#1
TOPSKOR   |   Harian Olahraga Pertama di Indonesia
Boris Becker Pertanyakan Mental Petenis Muda
12 Juni 2019 13:05 WIB
PARIS – Dalam dua musim terakhir, sejumlah petenis muda menunjukkan geliat. Namun, legenda tenis dunia, Boris Becker, menyebut permainan mereka masih jauh dari kata konsisten. Melansir dari Reuters, Selasa (11/6), ungkapan ini muncul karena belum ada yang bisa hentikan dominasi Novak Djokovic, Rafael Nadal, dan Roger Federer dalam ajang grand slam.

Sejak 2017, ketiga pemain ini silih berganti menjuarai turnamen utama. Terbaru, kesuksesan Nadal memenangi Prancis Terbuka untuk kali ke-12, pekan lalu. Petenis asal Spanyol itu menambah koleksi gelar di Roland Garros usai mengalahkan Dominic Thiem, 25 tahun, 6-3, 5-7, 6-1, dan 6-1.

Faktor mental disebut Becker jadi alasan mengapa pemain muda sulit menandingi Nole,  sapaan akrab Novak Djokovic, Nadal, serta Federer. Situasi ini membuat persaingan jadi monoton. “Selain Thiem, tak ada pemain aktif di bawah 28 tahun yang mampu ke final grand slam,” kata pria asal Jerman itu.


Baca Juga :
- Hubungan Djokovic dan Becker Retak
-

Becker yang menjuarai Wimbledon 1985 pada usia 17 tahun, berharap perubahan karena dalam tiga tahun terakhir, petenis lain yang mampu ke final grand slam adalah Juan Martin del Potro (Argentina), Kevin Anderson (Afrika Selatan), Marin Cilic (Kroasia), dan Stan Wawrinka (Swiss).

Namun, semuanya berusia di atas 30 tahun. “Saya menghormati Roger (Federer), Rafa (Nadal), dan Novak (Djokovic). Tapi, para pemain muda harus muncul karena pada akhirnya mereka akan jadi tua. Ada mentalitas tertentu yang tak mereka miliki. Bukan forehand, bukan pula kebugaran,” ujarnya.

Dari daftar pemain 10 besar, saat ini, terdapat empat pemain di bawah 28 tahun. Thiem (25 tahun) ada di posisi keempat, Alexander Zverev Jr (22), dan Stefanos Tsitsipas (20), masing-masing menempati urutan kelima dan keenam. Sisanya Karen Khachanov (23) di peringkat kesembilan dunia.

Thiem sejatinya sudah lama digadang sebagai penerus dominasi Nadal, Nole, dan Federer. Bahkan, dalam beberapa turnamen, petenis asal Austria itu berhasil mengalahkan ketiganya. Sayang, saat berlaga di turnamen besar, Thiem belum mampu menyabet gelar usai takluk di final.

Zverev yang masuk daftar petenis muda potensial juga belum mampu berbicara banyak di turnamen utama. Prestasi terbaik pemain asal Jerman itu hanya perempat final Prancis Terbuka 2018 dan 2019. Sedangkan pada turnamen mayor lain, selalu tersingkir pada pekan pertama.

Sedangkan untuk Tsitsipas dan Khachanov, baru menunjukan geliat. Tsitsipas yang mewakili Yunani pernah membuat kejutan dengan melaju ke semifinal Australia Terbuka, tahun ini. Khachanov, pencapaian tertingginya, bertahan hingga perempat final Prancis Terbuka, pekan lalu.

Kemampuan mereka akan kembali diuji di Wimbledon yang akan berlangsung di All England Lawn Tennis dan Croquet Club, London, Inggris, 1-14 Juli. Setelah itu, AS Terbuka di USTA Billie Jean King National Tennis Center, New York, 26 Agustus-8 September mendatang.*MUHAMMAD RAMDAN

BERITA TERKAIT

Total Komentar 0
Tulis Komentar +
ARTIKEL SEBELUMNYA