#1
TOPSKOR   |   Harian Olahraga Pertama di Indonesia
Agenda Musornas Dipercepat, Tim Penjaring KONI Sebut Tiga Nama
12 June 2019 10:00 WIB
JAKARTA – Tim penjaring dan penyaring calon Ketua Umum KONI Pusat belum resmi membuka pendaftaran. Namun, mereka sudah memastikan, ada tiga nama yang berminat untuk maju dalam pencalonan sebagai orang nomor satu dalam induk organisasi cabang olahraga (cabor) periode 2019-2023 itu.

Saat dihubungi TopSkor, Selasa (11/6), Amir Karyatin selaku ketua tim penjaringan dan penyaringan, mengatakan hal tersebut atas dasar pernyataan secara lisan dari ketiganya. Mereka menyatakan kesediaan untuk memperebutkan kursi KONI 1, masing-masing adalah Suwarno, Muddai Madang, dan Marciano Norman.

Ketiganya bukan sosok asing dalam olahraga Indonesia. Suwarno kini menjabat Wakil I Ketua Umum KONI Pusat, Muddai adalah Wakil Ketua Komite Olimpiade Indonesia (KOI), serta pernah memimpin KONI Provinsi Sumatra Selatan (Sumsel). Lalu, Marciano, mantan Ketua Umum Pengurus Besar Taekwondo Indonesia (PB TI).


Baca Juga :
- Cabor yang Tak Lolos Seleksi KOI, Tidak Boleh Berangkat ke SEA Games Secara Mandiri
- Pino Bahari Minta KONI Bantu Tinju Indonesia

Sebagai catatan, Muddai dan Marciano sudah menggelar deklarasi sebelum Hari Raya Idul Fitri. Pada kesempatan itu, mereka memaparkan rencana program jika terpilih sebagai pengganti Tono Suratman sebagai Ketua Umum KONI Pusat. Sebenarnya ada satu nama lain, yakni Hendardji Soepandji. 

Namun, sampai kemarin, mantan Ketua Umum Pengurus Besar Federasi Olahraga Karate Do Indonesia (Forki) itu belum memberi kabar. Amir menuturkan, kemungkinan Hendardji masih menggalang dukungan. “Pak Hendardji masih kami tunggu. Apakah benar-benar jadi mencalonkan diri atau tidak,” ucapnya.

Adapun pemilihan ini akan digelar dalam Musyawarah Olahraga Nasional (Musornas), Juli mendatang. “Sejauh ini, baru ada tiga orang yang menyatakan kesediaan (maju dalam pencalonan) secara lisan. Tapi, siapa tahu kalau ada calon lain juga yang siap bertarung di Musornas,” ujar Amir.

Meski belum resmi membuka pendaftaran, bakal calon (balon) Ketua Umum KOI sudah diperbolehkan mengisi formulir. Apalagi, saat ini, tim penjaring dan penyaring sudah menyiapkan blangko. Untuk itu, sosok-sosok yang sudah menyatakan kesiapan bisa segera mengambil formulir ke Gedung KONI Pusat, Jakarta.   

Hanya, Amir mengingatkan, tak semua pendaftar akan bertarung di Musornas lantaran syarat yang mengikuti. Seseorang bisa mengikuti pencalonan jika mengantongi dukungan setidaknya dari 21 pengurus cabor dan 10 KONI Provinsi. Dengan begitu, kemungkinan hanya ada dua calon akan melaju.

Oleh karena itu, tak menutup kemungkinan ada kompromi-kompromi yang dilakukan balon Ketua Umum sebelum mengisi formulir pendaftaran. “Kalau ada seperti itu, ya mungkin saja. Misalnya, ada balon yang mengalah dan memberi dukungan ke balon lain. Hal ini biasa dalam pemilihan,” Amir mengungkapkan.

Percepat Agenda

Di sisi lain, Musornas 2019 seharusnya digelar Desember sebab masa bakti Tono Suratman sebagai Ketua Umum KONI Pusat, rampung akhir tahun ini. Namun, Pekan Olahraga Nasional (PON) XX/2020 Papua jadi alasan mengapa KONI Pusat memajukan agenda tersebut menjadi Juli.


Baca Juga :
- Jadi Juara Dunia, Daud Yordan Bertemu dengan Ketua KONI Pusat
- KONI Pusat Harus Belajar dari INASGOC Soal Transparasi Kata KPK

Pasalnya, untuk menyiapkan PON, ketua umum yang baru setidaknya harus bekerja lebih dari setahun demi mempermudah tugas mereka. “Misalnya Desember baru menjabat, akan sangat berat sebab mereka kan harus adaptasi dulu. Jadi, Musornas memang harus dipercepat,” katanya.

Amir yang juga Ketua Bidang Hukum KONI Pusat mengungkapkan, Musornas akan digelar 3 Juli mendatang. Hotel Sultan, Senayan, Jakarta, dipilih KONI Pusat sebagai tempat penyelenggaraan.*KRISNA C. DHANESWARA

BERITA TERKAIT

Total Komentar 0
Tulis Komentar +
ARTIKEL SEBELUMNYA