#1
TOPSKOR   |   Harian Olahraga Pertama di Indonesia
Bursa Calon Ketum KONI - Empat Nama Belum Resmi Mendaftar
13 June 2019 14:00 WIB
JAKARTA – Tim Penjaring dan Penyaring (TPP) Musyawarah Olahraga Nasional (Musornas) KONI Pusat resmi membuka pintu registrasi untuk mereka yang berminat jadi Ketua Umum KONI Pusat. Terhitung mulai Rabu (12/6), para personel tersebut bisa mendaftarkan diri.

Kepada wartawan di Gedung KONI Pusat, Jakarta, Eman Sumusi selaku Sekretaris TPP, mengatakan struktur dalam timnya juga sudah lengkap. TPP berisikan 11 orang yang terdiri dari dua wakil KONI Pusat, empat KONI Provinsi, empat pengurus cabang olahraga (cabor), dan badan fungsional.

Dua orang KONI Pusat yang masuk TPP adalah Amir Karyatin sebagai Ketua dan Eman. Sedangkan dari luar KONI Pusat, seluruhnya berstatus anggota. Jamhuron P. Wibowo (DKI Jakarta), Ahmad Saefuddin (Jawa Barat), Erlangga Satriagung (Jawa Timur), dan Jhon Ismadi Lubis (Sumatra Utara).


Baca Juga :
- Penentuan Pimpinan Sidang Musornas KONI Pusat Berlangsung Rusuh
- Enggan Mundur, Muddai Tunggu Peserta Musornas

Sedangkan pengurus cabor, Erizal Chaniago (pencak silat), Gadang Pambudi (bola tangan), Irwan Alwi (angkat besi), serta Achmad Budiharto (bulu tangkis). Sedangkan dari badan fungsional adalah Alfitra Salamm (BAPOR KORPRI). “Dengan 11 orang ini, saya optimistis TPP efektif,” kata Eman.

Ia menambahkan, pada hari pertama, belum ada yang secara resmi mendaftarkan diri. Dengan kata lain, nama-nama yang beredar dalam beberapa waktu terakhir belum bisa disebut sebagai calon karena baru menyatakan kesediaan secara lisan. “Pada dasarnya, proses pendaftaran sangat siap,” ujarnya.

Sejauh ini, ada empat nama yang disebut-sebut sebagai bakal calon (balon) Ketua Umum KONI Pusat. Mereka adalah Muddai Madang, Marciano Norman, Suwarno, serta Hendardji Soepandji. Menariknya, dari keempat nama tersebut hanya Muddai yang tak memiliki latar belakang dunia militer.

Adapun tenggat pendaftaran, 21 Juni 2019. Kemudian, 24 Juni, TPP mulai melakukan proses verifikasi dan validasi hingga 24 Juni. Eman menegaskan, hanya personel yang dapat dukungan minimal 21 pengurus cabor dan 10 KONI Provinsi lah yang berhak bertarung dalam Musornas, 2 Juli nanti.

Berkas dukungan menjadi hal terpenting untuk diperiksa dalam proses verifikasi karena tak jarang ditemukan surat ganda saat pendaftaran. Maksudnya, pendukung memberikan suara tak hanya kepada satu calon. “Kami akan melihat surat dukungan mana yang valid,” Eman menambahkan.

Pada kesempatan sama, Ketua Panitia Musornas, Surya Dharma, menyatakan acara ini akan bergulir 2 Juli 2019 di Hotel Sultan, Jakarta. Pengumuman calon Ketua Umum KONI Pusat, baik yang lolos verifikasi maupun tidak, akan dilakukan 1 Juli atau H-1 sebelum berlangsungnya pemilihan.

“Memang ada beberapa agenda dalam Musornas kali ini. Namun, yang pokok adalah pemilihan Ketua Umum KONI Pusat yang baru. Pada 2 Juli nanti, kita sudah punya Ketua Umum KONI Pusat yang baru,” ucap Surya Dharma yang juga menjabat sebagai Wakil II Ketua KONI Pusat tersebut.


Baca Juga :
- Marciano Norman: Olahraga Adalah Pengabdian
- Marciano Norman: Jangan Bikin Gaduh di Olahraga, Mari Bersatu!

Surya menegaskan, setelah calon dinyatakan lolos verifikasi, mereka harus langsung menyerahkan visi dan misi kepada TPP. Dengan begitu, TPP bisa mengetahui apa saja garis besar program yang dimiliki seorang calon jika nantinya terpilih sebagai orang nomor satu di KONI Pusat.

Yang pasti, pimpinan induk organisasi olahraga Indonesia periode 2019-2023 nanti akan menghadapi tugas berat. Mereka harus mensukseskan Pekan Olahraga Nasional (PON) XX/2020 Papua. Salah satu tantangan yang dihadapi adalah letak geografis hingga membuat mereka harus bekerja ekstra.*KRISNA C. DHANESWARA

BERITA TERKAIT

Total Komentar 0
Tulis Komentar +
ARTIKEL SEBELUMNYA