#1
TOPSKOR   |   Harian Olahraga Pertama di Indonesia
Raih Peringkat Ketiga LNE, Perfoma Inggris Belum Memuaskan Southgate
11 June 2019 09:39 WIB
GUIMARAES – Seharusnya tendangan Callum Wilson yang menembus gawang Swiss di menit ke-84 itu sudah cukup untuk memastikan timnas Inggris merebut peringkat ketiga di Liga Negara-negara Eropa (LNE). Tetapi VAR menganulirnya sehingga memaksa laga harus ditentukan lewat adu penalti. Untuk itu, The Three Lions patut berterima kasih pada Jordan Pickford.

Kiper 25 tahun itu turut menyumbang gol, lalu menggagalkan satu tendangan penalti lawan, untuk memastikan kemenangan 6-5 atas Swiss di Estadio D. Afonso Henriques, Minggu (9/6). Dan Tim Tiga Singa untuk kali pertama memenangi drama adu penalti secara beruntun dalam sejarahnya.

Pelatih Inggris Gareth Southgate melakukan tujuh perubahan pada susunan pemain utamanya setelah kekalahan dari Belanda dalam semifinal, tiga hari sebelumnya. The Three Lions nyaris memimpin setelah jeda ketika sepakan bek Swiss Fabian Schar, membentur bagian dalam gawang sendiri. Lalu, gol Wilson tercipta, namun rekaman VAR menjadi rujukan wasit Ovidiu Hategan.


Baca Juga :
- Tottenham Siap Adang Juara Liga Primer
- Preview Tottenham vs Aston Villa: Menguji Keseriusan Dua Tim Beda Ambisi

Hategan yang asal Rumania membatalkan gol Inggris itu setelah VAR memperlihatkan ada pemain Inggris yang lebih dulu melakukan pelanggaran di dalam kotak penalti. Lalu, dalam perpanjangan waktu, Tim Tiga Singa lagi-lagi nyaris mencetak gol, tapi sayang tendangan bebas dari Raheem Sterling hanya membentur mistar gawang La Nati, julukan Swiss.

Pertandingan berlanjut ke adu penalti. Lima penendang pertama dari masing-masing tim berhasil menjalankan tugas dengan baik, termasuk Pickford. Kiper andalan klub Everton FC tersebut berhasil mengecoh Yann Sommer dengan tendangan kaki kirinya, sebelum menyelamatkan gawangnya dari penalti penendang keenam Swiss, Josip Drmic.

Southgate mengakui skuatnya telah mempersiapkan diri dengan baik untuk melakukan tendangan penalti, mengatakan pasukannya kini harus berjuang untuk “level berikutnya” dalam kompetisi internasional. “Kami melakukan kesalahan konyol (melawan Belanda) jadi, penting bagi kami untuk merespons dengan kinerja tingkat tinggi.”

Permainan Inggris memang memperlihatkan banyak perkembangan, tetapi Southgate belum puas. Ia merasa masih ada yang harus diperbaiki. Salah satunya, Inggris tidak mempunyai gelandang yang mampu mendistribusikan bola ke depan. Melawan Swiss, Dier dinilai terlalu sering mengoper bola ke belakang, alih-alih mengatur serangan dari tempatnya berdiri.

Analisa Sky Sports menyebut Dier sepertinya merasa jauh lebih aman mengopernya ke belakang, ke Harry Maguire dan John Stones, daripada harus berlari untuk membuka ruang ke depan. Akibatnya tanggung jawab bek-bek Inggris bertambah. Karena sodoran umpan dari tengah minim, sedikit pula opsi bagi para striker untuk mencari peluang.

Setidaknya Southgate sekarang tahu dia seharusnya memilih Trent Alexander-Arnold sebagai bek kanan saat melawan Belanda pada Kamis lalu. Terbukti, Ronald Koeman mampu mengekspos kelemahan dari penampilan buruk Kyle Walker, saat Alexander-Arnold diistirahatkan setelah tampil di final Liga Champions lawan Tottenham Hotspur.

Setelah pertandingan, Alexander-Arnold dinobatkan sebagai Man of the Match, tapi sang pahlawan yang sesungguhnya jelas Pickford. Maju sebagai eksekutor penalti kelima Inggris, Pickford mengandaskan harapan Swiss dengan menggagalkan penalti terakhir Setan Merah. Mengulang aksinya saat melawan Kolombia di Rusia 12 bulan lalu.


Baca Juga :
- Tottenham Ingin Tuntaskan Dybala
- Persaingan Rebut Trofi Golden Boot Liga Primer Inggris Bakal Panas

“Kami berlatih penalti secara konsisten saat ada turnamen besar seperti LNE atau tidak. Tapi saya belum pernah mengambil satu dalam game nyata jadi sedikit gugup. Ada Harry Kane, pemain lain. Ini semua tentang rutinitas. Harry punya rutinitas. Anda harus membuat rutinitas sendiri untuk memastikan semua dilakukan sempurna.”***NURUL IKA HIDAYATI

 

BERITA TERKAIT

Total Komentar 0
Tulis Komentar +
ARTIKEL SEBELUMNYA