#1
TOPSKOR   |   Harian Olahraga Pertama di Indonesia
Persaingan Ketat, Bottas Sebut Finis Keempat di GP Kanada Jadi Alarm Bahaya
13 June 2019 13:00 WIB
MONTREAL – Pembalap Mercedes AMG Petronas Valtteri Bottas mewaspadai persaingan gelar juara Formula 1 (F1) 2019, menyusul hasil yang didapat pada putaran ketujuh di Sirkuit Montreal, Kanada, Minggu (9/6) atau Senin dini hari WIB. Beberapa rival alami peningkatan besar, terutama Scuderia Ferrari Mission Winnow.

Bottas finis di urutan keempat pada Grand Prix (GP) Kanada setelah melewati lomba yang cukup berat. Pasalnya, di awal, harus bersaing dengan pembalap Renault, Daniel Ricciardo. Kemudian, dirinya juga harus menjaga kecepatan agar tetap aman dari kejaran Max Verstappen yang memperkuat Red Bull Racing, 

“Saya merasa cukup percaya diri saat kualifikasi dan tahu apa yang perlu ditingkatkan. Tapi, itu berubah ketika ada kesalahan kecil pada lomba hingga kehilangan poin. Saya tak boleh mengulangi jika tetap ingin meraih gelar. Ini sebuah alarm untuk saya kembali bangkit,” kata Bottas seperti dilansir Motorsport.com.


Baca Juga :
- Line Up Sementara Pembalap Formula 1 Musim 2020: 11 Pembalap Belum Pastikan Bertahan
- Formula 1 GP Jerman Jadi Respon Terbaik Terhadap Kritik

Meski tak finis di podium, Bottas berhasil mengamankan satu poin karena mencatat lap tercepat saat lomba. Tapi, ia belum puas karena kinerja W10 sepanjang balapan tak seperti yang diharapkan. “Saya belajar dari pengalaman tersebut dan sekarang siap menghadapi GP Prancis,” ujar pria asal Finlandia itu.

Tahun ini jadi kesempatan besar Bottas untuk meraih gelar, menyusul dua kemenangan dari total tujuh putaran, masing-masing di Australia dan Azerbaijan. Pada empat lomba lain, ia juga menjejak podium. Hasil ini membuatnya kokoh di posisi kedua klasemen dengan 133 poin atau berjarak 29 dari Lewis Hamilton.

“Saya tidak merasakan tekanan apa pun. Sebaliknya, saya senang dengan situasi ini dan semua yang terjadi sejak musim ini dimulai. Saya menikmatinya. Saya baru satu kali membuat kesalahan. Mungkin saya harus mencoba lebih keras untuk memperbaikinya. Tapi, itu bisa terjadi kapan saja,” kata Bottas.

Kondisi cuaca yang cukup panas di Sirkuit Montreal, diakui Bottas jadi salah satu penyebab menurunnya performa W10. Akibatnya, ia tak dapat menekan mobil terlalu keras jika ingin menyelesaikan lomba. Itu sebabnya Bottas hanya menjaga kecepatan dan mengatur mobil agar bekerja dengan baik hingga akhir lomba.

“Kami sedikit terbatas dengan suhu mesin yang terlampau panas di awal lomba dan itu juga terjadi pada sistem pengereman. Saya hanya berusaha menjaga jarak sedekat mungkin agar tetap menekan. Saya berusaha mendapat peluang tapi tertinggal cukup jauh dari tiga pembalap terdepan,” Bottas menambahkan.

Prinsipal Mercedes Toto Wolff mengaku, GP Kanada jadi salah satu yang tersulit karena  W10 mengalami banyak masalah sepanjang akhir pekan lalu. Dari mesin yang terlalu panas, tekanan bahan bakar menurun, suspensi hidrolik mengalami kebocoran, hingga sistem pengereman yang terlalu panas.


Baca Juga :
- Seperti Ular Tangga, GP Jerman Terburuk untuk Mercedes
- Hasil Lengkap Balapan Formula 1 GP Jerman: Balapan Penuh Kejutan!

“Itu kemenangan yang sulit. Akhir pekan yang menguras tenaga dan pikiran. Ada berbagai masalah dan terburuk adalah mobil Lance Stroll (pembalap Racing Point) terbakar. Tapi, kami tak tahu apakah itu berdampak sama terhadap kami. Secara umum, ini akhir pekan tersulit yang akan saya ingat,” kata Wolff.

Soal penalti yang diterima Sebastian Vettel, Wolff merasa hal itu tepat. “Pengawas Lomba seperti seorang wasit dalam pertandingan sepak bola, di mana keputusannya akan selalu dibantah oleh yang menerima. Tapi, itu bagus untuk olahraga ini karena akan ada emosi yang diluapkan dan membuatnya makin menarik,” ujarnya.*MUHAMAD FADLI RAMADAN 

BERITA TERKAIT

Total Komentar 0
Tulis Komentar +
ARTIKEL SEBELUMNYA