#1
TOPSKOR   |   Harian Olahraga Pertama di Indonesia
Fury Sindir Joshua, Petinju Harus Bisa Tarung di Ring
13 June 2019 15:00 WIB
LONDON – Tyson Fury menyebut karier tinju sang kompatriot, Anthony Joshua, telah selesai menyusul kekalahan mengejutkan dari Andy Ruiz Jr, 1 Juni lalu. Petinju asal Inggris itu mengatakan, AJ, begitu Anthony Joshua biasa disapa, tak akan bisa mengembalikan nama besar.

Apalagi, pertarungan yang berlangsung di Madison Square Garden, New York, itu membuat Joshua kehilangan titel kelas berat (+90,7 kg) IBF, WBA Super, WBO, dan IBO, yang disandang. Usai laga, Fury sejatinya sempat memotivasi via Twitter.

Dalam unggahannya kala itu, Fury meminta Joshua beristirahat sebelum kembali berjuang merebut titel miliknya. Namun, ketika melakukan wawancara dengan BBC Sport, Rabu (12/6), petinju 30 tahun tersebut justru mengungkapkan hal berbeda.  


Baca Juga :
- Andy Ruiz Setuju Remacth dengan Joshua, tapi Minta Bayaran Lebih dari Rp 140 Miliar
- KO Saat Sparring, Begini Reaksi Joshua

“Ketika seorang pria tak ada di sana (sebagai juara dunia), ia akan terus berjuang untuk mendapatkannya. Tapi, jika kehilangan, akan sulit baginya bisa kembali. Joshua mengalami hal itu dan saya pikir ia tak akan kembali seperti sebelumnya,” kata Fury.

Kekalahan yang dialami Joshua dari Ruiz memang di luar dugaan, terlebih itu terjadi pada ronde ketujuh. Belum lagi jika merujuk fakta bahwa Ruiz hanya lawan pengganti dari Jarrell Miller yang positif doping. Ia ditunjuk satu bulan sebelum pertandingan.

Yang lebih menyakitkan, hasil buruk tersebut berdampak pada rencana pertarungan besar yang semula diagendakan. Salah satunya duel dengan Fury dan pemegang titel WBC, Deontay Wilder, yang sempat ramai diperbincangkan oleh pencinta tinju.

Sebaliknya, Fury diprediksi melejit. Petinju yang lahir 12 Agustus 1988 itu berhasil kembali ke jajaran petinju elite kelas berat. Perjuangan untuk mengembalikan nama besar usai doping, termasuk melakoni diet ketat, mulai membuahkan hasil.

Saat ini, petinju dengan rekor 27 (19 KO)-0-1 itu tengah bersiap menghadapi Tom Schwarz di MGM Grand, Grand Garden Arena, Las Vegas, 15 Juni. Dalam pertarungan ini, Fury yang memiliki julukan Gypsy King itu akan hadir sebagai unggulan.

“Saya tak menganggap itu sebagai pertarungan mudah. Yang saya perlukan hanya melakukan satu atau dua pukulan mematikan. Jika bertarung 12 ronde tapi kalah, tak ada gunanya. Apalagi, ia (Schwarz ) belum terkalahkan,” Fury menuturkan.

Bukan Jaminan

Fury mengatakan, kekalahan Joshua dari Ruiz adalah bukti bahwa bentuk tubuh bukan indikator seseorang bisa meraih kesuksesan dalam olahraga tinju. Secara fisik, Joshua yang memiliki tinggi 198 cm terlihat sangat bugar dan berotot.

Bandingkan dengan Ruiz yang hanya berpostur 188 cm dan memiliki jangkauan sama.  “Secara fisik, Joshua terlihat bisa mengancurkan setiap petinju. Tapi, tinju bukan ilmu roket,” ujar Fury yang sempat bermasalah dengan bobot usai vakum dua tahun.  

“Seorang petinju harus bisa bertarung di ring. Anda bisa makan setiap protein di dunia (untuk membentuk badan) tapi ketika terkena pukulan di dagu dan panik, itu semua tidak akan membantu. Tinju bukan hanya soal tubuh,” Fury menambahkan.


Baca Juga :
- Ini Lawan Tyson Fury, Tak Terkenal tapi Belum Terkalahkan, 2 Kali Jajal Joshua
- Jilid 2 Andy Ruiz vs Joshua Digelar di Arab Saudi, Penikmat Tinju Gelengkan Kepala

Fury pun mengungkapkan, kekalahan Joshua dari Ruiz bukan contoh pertama. Kesuksesannya merebut gelar juara IBO, IBF, WBA Super milik Wladimir Klitschko, menjadi bukti lain dalam pertandingan kelas berat dunia.

“Dua petinju dengan kondisi tubuh yang baik dalam 20 tahun terakhir adalah Klitschko dan Joshua. Tapi, mereka berdua kalah dari dua pria gemuk,” ujar Fury, yang dikenal memiliki mulut pedas tersebut.*MUHAMMAD RAMDAN 

BERITA TERKAIT

Total Komentar 0
Tulis Komentar +
news
ARTIKEL SEBELUMNYA