#1
TOPSKOR   |   Harian Olahraga Pertama di Indonesia
Banyak Uang, Pemain dan Pelatih Top Liga Primer Sulit Dapat Rumah
12 June 2019 14:16 WIB
TIDAK semua di dunia ini bisa dibeli dengan uang. Demikian mungkin analogi yang cocok dalam kehidupan para pesepakbola serta pelatih ternama di Liga Primer. Misalnya, dalam menginginkan hunian yang ideal. Maklum, tidak semua dari mereka memiliki rumah pribadi.

Mayoritas, bahkan harus menyewa apartemen, hotel, atau rumah warga setempat. Terutama, di London. Sebab, sangat sulit untuk mencari rumah mewah yang merefleksikan sang penghuni. Bisa dipahami mengingat terbatasnya ketersediaan hunian di ibu kota Inggris tersebut.

Fakta ini diakui Alex Oxlade-Chamberlain. Gelandang Liverpool FC ini mengungkapkan, dirinya kesulitan mencari hunian impian di Merseyside. Oxs, sapaannya, direkrut The Reds dari Arsenal FC pada 2017 lalu. Pemain 25 tahun itu sempat bergonta-ganti hotel. Tentu, itu berpengaruh pada pengeluaran yang membengkak ketimbang memiliki rumah sendiri.


Baca Juga :
- Tak Betah Jadi Pemain Cadangan, Winger Mungil Liverpool Ini Cari Klub Baru
- Liverpool Klub Inggris Tersukses di Eropa

Pengalaman serupa juga dirasakan Jose Mourinho saat melatih Manchester United FC (MU) pada 2016-2018. The Special One memilih menginap di Hotel Lowry yang tarifnya tergolong mahal. Mou menghabiskan 895 hari tinggal pada kamar Riverside Suite di hotel yang megah tersebut dengan tagihan mencapai 779 ribu paun atau sekitar Rp 14,1 miliar!

Direktur Pelaksana Fine and Country Jonathan Handford mengakui, pesepakbola atau pelatih di Negeri Pangeran Charles tersebut sedang menghadapi krisis perumahan. Perusahaannya bergerak untuk memasok properti secara regional dan luar negeri kepada atlet di Inggris.

“Kami berurusan dengan hanya 25 persen dari pasar. Tidak banyak rumah yang terjual saat ini,” kata Hanford kepada The Sun. “(Meski) banyak orang memiliki bujet yang lebih dari cukup. Namun, pilihannya sangat terbatas. Mereka harus bersaing satu sama lain demi menemukan hunian yang ideal.”

Hukum Ekonomi

Sejatinya, banyak pemain yang berani menawar lebih tinggi dari harga yang ada di pasaran. Itu terkait dengan beberapa faktor dari hunian tersebut. Misalnya, dekat dengan tempat latihan atau stadion klub. Nah, hal tersebut yang membuat banyak pemain berebut satu sama lain dan bahkan masyarakat umum demi mencari rumah yang strategis.

“Itulah hukum ekonomi. Anda bukan satu-satunya yang ingin memiliki hunian ideal. Sehingga, banyak yang berani membayar lebih tinggi demi mengamankannya,” ujar Handford, menjelaskan terkait sulitnya pemain dan pelatih dalam mencari rumah impian.


Baca Juga :
- Tottenham Siap Adang Juara Liga Primer
- Sadio Mane Langsung Tancap Gas

Selain hunian yang mewah, mayoritas pemain maupun pelatih juga ingin kelengkapan dan fasilitas terbaik dalam rumah tersebut. Standarnya, seperti area yang luas untuk bisa dijadikan gym hingga kolam renang. Tentu saja ini agar, mereka bisa tetap menjaga kebugaran di rumah meski tidak ada aktivitas bersama klub.

“Banyak pemain menyukai gym, lapangan tenis, dan kolam renang. Itu berfungsi selain untuk latihan juga pemulihan ketika cedera. Jangan lupa, dengan dapur yang luas. Sebagian besar pesepakbola memiliki koki pribadi,” lanjut Handford.***CHOIRUL HUDA

BERITA TERKAIT

Total Komentar 0
Tulis Komentar +
ARTIKEL SEBELUMNYA