#1
TOPSKOR   |   Harian Olahraga Pertama di Indonesia
PBVSI Gelar Seleksi, Pevoli Pantai Senior Belum Aman
11 Juni 2019 11:30 WIB
SENTUL – Meski memiliki komposisi skuat mumpuni, tim nasional (timnas) voli pantai Indonesia enggan terlena. Mereka sudah membuat rencana jangka panjang agar tidak mengalami putus generasi saat pemain andalan memasuki usia pensiun.

Jelang SEA Games Filipina XXX/2019, 30 November-10 Desember, Pengurus Pusat Persatuan Bola Voli Seluruh Indonesia (PP PBVSI) menyeleksi 19 atlet yang terdiri dari 10 putra dan sembilan putri. Nantinya, masing-masing dua yang terpilih.

Manajer timnas voli pantai Indonesia, Slamet Mulyanto, mengatakan pihaknya memang harus menyiapkan atlet penerus dari sekarang. Jika terlalu nyaman dengan skuat yang ada saat ini, berpotensi membuat regenerasi terhambat dan itu bakal merugikan.


Baca Juga :
- Target Satu Emas, Sambo Rencanakan TC di Korea SelatanĀ 
- Demi Timnas Putri Indonesia, Sofie Imam Faizal Tolak Klub Timor Leste

“Saat ini, pevoli pantai yang kami miliki memang kuat karena ada Ade Candra (Rachmawan), Mohammad Ashfiya, Dhita Juliana, dan lain-lain. Namun, penerus mereka harus ada. Saya optimistis, seleksi nanti menghasilkan atlet potensial,” kata Slamet.

Selain itu, keberadaan atlet-atlet muda turut mengasah jiwa kompetisi pevoli elite. Pasalnya, mereka juga ikut persaingan untuk memperebutkan posisi di timnas SEA Games 2019. Dengan kata lain, Ade Candra dan kawan-kawan, belum sepenuhnya aman.

Jika dalam perjalanan ada atlet muda yang lebih menonjol dan mampu mengalahkan senior, mereka akan diprioritaskan berangkat ke Filipina. Terlebih, Indonesia punya catatan apik dalam keikusertaan di pesta olahraga se-Asia Tenggara itu.

Jika merujuk pada regulasi, setiap negara peserta hanya diperbolehkan mengirimkan dua pasang untuk masing-masing kategori. Itu berarti, hanya ada empat putra dan empat putri yang akan berpartisipasi dalam SEA Games 2019.

Padahal, jika proses seleksi atlet muda rampung, ada delapan putra dan putri yang bakal menghuni pemusatan latihan nasional (pelatnas) di Sentul. “Pasangan yang ada sekarang juga sangat mungkin diacak (dipecah),” Slamet menuturkan.

“Tapi, semua tentu tergantung pada hasil selama pelatnas nanti. Atlet muda yang bisa unjuk gigi, jelas punya peluang besar tampil di SEA Games 2019. Jadi, atlet-atlet senior juga harus waspada,” ujar pria yang banyak melahirkan pevoli pantai andal itu.

Saat disinggung soal target, Slamet menegaskan jika Indonesia menargetkan dua emas di Filipina. Dengan kata lain, PP PBVSI ingin Merah Putih menyapu bersih seluruh kategori dalam cabang olahraga (cabor) voli pantai.

Maklum, sudah lama voli pantai tak dipertandingkan di SEA Games. Kali terakhir adalah 2011 atau saat Indonesia menjadi tuan rumah. Sayang, ketika itu, sapu bersih gagal dilakukan. Indonesia hanya mampu meraih satu emas dan dua perak.

Nomor putra mampu menciptakan All Indonesian Final antara Andy Ardiansyah/Koko Prasetyo Darkuncoro melawan Dian Putra Sentosa/Ade Candra. Saat itu, Andy/Koko yang tampil sebagai Indonesia 1 (INA1) keluar sebagai juara di Palembang.

Sedangkan di putri, Ayu Cahyaning Siam/Dhita Juliana dikalahkan wakil Thailand, Kamoltip Kulna/Varapatsom Radarong. “Jika 2011 kami gagal mengawinkan emas, saat ini targetnya adalah mengawinkan emas. Itu jadi keinginan mutlak,” kata Slamet.

Incar Kontinental


Baca Juga :
- Mayoritas Kelebihan Berat Badan, Cacing Fokus Fisik Timnas Basket
- Singapura Juara Merlion Cup, Fandi Ahmad Bicara Peluang di SEA Games 2019

Sedangkan untuk kualifikasi Olimpiade Tokyo XXXII/2020, Indonesia sepertinya tidak mengejar tiket lewat jalur poin. Slamet mengatakan, pengumpulan poin sangat berat karena banyak turnamen yang harus diikuti.

Di sisi lain, anggaran yang didapat voli tak terlalu banyak. Oleh karena itu, masih menurut Slamet, Indonesia akan mengejar tiket ke Tokyo lewat kejuaraan kontinental. Rangkaian turnamen benua itu kemungkinan dimulai akhir tahun ini.* KRISNA C. DHANESWARA

BERITA TERKAIT

Total Komentar 0
Tulis Komentar +
ARTIKEL SEBELUMNYA