#1
TOPSKOR   |   Harian Olahraga Pertama di Indonesia
news
Simon McMenemy Jawab Kritik 3-4-3 di Timnas Indonesia
14 June 2019 16:48 WIB
JAKARTA - Pelatih Timnas Indonesia, Simon McMenemy, mendapat banyak pertanyaan mengenai pola 3-4-3 dalam jumpa pers jelang menghadapi Vanuatu. Jumpa pers berlangsung di Stadion Utama GBK Senayan, Jakarta, Jumat 14 Juni 2019.

Seperti diketahui dalam pertandingan melawan Yordania, beberapa hari lalu, Indonesia memakai formasi 3-4-3. Hasilnya Indonesia kalah 1-4. Dan, dalam banyak momen tampak tiga bek seperti kebingungan.

Pasalnya di Indonesia banyak klub tidak memakai formasi 3 bek. Lebih umum memakai 4 bek.


Baca Juga :
- Jadwal Siaran Langsung Final Sepak Bola SEA Games 2019, Selasa 10 Desember
- Sempat Imbangi Permainan, Indonesia Akhirnya Takluk dari Filipina di Semifinal Basket SEA Games

Menjawab pertanyaan itu Simon McMenemy awalnya ogah merinci. Hal ini berkaitan dengan strategi yang akan diterapkan dalam pertandingan.

"Seperti biasa saya tidak membahas strategi sebelum pertandingan. Tapi tolong kasih kesempatan pemain untuk belajar," katanya.

"Beri pemain waktu untuk berkembang. Beri mereka kesempatan. Kadang pertandingan itu menang, kalah, atau seri. Jadi harus sabar."

"Waktu di Bhayangkara FC saya pakai 4-4-2 diamond, karena di sana melimpah pemain tengah, tapi kurang di sayap."

"Di situlah saya kira pelatih harus bisa beradaptasi dengan pemain. Bukan pemain yang beradaptasi dengan pelatih."


Baca Juga :
- Prediksi Gelandang Emas SEA Games 1991 untuk Final Timnas U-22 Indonesia Vs Vietnam
- Napak Tilas Medali Emas SEA Games 1987 dan 1991

"Saat TC di Australia saya sempat pakai 4-4-2, lalu ganti 3-4-3 dan bisa lebih menguasai bola. Kalau memaksakan memakai 4-4-2, pemain sayap bisa kekurangan peran."

"Waktu melawan Myanmar, kami juga memakai 3-4-3. Hasilnya menang 2-0. Tapi waktu itu ada Manahati Lestusen, sekarang tidak ada karena faktor disiplin."*Ari DP

loading...

BERITA TERKAIT

Penulis
news
Penggemar semua cabang olahraga. Asli Yogyakarta, KTP Sleman, tinggal di Jakarta.
Total Komentar 0
Tulis Komentar +
ARTIKEL SEBELUMNYA