangat meriah. Go-jek, Traveloka, Indosiar, dan seluruh sponsor tentu akan diuntungkan dengan kehadiran suporter di setiap laga. Sepak bola sebagai industri dan bisnis, memang benar-benar semakin terwujud di Tanah Air. Menghidupi seluruh pelaku sepak bola, sponsor, dan stakeholder terkait.

Santunnya suporter Jakmania di Stadion Utama Gelora Bung Karno (SUGBK), saat menjamu tim Singapura dan Vietnam dalam ajang AFC Cup serta ramahnya Bobotoh Persib saat laga uji coba menjamu Arema, menjadi garansi tersendiri. Fanatisme suporter di Liga 1 2018 benar-benar akan menjadi daya pembeda kompetisi kasta tertinggi nasional ini.

Terlebih, kedewasaan Bonek, suporter Persebaya juga telah dipertontonkan di setiap laga Persebaya. Baik saat berlaga di kandang maupun tandang. Pastinya, suporter fanatik yang menjadi pemain ke-12 kini telah melengkapi gelaran Liga 1 2018 dengan sikap yang jauh lebih santun. Dapat menempatkan diri sebagai suporter di semua jenis Stadion yang ada di Indonesia. Baik Stadion yang memiliki tempat duduk singel seat, maupun tribune penonton berdiri.

Teknik Meningkat
Selain fanatisme suporter yang akan semakin menggila, setiap pertandingan juga akan semakin berkelas dan bermutu. Dalam Liga 1 2018, tidak tanggung-tanggung, sembilan klub memercayakan timnya kepada Pelatih Asing.

Fakta bahwa pelatih asing memang lebih bergigi, telah terbukti dalam Liga 1 2017. Bhayangkara FC di luar prediksi ternyata mampu finis di urutan teratas setelah di komando oleh Simon McMenemy. Pelatih berkebangsaan Skotlandia mampu meracik skuat muda klub di bawah naungan Kepolisian Republik Indonesia hingga menjadi juara Liga 1 2017 dengan penampilan menawan yang menonjolkan sisi teknik sepakbola modern. Atas servis jasa serta prestasinya, pelatih yang masih berusai 40 tahun ini, kembali dipercaya menukangi Bhayangkara FC musim kompetisi 2018.

Persib Bandung, yang selalu menjadi sumber pemberitaan media, tidak ketinggalan turut meramaikan sektor kepelatihan dengan menyegel kontrak Mario Gomes yang sukses di Liga Malaysia. Bahkan, kehadiran pelatih berkebangsaan Argentina ini, tidak peduli dengan faktor Michael Essien yang mendunia. Demi target juara, pemain dunia yang tidak lagi muda disingkirkan diganti Jonathan Bauman yang juga berpaspor Argentina yang digadang-gadang lebih mengilap dari faktor teknis. 

Sementara, tujuh pelatih asing lainnya adalah Robert Rene Albert (PSM Makasar), Alesandro Stafano Cugurra (Persija), Milomir Seslija (Madura United), Peter James Butler (Persipura), Barito Putra (Jacksen F. Tiago), Mitra Kukar (Rafael Berges), dan Persebaya (Angel Alfredo). Kehadiran sembilan pelatih asing yang akan saling bersaing dalam Liga 1 bersama sembilan pelatih lokal.

Ini garansi bahwa tensi setiap laga Liga 1 akan semakin tinggi. Terlebih, sembilan klub lain yang tetap menggunakan jasa pelatih lokal tetap mengedepankan pelatih-pelatih terbaik Indonesia seperti Rahmad Darmawan (Sriwijaya FC), Widodo Cahyono Putra (Bali United), dan Jajang Nurjaman (PSMS Medan). 

Jual beli teknis sepak bola modern yang akan dipertunjukkan para pemain di lapangan, akan menjadi tontonan yang menghibur sekaligus daya tarik sponsor menyoal nilai bisnis. Kemampuan para pemain lokal dan asing yang dipadu dengan racikan taktik dan strategi jitu para pelatih asing dan lokal terpilih, menggaransi bahwa kompetisi Liga 1 2018 benar-benar akan berbeda dari segi kualitas permainan tim.

Dengan kompetisi yang secara kualitas permainan meningkat, secara signifikan, juga akan menaikkan derajat tingkat kualitas prodak pemain yang dihasilkan untuk kepentingan timnas senior. Semoga gelaran Liga 1 2018 dapat berjalan dengan lancar dan sukses. Mengibur dan mendidik karena fanatisme suporter yang menggelora kini semakin santun. Berkualitas karena semua laga akan menyajikan permainan sepakbola modern. Dan benar-benar menjadi industri, semua pelaku dan stakeholder sepakbola nasional dapat hidup dan makan dari sepak bola. 

Ayo buktikan bahwa tahun 2018 adalah tahun prestasi bagi sepakbola nasional. Di luar dari persoalan klasik menyangkut PT LIB yang nunggak,  namun Liga 1 tahun 2017 telah menghasilkan Bali United dan Persija Jakarta yang kini turut berbicara di pentas Liga Klub AFC. Pentasnya Bali Unietd dan Persija Jakarta, bukan hanya membuktikan kepada dunia bahwa sepakbola nasional perlu diperhitungkan, namun juga terus membuat tim/klub dunia terpikat hadir di Indonesia karena fanatisme suporternya. Kini, sepakbola Indonesia telah menjadi daya tarik dunia. Terlebih porduk asli binaan sepakbola Indonesia, Egy Maluana pun telah melanglang buana, dikontrak klub kelas dunia.***

 


Drs.Supartono, M.Pd.
Pengamat Sepakbola Nasional


Baca Juga :
- Sikap Bale
- Mereka Pemain Istimewa

 


 

BERITA TERKAIT

Total Komentar 0
Tulis Komentar +
ARTIKEL SEBELUMNYA