#1
TOPSKOR   |   Harian Olahraga Pertama di Indonesia
Ketua Suporter Sebut Diundurnya KLB PSSI Adalah Strategi Mengulur Waktu
11 June 2019 19:47 WIB
JAKARTA - FIFA menginstruksikan agar PSSI memundurkan pelaksanaan Kongres Luar Biasa (KLB) yang sedianya diselenggarakan pada 13 Juli 2019. FIFA meminta diundur pada akhir Juli atau awal Agustus.

FIFA menyatakan PSSI harus menunggu finalisasi revisi Statuta dan Kode Pemilihan yang sedang disiapkan. Hal itu supaya bisa dipakai dalam KLB yang akan dijalankan.

Merespons hal itu PSSI akhirnya menetapkan pengunduran KLB dari 13 Juli 2019 menjadi 27 Juli 2019. Agendanya adalah pengesahan revisi Statuta PSSI dan Kode Pemilihan, hingga penetapan personel Komite Pemilihan (KP) dan Komite Banding Pemilihan (KBP).


Baca Juga :
- Soal Pelemparan Bus Persib, PT LIB Tindaklanjuti Laporan, PSSI Lepas Tangan, Polisi Terus Memburu Pelaku
- FIFA Sidak Manahan, Satpam Bentak dan Cegah Wartawan

Menanggapi hal ini Paguyuban Suporter Timnas Indonesia mensinyalir kalau instruksi FIFA merupakan lobi dari PSSI. Hal ini sebagai strategi "buying time" atau mengulur waktu. 

“Itu akal-akalan PSSI untuk konsolidasi internal karena banyak masalah yang menimpa pengurus. Bisa juga ada agenda terselubung untuk memasukkan orang-orang yang bisa dikendalikan di KP dan KBP," kata Ignatius Indro, Ketua Umum Paguyuban Suporter Timnas Indonesia.

Seharusnya, kata Indro, revisi Statuta PSSI dan Kode Pemilihan PSSI justru untuk memasukkan aturan yang melarang orang-orang bermasalah untuk kembali berkiprah di PSSI. Bukan malah mengulur waktu, sehingga dikhawatirkan muncul agenda terselubung. 


Baca Juga :
- Ini yang Dilakukan Bima Sakti agar Timnas U-16 Rileks
- Manajer Timnas Senior Ungkap Kondisi Simon McMenemy

Sebab itu, ia meminta semua pihak mengawasi upaya-upaya terselubung PSSI tersebut. “Kita harus kawal dan awasi langkah-langkah terselubung PSSI,” katanya.

Di sisi lain Indro turut mendesak Komite Perubahan Sepak Bola Nasional (KPSN) menuntaskan pemberantasan match fixing atau skandal pengaturan skor pertandingan di tubuh PSSI. Ini supaya mereka yang berpotensi menjadi tersangka, tidak bisa berkiprah kembali di PSSI.*Ari DP

BERITA TERKAIT

Penulis
news
Penggemar semua cabang olahraga. Asli Yogyakarta, KTP Sleman, tinggal di Jakarta.
Total Komentar 0
Tulis Komentar +
ARTIKEL SEBELUMNYA