#1
TOPSKOR   |   Harian Olahraga Pertama di Indonesia
Supremasi Pembinaan
20 April 2019 04:03 WIB
JAKARTA – Liga Hansaplast TopSkor U-13 2018/2019 memasuki partai puncak, Minggu (21/4). Dua tim terbaik hasil tempaan selama tujuh bulan akan berebut supremasi tertinggi Liga TopSkor, di Lapangan Universitas Trisakti, Nagrak, Ciangsana. ISA Fossbi Trisakti akan berhadapan dengan ASIOP Apacinti.

Final ini bisa dibilang sebagai duel ideal. Sebab, ada beberapa faktor yang membuat laga final nanti akan berjalan seru, menghibur, sekaligus menegangkan. ISA yang merupakan juara bertahan, dihadapkan pada mentalitas ASIOP yang pernah menjadi juara kompetisi ini tiga musim berturut-turut.

Pada babak penyisihan grup, tim asuhan Zuchli Imran Putra ini hanya tiga kali kalah dari 22 pertandingan. Tim berjuluk Kelinci Cibubur itu pun menjai jawara Grup Top. Sedang ASIOP sempat tertatih-tatih pada pekan awal kompetisi. Namun, perlahan sang pelatih Yayat Supriatna membawa timnya tampil stabil.


Baca Juga :
- Skrining Play-off Liga TopSkor U-12 Rampung
- TopSkor Indonesia Menang Selusin Gol

Jumlah kekalahan yang diderita ASIOP pun tidak banyak. Hanya empat kali. ASIOP dan ISA bahkan tampil gemilang pada babak delapan besar dengan sukses menyapu bersih tiga kemenangan. Keduanya lolos ke semifinal sebagai status juara grup dengan nilai sempurna, sembilan.

Soal gaya bermain, kedua tim nyaris serupa: mengandalkan ball possesion. Bedanya ISA mengandalkan serangan kombinasi lewat sayap lewat Rohan Fakhrurozy, sedangkan ASIOP mengedepankan serangan lewat playmakers yang dikomando Ray Raffa. Dua winger ASIOP, Odillo Pinutusta dan Pradipa Raihan juga siap beraksi. 

Sayangnya, Mutiara dari Ssenayan, julukan ASIOP, tak akan diperkuat bek tengah sekaligus kapten tim Muhammad Tezar Briantama, karena akumulasi kartu kuning. Padahal, meski berposisi sebagai bek, naluri gol Tezar cukup tinggi. Pemilik nomor punggung 12 itu sudah mengoleksi sembilan gol. 

Sedang ISA tak akan diperkuat tujuh pilar, karena sedang tampil dalam turnamen internasional di Cina. Meski begitu Imran tetao optimistis. Ia percaya keseimbangan tim tetap terjaga dengan baik. Menurutnya, semua pemain yang ia miliki punya kemampuan kualitas individu cukup merata. 

“Selain tujuh pemain itu, ada Joker yang tidak bisa bermain karena persoalan Ujian Nasional. Tapi itu tidak masalah, karena saya sudah siapkan antisipasi dan percaya pemain pengganti bisa bermain sama baiknya," kata Imran. Karenanya ia percaya pertandingan ini akan berlangsung sangat ketat. 

Kubu ASIOP lewat Yayat menyebut, konsistensi permainan akan sangat menentukan hasil akhir pertandingan pemungkas ini. “Kuncinya soal konsistensi dan stamina anak-anak selama 2x30 menit. Karena menurut analisis saya itu yang menjadi bahan evaluasi saya hampir di setiap pekan,” kata Yayat.
Pria asal Bandung ini menyebut timnya sedang percayaan diri. Empat kemenangan beruntun sejak fase grup hingga semifinal, diharapkan mencapai puncaknya pada partai final. “Semua pemain dalam kondisi siap tempur. Siapapun yang dimainkan nanti, mereka harus fight dan memiliki mental yang tangguh,” ucap Yayat.

Tempat Ketiga 
Sementara itu, baik Siaga Pratama dan Kabomania berjanji akan tampil penuh semangat dalam perebutan tempat ketiga. Kabomania siap menurunkan semua pemain terbaiknya. Pertandingan ini akan berlangsung pada Sabtu (20/4) di Lapangan Universitas Trisakti, Nagrak. 

“Awalnya kami hanya ditarget bertahan dan terhindar dari degradasi, tapi kami bisa buktikan hingga lolos sampai semifinal. Bahkan kami satu- satunya tim yang tanpa Joker di semifinal. Kami tak akan sia-siakan pertandingan terakhir musim ini," kata Imral Usman, pelatih Kabomania.

Hal senada juga diungkapkan Kusnadi arsitek Siaga Pratama. Timnya tidak akan menyiapkan kesempatan untuk meraih posisi ketiga. "Anak-anak masih sangat semangat untuk tempat ketiga. Pencapaian musim ini luar biasa. Kami tim pelatih pun tidak menyangka bisa melaju sejauh ini," kata Kusnadi.

Coaching Clinic
Sebelum laga final, Hansaplast akan menggelar coaching clinic bersama tim pelatih timnas Indonesia U-16: Bima Sakti, Indriyanto Nugroho, dan Firmansyah. Selain ketiganya, juga hadir kiper Persija Andritany Ardhiyasa, manta kiper timnas Indonesia Markus Horison, dan pelatih Tira Persikabo U-16 Deris Herdiansyah.

“Ini bukan sekadar coaching clinic biasa. Kegiatan yang dipimpin oleh Bima Sakti ini langsung menjadi orientasi Filanesia di Liga TopSkor, untuk pemain-pemain kelahiran 2006 dan 2007, yang akan mengikuti kompetisi musim depan (2019/2020),” kata Direktur Kompetisi Liga TopSkor Mochamad Yusuf Kurniawan.* Furqon Al Fauzi

ISA Fossbi
Main: 26
Menang:  21
Imbang: 2
Kalah: 3
Gol: 62
Kebobolan: 11

ASIOP Apacinti
Main: 26
Menang: 17 (1 penalti)
Imbang: 5
Kalah: 4
Gol: 39
Kebobolan: 14
Lima Laga Terakhir ASIOP 
ASIOP 0-0 Kabomania
ASIOP 2-1 Asia FS
ASIOP 2-1 Siaga Pratama
ASIOP 2-1 Salfas Soccer
ASIOP 2-2 Kabomania 2-2 (4-1 P)


Baca Juga :
- Jajal PaSS Parung, TopSkor Indonesia Coba Mengeksplorasi Peran Lini Kedua
- Variasi Formasi TopSkor Indonesia

Liga Laga Terakhir ISA 
ISA 5-0 Petrostream 
ISA 3-1 Villa 
ISA 1-0 Kabomania 
ISA 3-0 RMD
ISA 2-1 Siaga Pratama


 

BERITA TERKAIT

Total Komentar 0
Tulis Komentar +
ARTIKEL SEBELUMNYA