#1
TOPSKOR   |   Harian Olahraga Pertama di Indonesia
Jovic, Perubahan Lini Depan Madrid
13 Juni 2019 04:03 WIB
LUKA Jovic sudah mendarat di Santiago Bernabeu. Kehadirannya berbeda dari sisi peran atau karakter pemain. Ya, sejak kedatangan Karim Benzema, tepatnya 10 tahun lalu, Real Madrid tidak pernah lagi membeli pemain dengan tipikal penyerang berkarakter 9. Dalam 10 tahun dengan kehadiran Cristiano Ronaldo, yang membuat Madrid berhasil menutup persoalan kekurangan mesin gol di lini depan. CR7 mampu membuat Madrid untuk sementara menyelesaikan persoalan tersebut.

Madrid menderita tanpa Ronaldo, hingga kemudian mereka menyadari bahwa saatnya untuk mendatangkan penyerang berkarakter 9 yang mampu menjadi pesaing Benzema. Kehadiran Jovic memberikan udara segar, posisi yang memang sudah diharapkan bisa memberikan taji dalam upaya tim mencetak gol. Dari 2009 hingga 2019, Jovic akan mencoba mengakhiri “kutukan” penyerang Madrid yang selalu sulit mendapatkan apresiasi dari suporter.

Benzema yang direkrut pada Juni 2009 (35 juta euro) juga penyerang pembelian era Presiden Florentino Perez. Benzema masih bertahan dan terus dipercaya hingga kini. Keberadaannya di Madrid pun tidak terlepas dari sosok Zinedine Zidane yang terus memberikan kepercayaan kepadanya. Namun, kini, situasinya tentu berbeda karena dia harus bersaing secara fair dengan Jovic. Di sisi lain, Jovic tentu tidak akan mengalah karena ini peluangnya untuk mengambil tempat di lini depan.


Baca Juga :
- Tugas Hazard yang Berat
- Saatnya Punya Akademi Sepak Bola Indonesia

Tentu saja, banyak penyerang di Madrid yang tidak tahan. Gonzalo Higuain contohnya, penyerang yang dinilai gagal. Meski demikian, sebelumnya, Madrid memiliki sejumlah mesin gol seperti Ruud Van Nistelrooy, tampil dalam 96 pertandingan, menorehkan 64 gol. Ia adalah bagian Madrid yang bisa juara La Liga beruntun dan merupakan pencetak gol terbanyak 2006/07 (26 gol). Tapi, sebelihnya adalah penyerang yang justru kembali mengalami kesulitan.


Baca Juga :
- Magnet De Ligt Menarik Klub Besar
- Ronaldo 2, Messi 0

Alvaro Morata, Mariano Diaz, Javier Hernandez, Borja Mayoral, hingga tentu Emmanuel Adebayor. Mereka adalah korban dari persaingan di lini depan dan juga karena Madrid yang sangat identik dengan Ronaldo. Morata hanya dua musim bersama Los Blancos. Semusim berselang ia ke Juventus lalu kembali ke Madrid dan dilepas ke Chelsea. Morata kini menjadi bagian dari Atletico Madrid.

Javier Chicharito yang mencuat di Manchester United ke Madrid pada 2014/15 tapi hanya bertahan semusim. Ada Borja Mayoral. Tapi, persaingan juga harus membuatnya pergi dipinjamkan ke klub Bundesliga hingga akhirnya bermain di klub yang lebih kecil seperti Levante. Kini, Jovic memiliki tantangan untuk menjadi penyerang yang bisa mengubah “kutukan” nomor 9 di Madrid.*Irfan Sudrajat
 

BERITA TERKAIT

Total Komentar 0
Tulis Komentar +
ARTIKEL SEBELUMNYA