#1
TOPSKOR   |   Harian Olahraga Pertama di Indonesia
Dua Pemain Asing Arema FC Mendapat Ultimatum dari Milomir Seslija
12 Juni 2019 11:03 WIB
MALANG – Gelang asing Arema FC Pavel Smolyachenko, mendapat ultimatum dari Milomir Seslija. Menurut pelatih Arema itu, Smolyachenko harus segera menunjukkan kualitas sebagai pemain plus. Maksudnya, sebagai pemain asing, pria 27 tahun ini tak boleh bersantai-santai.

Minimal, pemain asing menjadi pemain cadangan sebagai kartu as, dan idealnya menjadi andalan utama. Dalam tiga laga Liga 1 2019, pemain asal Uzbekistan ini belum merasakan menit main. Bahkan, dalam ajang Piala Presiden 2019, Smolyachenko juga tak mendapat menit tampil maksimal.

Milo, sapaan akrab Seslija, juga mengultimatum Sylvano Comvalius. Striker asal Belanda itu dituntut menjadi ujung tombak saat penyerang Singo Edan lainnya seperti Dedik Setiawan tidak dalam kondisi terbaik. Waktu dua bulan di Malang dianggap sudah cukup untuk kembali “bertaring”.


Baca Juga :
- Lagi, TopSkor Indonesia Seleksi Pemain untuk Piala Dunia Usia Muda Gothia Cup 2019
- Ironi Timnas Indonesia, Persija Selalu Kehilangan Pemain Selepas Pemanggilan

“Sylvano Comvalius dan Pavel Smolyachenko harus bisa tingkatkan performanya, terutama fisik dan adaptasi dengan gaya bermain tim. Untuk Comvalius, waktu dua bulan dan bahkan Smolyachenko yang sudah lima bulan, sudah lebih dari cukup untuk bisa tingkatkan performa,” ucap Milo.

Selepas jeda kompetisi pada pekan ketiga Juni ini, Arema akan melakoni laga besar dengan tandang ke markas PSM Makassar. Mengingat saat ini posisi Arema di papan tengah, hasil dua kali kalah dan sekali menang, minimal poin satu harus dibawa pulang dari Kota Angin Mamiri tersebut.

Harapan Milo, dalam laga tersebut Comvalius kembali membukukan namanya di papan skor. Sedangkan Smolyachenko, akan coba diberikan kesempatan tampil. Bila tak bisa membuktikan diri layak menjadi andalan, bukan tak mungkin akan dicadangkan hingga tengah musim, lantas dilepas saat jendela transfer.

Menuju pertandingan tersebut, Milo menitik beratkan latihan pada fisik. Pasalnya, dua kekalahan saat jumpa PSS Sleman dan Borneo FC, tercipta karena kebugaran pemain tidak pria. Karena kondisi pemain saat lebaran dinilai menurun, pelatih asal Bosnia Herzegovina itu tak ingin berkompromi.

“Dua minggu ke depan latihan tim secara bertahap akan saya tingkatkan intensitasnya, mulai pre conditioning, fisik, hingga taktikal. Waktu persiapan cukup, dan harus betul-betul dimaksimalkan, sebab 23 Juni kami dapat lawan berat, PSM di Makassar. Arema harus masuk ke papan atas,” ujarnya.  


Baca Juga :
- WAWANCARA EKSKLUSIF: Saya Inginkan Persib dan Arema
- Latihan Perdana Arema Selepas Lebaran Tak Lengkap

Mantan pelatih Persiba Balikpapan itu mengungkapkan, menjadwalkan satu pertandingan uji coba sebelum jumpa Juku Eja, julukan PSM. “Jadwal kami terlalu padat untuk melakukan beberapa pertandingan uji coba. Cukup sekali saja, dan itu nanti kami lakukan setelah program latihan fisik selesai” kata Milo.

Pada latihan Selasa (11/6) sore, ada lima pemain yang absen. Latihan di Lapangan Futsal Universitas Machung dan Stadion Cakrawala, Universitas Negeri Malang, tersebut tidak dihadiri Dedik Setiawan, Muhammad Rafli, Hanif Syahbandi, Makan Konate, dan Hamka Hanzah.* Noval Luthfianto

BERITA TERKAIT

news
Pejalan kaki untuk gunung-gunung tropis Indonesia. Mencintai sastra, fanatis timnas Garuda, dan sedang aktif di sepak bola usia dini. Anak pertama dari tiga bersaudara.
Total Komentar 0
Tulis Komentar +
news
ARTIKEL SEBELUMNYA