#1
TOPSKOR   |   Harian Olahraga Pertama di Indonesia
news
Wawancara Eksklusif Hasnuryadi Sulaiman Ungkap Sejarah Barito Putera
10 June 2019 14:35 WIB
JAKARTA - Meneruskan cita-cita almarhum sang ayah Abdussamad Sulaiman HB sebagai manajer Barito Putera dijalani Hasnuryadi Sulaiman dengan penuh tanggung jawab. Ada visi yang jelas diproyeksikan oleh Hasnuryadi dalam membangun Barito menjadi tim yang benar-benar profesional. Tak hanya serius di tim senior, ia juga fokus menggarap pondasi tim lewat Akademi Barito Putera. Lalu, seperti apa prinsip Hasnuryadi dalam mengurus Barito? Berikut wawancara TopSkor bersama Hasnuryadi:

Apa yang melatar belakangi Barito Putera dapat bertahan lama hingga saat ini?

Ini karena nazar almarhum Abah (Abdussamad Sulaiman) dulu awalnya ingin sekali menjadi pemain sepakbola sehingga tidak terwujud dan membuat klub sepak bola ini. Dia membuat tim sepak bola ini juga mempunyai tujuan untuk menciptakan pemain yang andal untuk timnas Indonesia kelak. Jadi saya selaku anak laki-lakinya akan menjaga pesan itu sampai kapanpun.


Baca Juga :
- Prediksi PSS versus Borneo FC, Misi Kejar Target
- Ditambah Vizcarra dan Kippersluis, Robert Siapkan Skema Alternatif Tanpa N'Douassel saat Persib Menjamu Barito

Bagaimana menjaga tim ini untuk terus berada di kasta tertinggi?

Saya selalu berusaha bekerja secara profesional. Selain itu, yang terpenting untuk saling dukung jika ada masalah terutama keluarga besar untuk bersama-sama menyelesaikan masalah dan membangun Barito Putera menjadi lebih baik lagi.

Barito merupakan tim yang paling jarang berganti pelatih…

Ya, sejak 2013 kami memang jarang sekali berganti pelatih. Sebut saja Mundari Karya, Salahudin, dan hingga kini Jacksen F Tiago. Hal ini balik lagi mengenai pesan Abah yaitu mencetak pemain bintang dan tidak membeli pemain bintang. Nah namanya mencetak pemain kualitas itu perlu waktu yang panjang satu hingga tiga tahun minimal.

Oleh karena itu perlu waktu untuk membuat sebuah tim yang hebat melalui kombinasi pemain muda dan berpengalaman. Ini yang menjadi penekanan kami ketika merekrut pelatih dan mereka yang terpilih adalah pelatih yang satu visi dan misi dengan kami.

Barito mengawali musim ini dengan hasil kurang memuaskan, apakah ada opsi mengganti posisi Jacksen...

Kami harus saling support, mengenai hal ini saya tidak akan membebani coach Jacksen. Terus beri dukungan yang positif agar pertandingan kedepannya dapat mendapatkan hasil yang maksimal. Saya masih memberikan kesempatan kepada beliau (Jacksen) dan insya Allah saya yakin dia bisa melewati masa sulit di awal kompetisi ini dengan hasil-hasil yang baik ke depannya.

Barito sering melepas pemain bintang, terakhir Hansamu Yama dilepas ke Persebaya...

Mengenai hal ini kami harus menyerahkan kembali kepada setiap pemain itu sendiri. Pemain yang bermain bersama Barito harus mempunyai rasa memiliki yang benar-benar kuat untuk bermain di klub ini. Mau sehebat apapun pemain itu, jika tidak ada keinginan untuk bertahan tidak baik juga untuk kami pertahankan. Sejarah Barito Putera adalah bermain tanpa pemain bintang kami bisa berprestasi, hal ini yang saya jaga dan tanamkan terus.

Bagaimana perasaan Anda saat mendampingi tim bertanding?

Ya, pastinya sangat tegang jika nonton Barito sedang berlaga. Kadang juga suka gemes sendiri hehehe...Kami tentu ingin selalu melihat tim sendiri menang dalam setiap pertandingan tetapi jika itu tidak terealisasikan tentu cukup sedih. Tetapi di satu sisi kami juga harus mengapresiasi semangat juangnya di lapangan.

Apa makna Barito bagi Anda?

Saya anggap Barito ini sebagai Cinta, ini juga yang diajarkan oleh Abah kepada saya. Nilai pertama adalah Cinta, kalau sudah cinta apapun yang terjadi saya akan terus jalani dan nikmati. Jadi menjaga Barito ini juga sebagai wujud pengabdian saya kepada Abah.

Harapan menjadi anggota DPR RI di periode kedua?

Apabila saya dipercaya saya akan fokus di Komisi X. Nanti saya akan memfokuskan di bidang olahraga dan pendidikan karena ini sesuai bidang saya. Saya juga berfikir pendidikan dan olahraga adalah kesatuan yang harus diharmonisasi. Jika dikaitkan dengan sepak bola, kami juga kebetulan menjadi ketua Real Madrid Foundation, dari situ kami mendapat pelajaran bahwa yang terpenting itu membangun karakter terlebih dahulu dan ini bermula dalam dunia pendidikan. Oleh karena itu jika ingin olahraga kita ini berprestasi tentu pendidikannya itu sendiri juga harus lebih baik lagi.

Apa posisi Anda saat masih bermain sepak bola?


Baca Juga :
- Prediksi PSIS vs Bali United, Laga Krusial
- Persebaya Surabaya Jamu PSM Makassar di Batakan

Saya kalau main bola senang di posisi gelandang serang. Walaupun saya tidak pernah bermain di klub profesional tapi saat kuliah di Australia dulu saya kerap bermain sepak bola bersama teman-teman. Kebetulan dulu saya menjadi Ketua Himpunan Pelajar di Australia. Nah dari situ saya sering jadwalkan untuk bermain sepak bola bersama teman-teman sambil bersilahturahmi.*NIZAR GALANG GANDHIMAR

 

loading...

BERITA TERKAIT

Total Komentar 0
Tulis Komentar +
ARTIKEL SEBELUMNYA