#1
TOPSKOR   |   Harian Olahraga Pertama di Indonesia
Beda Barca Enrique dan Valverde
10 June 2019 17:05 WIB
BARCELONA – Bukan hanya Real Madrid yang mengalami krisis gol melainkan juga Barcelona. Musim lalu (2018/19), Los Azulgrana hanya meraih gelar La Liga. Mereka tersingkir secara menyakitkan dari ajang Liga Champions dan kalah dari Valencia dalam final Piala Raja. Dua kegagalan dalam dua ajang penting tersebut pun membuat posisi Ernesto Valverde sebagai pelatih dipertanyakan.

Apa yang membuat Barcelona mengalami kegagalan dalam dua ajang penting pada musim lalu itu (2018/19)? Jika melihat dari produktivitas gol, ada yang hilang dari klub raksasa asal wilayah Katalunya ini. Efektivitas gol Barcelona musim lalu  jauh menurun dibandingkan tahun-tahun sebelumnya. Jika ukurannya adalah gelar, perbandingan yang tepat adalah dengan tim Barcelona 2014/15, musim terakhir kepelatihan Luis Enrique, ketika meraih tiga gelar (La Liga, Liga Champions, dan Piala Raja).

Pada 2014/15 itu, Barcelona mampu menorehkan 175 gol (100 gol di La Liga, 34 gol Piala Raja, dan 31 gol di Liga Champions). Bandingkan dengan musim lalu, Los Azulgrana hanya mampu mencetak 136 gol. Dengan demikian, ada minus 39 gol antara Barcelona 2014/15 dan 2018/19. Perbandingan tersebut pun cukup melihat dari gol di La Liga. Jika pada lima musim lalu Barca mampu mencetak 110 gol di La Liga, pada 2018/19 pasukan Valverde hanya menorehkan 90 gol.


Baca Juga :
- Gagal Kembali ke Barcelona, Ayah Neymar Bertemu Direktur Juventus, Ronaldo Ikut Berperan
- Valverde Jilid III dan 10 Enigma Los Azulgrana

Lalu, produktivitas di Piala Raja yang mencapai 34 gol pada 2014/15 pada musim yang baru berakhir hanya mencetak 19 gol. Begitupun dalam Liga Champions yang sangat jelas perbedaannya. Barca juara Liga Champions 2014/15 dengan mengoleksi 31 gol sementara pada 2018/19 hanya 25 gol. Meski Barcelona berhasil meraih gelar La Liga pada musim ini namun ada tren yang justru menurun khususnya dalam dua musim terakhir terkait produktivitas gol mereka di ajang domestik sepak bola Spanyol ini.

Dengan 110 gol pada 2014/15, lalu 112 gol musim selanjutnya, dan meningkat pada 2016/17 dengan 116 gol di La Liga. Namun, Barcelona hanya menorehkan 99 gol di La Liga 2017/18 atau hanya lebih banyak sembilan gol dibandingkan dengan musim 2018/19. Meski demikian, tren menurun tersebut bukan karena Lionel Messi. Sebaliknya, La Pulga masih memengang peranan besar. Penyerang timnas Argentina ini mencetak 15 gol lebih banyak di La Liga dibandingkan dengan duetnya di lini depan, Luis Suarez. Messi 36 gol sedangkan Suarez hanya 21 gol.

Messi menjadi penyerang paling dominan pula dalam ajang Liga Champions, yang membuat timnya bisa bertahan hingga ke semifinal. Faktanya, rapor Suarez yang paling mengkhawatirkan. Sejak meraih gelar Pichichi (pencetak gol terbanyak) di La Liga pada 2015/16 (40 gol), penyerang asal Uruguay ini tidak pernah lagi meraih penampilan terbaiknya. Bahkan, dalam ajang Liga Champions, Suarez hanya menorehkan lima gol dalam tiga tahun terakhir (3 gol 2016/17, 1 gol 2017/18, dan 1 gol 2018/19).


Baca Juga :
- Tiga Tridente Maut Bakal Menghiasi La Liga
- Ada Jaminan 100 Gol dari MSG Milik Barca

Kepergian Neymar yang sempat membuat Barcelona memiliki trio MSN (Messi, Suarez, Neymar), juga menjadi salah satu faktor menurunnya efektivitas gol Barcelona. Los Azulgrana mencoba mengatasi masalah ini dengan mendatangkan Ousmane Dembele dan Philippe Coutinho. Namun, Dembele sulit dalam beradaptasi dengan permainan Barcelona. Sementara Coutinho yang diprediksi bisa memunculkan kembali tridente di Camp Nou, juga tidak berhasil.

Kini, Barca mencari pemain yang bukan hanya mampu mencetak gol melainkan juga bisa bekerja sama dan membantu Messi. Penyerang Atletico Madrid, Antoine Griezmann, opsinya. Sabtu (8/6) lalu, Griezmann menyatakan dia sudah tahu akan bermain di mana pada 2019/20, tapi bintang timnas Prancis ini masih merahasiakan nama klubnya.*Irfan Sudrajat

BERITA TERKAIT

Total Komentar 0
Tulis Komentar +
ARTIKEL SEBELUMNYA