#1
TOPSKOR   |   Harian Olahraga Pertama di Indonesia
Newcastle Bisa Jadi Klub Ketiga Inggris yang Dilatih Mourinho
11 June 2019 10:32 WIB
NEWCASTLE – Sepanjang kariernya, Jose Mourinho sudah bertualang di banyak negara Eropa. Mulai dari Inggris, Italia, hingga Spanyol bersama empat klub berbeda. Dalam periode itu, Mourinho selalu sukse mempersembahkan gelar. Alias, The Special One tidak pernah keluar dari klub yang ditanganinya itu dengan tangan hampa.

Termasuk, ketika mengarsiteki Manchester United FC (MU) pada 2016-2018. Mourinho memang gagal membawa Setan Merah menjuarai Liga Primer selama dua  musim di Old Trafford. Meski begitu, Mourinho sukses memberikan tiga trofi bagi MU. Itu meliputi Community Shield 2016, Piala Liga 2016/17, dan Liga Europa 2016/17.

Nah, kini Mourinho dikaitkan kembali melatih ke Negeri Pangeran Williams tersebut. Namun kali ini bukan bersama MU atau Chelsea FC yang pernah dipimpin dua periode pada 2004-2007 dan 2013-2015. Ia justru kini disinyalir akan merapat ke Newcastle United FC jika benar kehadiran pemilik anyar.


Baca Juga :
- Mourinho Rindu Sepak Bola, Menangis Saat Wawancara
- Peluang Fred Masuk Tim Inti MU Masih Terbuka

Pengusaha asal Uni Emirat Arab, Sheikh Khaled bin Zayed Al Nehayan yang dikabarkan siap menggelontorkan 350 juta paun (sekitar Rp6,3 triliun) untuk mengambil alih The Magpies. Sejak 2007, Newcastle dimiliki pengusaha asli Inggris, Mike Ashley. Orang terkaya ke-15 di Britania Raya pada 2012 tersebut diketahui siap melepas Newcastle.

Dengan syarat, ada pihak yang kompeten. Baik dari segi keuangan atau dalam hal mengurus klub. Syekh Khaled sendiri merupakan taipan yang menggemari olahraga. Dia pun jadi calon potensial untuk mengakuisisi Newcastle dari Ashley. Yang menarik, jika terwujud, ia  disebut bakal mengganti Rafael Benitez dengan Mourinho!

Itu akan menandai proyek ambisius Khaled. Apalagi, mengingat Mourinho punya hubungan yang harmonis dengan legenda Newcastle,  Sir Bobby Robson yang wafat 31 Juli 2009. Ya, The Special One merupakan anak didik Robson saat menangani Sporting CP, FC Porto, dan FC Barcelona. Musim panas lalu, Mou juga mengungkapkan ketertarikannya.

“Saya kerap pergi ke Newcastle. Saya juga senang mengunjungi rumah Sir Bobby,” kata Mourinho, semringah. “Klub itu punya stadion yang membuat saya terkesan. Saya suka dengan atmosfernya. Juga untuk fan yang sangat antusias.”

Tantangan Baru

Tentu, jika Mourinho benar-benar ke Newcastle, ini akan menghebohkan jagad sepak bola Inggris. Maklum, The Magpies tergolong bukan klub besar. Bahkan, musim lalu Ayoze Perez dan kawan-kawan nyaris terdegradasi dengan finis di peringkat 13 klasemen Liga Primer.


Baca Juga :
- Meski Chelsea Berprogres, Lampard Masih Punya PR Pertahanan
- Masa Depan Sanchez Makin Suram

Namun, bagi Mourinho yang memang menyukai tantangan, jelas status itu tidak berlaku. Itu sudah dilakukan pelatih asal Portugal ini ketika membawa Porto menjuarai Liga Champions 2003/04 dan FC Internazionale (2009/10).

Di sisi lain, keterkaitan Mourinho dengan Newcastle bisa menjadi bola panas bagi Benitez. Pria berkebangsaan Spanyol ini jadi pelatih sejak 11 Maret 2016 yang bisa saja berakhir musim panas ini jika Syekh Khaled sukses mengakuisisi The Magpies.*CHOIRUL HUDA

BERITA TERKAIT

Total Komentar 0
Tulis Komentar +
ARTIKEL SEBELUMNYA