#1
TOPSKOR   |   Harian Olahraga Pertama di Indonesia
PSSI Tegaskan Persib B Harus Tetap Menyertakan Nama Blitar United
13 June 2019 11:55 WIB
JAKARTA – Tim satelit kini jadi perbincangan hangat dalam kancah sepak bola Tanah Air. Hal ini menyeruak setelah PT Persib Bandung Bermartabat (PBB) selaku pengelola Persib membenarkan bahwa mereka telah mengakuisisi tim Liga 2 Blitar United, beberapa pekan menjelang kick off Liga 2 2019.

Namun PSSI memastikan, Persib B yang kini diasuh pelatih Liestiadi diharuskan tetap menggunakan nama Blitar United di depan menjadi Blitar United Persib B. "Dalam regulasi PSSI tidak mempermasalahkan klub Liga 1 memiliki tim satelit di Liga 2 ataupun Liga 3," kata Direktur Media dan Promosi Digital PSSI, Gatot Widakdo, kemain.

"Tetapi untuk nama klubnya seperti Persib B tidak akan ada di Liga 2 2019, karena nama aslinya itu masih Blitar United dan harus dipergunakan," ia menambahkan. Kehadiran tim satelit bagi klub itu sendiri tentu efeknya bakal positif.


Baca Juga :
- Kalau Terpilih Jadi Ketua Umum PSSI. Arif Putra Wicaksonio Akan Terapkan VAR di Liga 1
- PSSI Kena Semprit FIFA, Kongres Pemilihan Tetap Harus Januari 2020

Klub satelit bisa menjadi wadah bagi para pemain potensial hasil binaan akademi, sebelum benar-benar siap untuk memperkuat tim utama. Atau bagi pemain yang telah melewati batas usia untuk tampil dalam kompetisi usia muda.

Namun masalahnya, di Indonesia belum ada aturan pasti soal keberadaan tim satelit. Terutama soal sistem promosi degradasi bagi tim satelit. Misal, bagaimana aturan jika akhirnya Persib B berhasil meraih tiket promosi ke Liga 1 musim berikutnya. Sementara di kasta tertinggi sudah ada tim utama, Persib Bandung.

Atau jika Persib B terdegradasi, sementara PT PBB juga menaungi tim Maung Anom yang berlaga di Liga 3. Apalagi, untuk degradasi berlaku untuk semua, termasuk tim satelit. Di Spanyol dan beberapa negara Eropa, tim satelit hanya untuk berkompetisi. Selama masih ada tim utama di kasta tertinggi, sekalipun menjadi juara pada akhir musim, mereka tidak berhak meraih tiket promosi.

Sementara di Inggris beda lagi. Mereka menggelar kompetisi khusus bagi tim cadangan (B) Premier Reserve League (PRL) yang bertanding secara teratur. Namun sejak musim 2012/2013, PRL diganti dengan Profesional Development League (PDL).

Kompetisi ini (PDL) kemudian dibagi ke dalam dua kelompok umur, U-18 dan U-21. Namun dalam aturannya, setiap tim diperbolehkan memainkan pemain yang didaftarkan tim utama (maksimal empat) dengan aturan yang ditetapkan. Contohnya, pemain yang baru pulih dari cedera bisa bermain terlebih dahulu di tim reserve untuk mengembalikan kondisi terbaiknya sebelum ke tim utama.

Persoalannya, jika alasan tim satelit dibentuk untuk mengembangkan potensi pemain muda, mulai musim ini PSSI pun menggelar kompetisi Elite Pro Academy (EPA) U-18 dan U-20. Salah satu regulasinya pun mirip dengan yang ada di Inggris.

Pemain di tim klub utama (senior) dibolehkan tampil dalam tim level usia sesuai aturan. Salah satunya, pemain bersangkutan belum memiliki cukup menit bermain di tim utama pada batas yang diperbolehkan atau baru pulih dari cedera dan butuh pengembalian kondisi.


Baca Juga :
- Waketum PSSI, Iwan Budianto Gelar Resepsi Pernikahan Putri Sulungnya
- PSSI Disarankan Melakukan Sowan Sosial di Makassar

Hal ini yang masih akan dibahas  oleh PT LIB dan PSSI. Komisaris PT LIB Dirk Soplanit, mengatakan pihaknya membenarkan soal adanya tim satelit milik Maung Bandung. Namun, ia belum mau bicara banyak lantaran belum melakukan pembicaraan secara detail di lingkup LIB.

"Ya saya sudah tahu soal itu. Secepatnya nanti akan ada pertemuan LIB dengan perwakilan klub-klub peserta Liga 2. Bisa saja pembahasannya soal sistem tim B di liga 2 ini. Bagaimana terkait promosi degradasinya dan lain-lain," kata Dirk kepada TopSkor, Rabu (12/6).*Furqon Al Fauzi

BERITA TERKAIT

news
Nyaman di Harian TopSkor, Mantap di TopSkor.id
Total Komentar 0
Tulis Komentar +
ARTIKEL SEBELUMNYA