#1
TOPSKOR   |   Harian Olahraga Pertama di Indonesia
Hengkangnya Hazard Jadi Kehilangan Besar bagi Liga Primer
11 Juni 2019 15:18 WIB
LONDON – Kebersamaan Eden Hazard bersama Chelsea FC sejak 2012 harus berakhir. Tepatnya, sejak sang winger dipinang Real Madrid CF pada 7 Juni lalu. Nilainya, mencapai 100 juta euro (sekitar Rp 1,6 triliun). Sontak, kepergian Hazard ditangisi segenap fan The Blues. Maklum, gelandang serang asal Belgia ini bisa disebut sebagai nyawa tim London Barat itu dalam tujuh tahun terakhir.

Sudah banyak prestasi ditorehkan Hazard bersama Chelsea. Baik itu untuk klub ataupun rekor indvidual. Sejatinya, berat bagi klub milik Roman Abramovich ini untuk melepasnya. Namun tawaran menggiurkan dari Madrid tak bisa dilepas begitu saja. Apalagi, dengan sinyal Hazard yang dalam beberapa pekan terakhir mengungkapkan keinginannya mencari tantangan di luar Inggris, terutama gelar Liga Champions.

Dari sisi individu, Hazard sukses mengemas 110 gol dan 81 assist di semua kompetisi sejak 2012. Catatan itu fantastis mengingat ia bukan striker murni. Jika dikomparasi bisa bersaing dengan para bintang serta legenda Liga Primer. Dari segi assist, Hazard mengemas 54 dari 595 laga di liga. Ia mengungguli Mesut Oezil (52 assist dari 521 laga) dan Juan Mata (37/389). Hazard cuma kalah dari David Silva (61/566) dan Christian Eriksen (60/547).


Baca Juga :
- Coutinho Beringsut Menuju Chelsea, tapi Terganjal Larangan Transfer
- Lampard Akan Jadi Bos Chelsea, Drogba Dapat Posisi tapi Tidak Ada Tempat untuk John Terry

Yan pasti, ini tak hanya kehilangan besar bagi Chelsea, namun juga Liga Primer. Para fan kompetisi kasta tertinggi sepakbola Inggris itu tidak akan bisa lagi melihat aksi individu salah satu pemain terbaik yang pernah merumput di Liga Primer. 

“Hazard paling mengesankan dari seluruh pemain yang memperkuat Chelsea. Dia memiliki kualitas yang luar biasa,” kata Pat Nevin, yang memperkuat The Blues pada 1983-1988 tersebut kepada BBC. “Frank Lampard mungkin memiliki dampak yang lebih baik. Namun, untuk keterampilan murni, Hazard memperlihatkan kualitas kelas dunia,” lanjutnya yang kini bekerja sebagai analis sepakbola.

Pernyataan Nevin tersebut beralasan. Mungkin, dalam sejarah Chelsea hanya Lampard yang memperkuat klub pada 2001-2014 itu yang mampu menandingi Hazard. Namun, untuk kemampuan olah bola dan performa, jelas Hazard unggul dari sosok yang kini melatih Derby County FC di Divisi Dua (Championship) tersebut.

Pun demikian dengan urusan gelar. Hazard meraih enam gelar utama dalam tujuh tahun kariernya di Stamford Bridge bersama beberapa pelatih ternama. Mulai dari Rafael Benitez, Jose Mourinho, Antonio Conte, hingga Maurizio Sarri. Catatan Hazard hanya di berada bawah Lampard (11), John Terry (15), dan Didier Drogba (12).

Korelasinya, ketiga legenda tersebut menjadi bagian dari kesuksesan Chelsea saat menjuarai Liga Champions 2011/12 pada 19 Mei 2012. Alias, hanya dua pekan sebelum Hazard tiba di Stamford Bridge saat didatangkan dari klub Ligue 1 Prancis Lille OSC pada 4 Juni 2012.

Faktor Liga Champions


Baca Juga :
- Cerita Kubo, Dididik Barcelona, Lalu Belok ke Real Madrid
- Bagi Saya Nomor Tidak Penting, Paling Utama Lambang di Dada

Trofi si Kuping Lebar itu yang diidamkan Hazard. Hanya, dalam tujuh tahun ini, dia merasa sulit bisa menggenggamnya bersama Chelsea. Itu mengapa, Hazard tak ragu menerima pinangan Madrid yang peluangnya harus diakui lebih besar. Terutama, setelah kembalinya Zinedine Zidane yang pada periode pertama sukses mempersembahkan hattrick Liga Champions untuk Los Blancos.

Jelas, tanpa Hazard, ini menimbulkan masalah bagi Chelsea. Juga untuk Liga Primer yang dalam tujuh tahun terakhir dimanjakan aksi impresif Hazard. Di sisi lain, kehadirannya membawa berkah bagi La Liga Spanyol. Terutama, Madrid yang dengan keberadaan Hazard bisa kembali tampil atraktif usai ditinggal Cristiano Ronaldo pada 2018 lalu.***CHOIRUL HUDA

BERITA TERKAIT

Total Komentar 0
Tulis Komentar +
ARTIKEL SEBELUMNYA