#1
TOPSKOR   |   Harian Olahraga Pertama di Indonesia
Gusti Randa: Yang Macam-Macam Langsung Sikat
22 March 2019 08:35 WIB
JAKARTA – Gusti Randa naik kasta. Dari awalnya hanya anggota Komite Eksekutif (Exco) PSSI, kini mantan aktor itu menggantikan tugas Joko Driyono sebagai Pelaksana tugas (Plt.) Ketua Umum PSSI. Namun Gusti tak ingin disebut sebagai Plt. Menurutnya, saat ini ia bertugas sebagai pelaksana harian ketua umum.

“Sifatnya penugasan. Ini bukan limpahan jabatan, bukan menjadi pengganti ketua umum,” kata Gusti kepada TopSkor, Kamis (21/3). Bagaimana Gusti menjawab tantangan PSSI ke depan, seperti kepastian kompetisi, Kongres Luar Biasa (KLB) PSSI, hingga program timnas Indonesia? Berikut wawancaranya: 

Apa sebutan yang pas untuk posisi Anda di PSSI?


Baca Juga :
- SYAFRIANTO RUSLI: Saya Ingin Berobat Dulu
- Jacksen Fereira Tiago: Sudah Banyak Klub yang Menghubungi Saya

Jadi, kalau mengacu kepada surat tugas, saya ini Exco yang diberikan tugas oleh ketua umum. Sifatnya jadi penugasan. Kalau sifatnya penugasan, ini bukan limpahan jabatan, bukan menjadi pengganti ketua umum.  Saya bekerja untuk dan atas nama ketua umum. Jadi, kalau mau dikatakan apakah nama jabatan tersebut? Saya adalah pelaksana harian ketua umum.

Anda berminat jadi Ketum tetap PSSI?

Menjadi ketua umum PSSI, yang pertama tidak bisa disambi. Itulah kenapa ada resistensi kepada mereka yang merangkap jabatan. Dan dia harus full time untuk mengurus sepak bola. Jadi ketua umum PSSI tidak boleh inklusif. Dia harus membuka ruang untuk menjalin kerja sama apakah itu dari kementrian atau kepolisian. Yang terakhir tentu harus berlatar belakang entrepreneur. Kenapa? Karena federasi membutuhkan uang banyak untuk tim nasional dan pengembangan yang lain-lain. Jadi, kalau ditanya mau tidak jadi ketua umum PSSI? Mikir-mikir dulu. Kayaknya ada beberapa komponen yang saya tidak punya.

Target memimpin PSSI saat ini?

Target pertama saya harus menjalankan roda organisasi yang kemarin di ketuk di Kongres harus berjalan. Contohnya liga harus jalan, dan semua timnas juga harus jalan, termasuk timnas wanita. Pembinaan usia dini pun juga harus jalan. Yang terpenting menjalankan tahapan KLB.

Apa masalah utama PSSI yang harus dibenahi?

Law enforcement. Jadi, sebagus apapun aturan, kalau penegakan aturannya tidak ada, ya tidak bagus. Yang penting tidak boleh ada kelakuan yang melanggar pidana. Itu saja mungkin yang hari kami benahi.

Komisaris LIB juga ketua harian PSSI...

Ini kalau tidak diluruskan, maka akan kacau soal rangkap jabatan. “Yah Anda lagi, anda lagi. Kemarin komisaris LIB, sekarang ketua umum.” PT LIB yang punya itu klub. PSSI hanya punya satu persen, tapi itu penting yang sifatnya golden share. Jadi PSSI memiliki kewenangan untuk satu menjadi komisaris. Fungsinya apa? Pengawasan kepada jajaran direksi, jadi bukan soal rangkap jabatan.

Apa hukuman untuk pengaturan skor?

Yang cocok humuman seumur hidup untuk pelaku pengaturan skor. Ini saya bukan asal “jeplak ya”. Intinya yang macem-macem langsung disikat. Mau Liga 1, mau Liga 2, mau Liga 3. Itu komitmen saya. Gak usah deh orang yang ngurus liganya, Exco ketauan macem-macem laporin. Jadi kami tetap dengan kepolisian ini bersih-bersih. Dari tukang pengantar air sampai Exco, kalau macam-macam habisin. 

Kapan Liga 1 bergulir?

Ya kompetisi sudah fix akan bergulir di bulan Mei. Insya Allah 8 Mei. 

Kapan KLB?

Yang pasti KLB pembentukan Komite Pemilihan itu setelah Pilpres. Kami bentuk lalu mereka melakukan notifikasi, pendaftaran, dan verifikasi. Itu sudah selesai, baru delapan minggu kemudian ada KLB. Saya harus memastikan semua SOP sudah benar. Karena kalau itu salah, dibicarakan lagi sama orang. Kenapa lama? Kalau PSSI emang lama mempersiapkan KLB.

Marko Simic...

Marko Simic masih harus menjalani hukuman ya sampai nanti sidang tanggal 9 April. Setelah sidang bisa kita update kabar Simic.


Baca Juga :
- Awal Musim Saya Sempat Dikontak Persija
- WAWANCARA EKSKLUSIF JILID 2: Nurhidayat Sempat Korbankan Sekolah demi Sepak Bola

Anda lebih senang jadi pengurus PSSI, pengacara, aktor, atau penyanyi?

Semua saya senang.*Sumargo Pangestu 
 

BERITA TERKAIT

Total Komentar 0
Tulis Komentar +
ARTIKEL SEBELUMNYA